USMAN HARUN DI JIDD
in

Atas insiden Usman Harun palsu, Djoko telpun Wakil PM Singapura

Demi meredam kekesalan Singapura atas kemunculan “Usman dan Harun” pada acara Jakarta International Defense Dialogue (JIDD), Menko Polhukam Djoko Suyanto dikabarkan telah menelepon Wakil Perdana Menteri Singapura Teo Chee Hean untuk mengungkapkan penyesalan Indonesia atas insiden itu.

"USMAN HARUN" DI JIDD
“USMAN HARUN” DI JIDD

Djoko Suyanto menyatakan penyesalan atas perilaku yang tidak pantas oleh tentara, dan meyakinkan Mr Teo bahwa tidak ada kebijakan seperti itu untuk melakukan hal ini, demikian siaran pers dari Kantor Mr Teo kemarin seperti dikutip  di halanan Breaking News Straits Times.

Menurut Straits Times, Menteri Pertahanan Indonesia Purnomo Yusgiantoro juga menelepon Menteri Pertahanan Ng Eng Hen Jumat sore untuk mengekspresikan pandangan yang sama.

Purnomo menambahkan bahwa KSAL Laksamana Marsetio, telah melakukan penyelidikan untuk mengetahui siapa yang bertanggung jawab atas tindakan yang tidak pantas itu, kata siaran pers Wakil Perdana Menteri Singapura Teo Chee Hean.

Rapat khusus

Boikot Singapura atas acara Jakarta International Defense Dialogue (JIDD), di Jakarta Convention Center, Rabu (19/3), memang dibahas khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana Kepresidenan Jakarta. Protes Singapura itu dipicu tampilnya dua pria berseragam khas Korps Komando (KKO) dengan emblem nama bertuliskan Usman dan Harun di stan pameran TNI AL yang merupakan bagian acara pembukaan perhelatan tersebut.

Menanggapi protes pemerintah Singapura yang disusul boikot mereka atas JIDD itu, seusai acara pengambilan sumpah hakim konstitusi di Istana Negara, kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, beberapa menteri rapat dengan Presiden. Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Djoko Suyanto yang sudah beranjak meninggalkan Istana Negara bahkan dipanggil kembali oleh Presiden untuk bergabung dengan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa dan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro.

Staf Khusus Presiden Bidang Hubungan Internasional Teuku Faizasyah bergabung beberapa waktu setelahnya. Asisten Operasi Kepala Staf TNI-AL penanggung jawab JIDD, Didit Herdiawan bergabung setelahnya dengan tergopoh-gopoh setengah berlari menaiki tangga Istana Negara.

Seusai pertemuan, Marty, Djoko, Faiz, dan Didit kompak menolak memberi komentar kepada awak media massa yang biasa melakukan peliputan peristiwa di kompleks Istana Kepresidenan. Marty meminta wartawan bertanya kepada Djoko, namun Djoko mengatakan agenda rapat dengan Presiden adalah terkait penempatan Duta Besar AS yang baru.

Komentar akhirnya datang dari Menhan Purnomo. Dia mengakui Kepala Negara sempat bertanya langsung mengenai kejadian di JIDD kepada para menteri.

Purnomo mengaku tidak melihat langsung aksi tersebut, namun mendapatkan laporan dari salah seorang anggota stafnya seusai menghadiri acara itu. Purnomo menegaskan panitia tidak menjadwalkan aksi dua prajurit TNI-AL yang menggunakan seragam antik KKO TNI AL beremblem Usman dan Harun di acara JIDD tersebut.

“Ini memang tidak appropriate, kami mengakui dan kami lagi cek sekarang siapa itu, dan itu jelas bukan dari kami,” katanya, Jumat.

Menhan telah meminta TNI AL untuk mencari tahu siapa dua orang tersebut dan berkomunikasi langsung dengan Angkatan Laut Singapura untuk mengklarifikasi kejadian di JIDD. “Tidak [mengganggu hubungan dengan Singapura]. KSAL sudah komunikasi langsung dengan Singapura,” kata Purnomo.

Purnomo juga mengakui Presiden SBY menanyakan hal ini. “Ya tadi [Kamis 20/3/2014 kemarin] sempat dipertanyakan, “’Sapa iku?, Gimana ceritanya?’,” kata Menhan menirukan SBY seperti dilansir Solopos.

Baca juga yang ini:

Ditulis oleh Munzalan Mubarakan

Simomot adalah situs informasi bermanfaat untuk keluarga Indonesia. Kami menyajikan info seputar bayi dan balita, bisnis, dan rumah tangga.

Comments

Leave a Reply

Komentar spam, kami hapus. Terima kasih.

Loading…

0

Diskusi

0 comments

Beginilah suasana penyambutan kedatangan jenazah Usman dan Harun 46 tahun lalu

Beginilah suasana penyambutan kedatangan jenazah Usman dan Harun 46 tahun lalu

Beginilah kondisi gedung MacDonald House sesaat setelah dibom Usman-Harun tahun 1965 lalu

Beginilah kondisi MacDonald House sesaat setelah dibom Usman-Harun tahun 1965 lalu