Film Soekarno Indonesia Merdeka terancam ditarik dari peredaran

Baru dua hari ditayangkan di Bioskop, film SOEKARNO: Indonesia Merdeka produksi Multivision Plus terancam ditarik dari peredaran. Hal ini terungkap setelah Putri Bung Karno, Rachmawati Soekarnoputri menuntut pengadilan Niaga Jakarta Pusat untuk segera mengeluarkan surat perintah untuk menarik film tersebut dari peredaran.

Hal tersebut disampaikan oleh Rachmawati saat menggela konferensi pers di Universitas Bung Karno pada hari Kamis (12/12) lalu. Menurut Rachmawati sejak awal dirinya tidak setuju film itu dituntaskan karena ada beberapa point yang menurutnya melanggar perjanjian dngan pihak Multivision Plus.

Film Soekarno Indonesia Merdeka karya hanung bramantyo
film Soekarno yang disutradarai Hanung Bramantyo dan diperankan oleh  Ari Bayu

“Selama kasus ini belum selesai, film itu tidak boleh diputar dulu. Itu perintah dari pengadilan,” ucap kuasa hukum Rachmawati, Leonard Simorangkir.

Beberapa poin yang memberatkannya, adalah cerita yang melenceng dari sejarah dan pemilihan aktor Ario Bayu untuk memerankan Soekarno. Menurutnya, nasionalisme Bung Karno tak dapat merasuki Ario. Itu, kata Rachmawati, sudah ia sampaikan pada tim produksi film.

“Semua ada tahapannya. Saat casting, saya bilang tidak ingin yang memerankan tokoh Soekarno dari kalangan selebritis. Pihak Mulitvision dan sutradara menyetujui. Namun mengapa di tengah jalan mereka menyodorkan Ario Bayu?” ia mempertanyakan.

Rachmawati mengaku menyempatkan diri casting Ario. Namun, ia kecewa. “Dia tidak mengenal sosok Soekarno, dan dia menyebutkan ‘I’m not nationalist’. Jadi mengapa dia dipilih?” ia melanjutkan.

Bagaimana pihak Multivision Plus menanggapi hal tersebut ? melalui akun twitter pribadinya Hanung Bramantyo yang juga sutradar dari film terebut menyampaikan protes, menurutnya, pihak keluarga Bung Karno hadir dalam premier film beberapa waktu lalu dan tidak mempermasalahkan jalan cerita atau akting para pemainnya. ” Bahkan script naskah terlebih dahulu dikoreksi oleh Pak Guntur, Scene demi scene dibahas dan sama sekali tidak ada persoalan,” tulis Hanung, beberapa saat yang lalu dalam akun twitternya di @Hanungbramantyo. ” Saat premiere Pak Guntur, Bu Sukma, Kel Dewi S, Kel Bu Hartini hadir,” ungkapnya seperti diwartakan life.viva.co.id.

Kasus ini memang tengah diselidiki oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan nomor perkara 93/Pdt.SUS-HakCipta/2013/PN.

Kita berharap saja semoga masalahnya cepat kelar.

Berikan komentar

Komentar spam, kami hapus. Terima kasih.