Anak bermain smartphone
Masih banyak orang tua yang menganggap bermain smartphone akan meningkatkan kecerdasan anak
in ,

Penelitian terbaru: Smartphone membuat anak di bawah 3 tahun akan alami kelambatan bicara

Selama ini banyak orang tua yang ingin membuat semuanya tampak mudah, termasuk membuat anak mereka tenang dengan membiarkannya bermain dengan permainan dalam smartphone atau tablet berlayar-sentuh. Hal tersebut memang efektif membuat anak lebih tenang dan anteng. Namun tahukah Anda bahwa sebuah penelitian terbaru menyebutkan teknologi layar sentuh smartphone bisa membuat anak usia di bawah 3 tahun mengalami kelambatan bicara.

Anak lambat bicara
Anak yang sering bermain smartphone dengan layar sentuh cenderung mengalami keterlambatan bicara, menurut penelitian terbaru

Sebuah penelitian dari Cohen Medical Centre yang berlokasi di New York, Amerika Serikat mengungkapkan bahwa beberapa permainan non-edukatif yang terinstall dalam smartphone atau tablet bisa memperlambat perkembangan bicara pada anak, terutama beberapa permainan yang mengandakan sentuhan tangan seperti Angry Birds, Fruit Ninja, dan sebagainya.

Tentu saja penelitian ini cukup mengejutkan bagi para orang tua yang sering meminjamkan smartphone atau tablet pada anak mereka.

Dalam penelitian tersebut juga ditemukan kecenderungan para orang tua masa kini yang selalu membekali anak-anaknya dengan perangkat smartphone sebagai teman bermain untuk mereka. Sementara jarang sekali orang tua sekarang yang mau membacakan buku cerita, atau memberikan mainan anak-anak pada umumnya. Hasilnya memang cukup mengejutkan, karena anak berusia di bawah 3 tahun yang sering memainkan permainan non-edukatif dengan layar sentuh memiliki perkembangan bicara yang lebih lambat dari pada anak lainnya.

Anak bermain smartphone
Masih banyak orang tua yang menganggap bermain smartphone akan meningkatkan kecerdasan anak

Fakta tersebut tentu berbanding terbalik dengan anggapan sebanyak 60% para orang tua yang mengira permainan berteknologi tinggi dari smartphone bisa meningkatkan kecerdasan buah hati. Sedangkan dari apa yang telah didapatkan dalam penelitian tersebut mengungkapkan tidak adanya bukti hasil yang signifikan antara kecerdasan anak yang menggunakan smartphone dengan yang tidak menggunakan smartphone. Akan tetapi untuk tingkat kecerdasan verbal, anak-anak yang tidak diberikan smartphone justru lebih tinggi nilainya.

Dalam survei yang telah dilakukan di Amerika Serikat, terungkap bahwa 63 dari 65 keluarga (sebesar 97 % ) orang tua memberi mainan smartphone berteknologi layar sentuh untuk anak-anak mereka, dengan rata-rata usia 11 bulan dan waktu bermain yang mencapai 36 menit per hari. Tingginya angka tersebut membuat risiko anak mengalami keterlambatan bicara menjadi semakin tinggi.

Kegiatan yang paling umum dilakukan anak dengan perangkar smartphone juga tercatat dalam penelitian tersebut, yaitu:

  • Anak-anak menonton acara edukasi sebanyak 30%
  • Anak-anak yang menggunakan aplikasi edukatif sebanyak 26%
  • Anak-anak yang menekan-nekan tombol di layar tanpa tujuan sebanyak 28%
  • Bermain permainan non-edukatif sebanyak 14%

Bagaimanapun kecanggihan teknologi tidak akan mampu gantikan posisi dan interaksi antara orang tua dengan sang anak. Cara terbaik untuk mendorong anak-anak belajar adalah dengan berbicara pada mereka, bukan melalui teknologi yang pada dasarnya adalah benda mati.

Semoga bermanfaat.

Ditulis oleh Munzalan Mubarakan

Simomot adalah situs informasi bermanfaat untuk keluarga Indonesia. Kami menyajikan info seputar bayi dan balita, bisnis, dan rumah tangga.

Comments

Leave a Reply

Komentar spam, kami hapus. Terima kasih.

Loading…

0

Diskusi

0 comments

Kulit kacang

Wow, seniman ini ubah kulit kacang jadi bentuk tokoh-tokoh terkenal yang imut

Emon sang predator seks

Ya ampun… Korban Emon si predator seks mencapai 110 anak