Kata KPI, Trans TV bisa terkena sanksi berat terkait YKS

Keluarga dan penggemar almarhum Benyamin Sueb memenuhi janjinya melaporkan tayangan Yuk Keep Smile (YKS Trans TV edisi 20 Juni ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Setelah mengkaji tayangan tersebut, Pihak KPI menilai YKS telah melakukan pelanggaran berat dan Trans TV bisa dikenai sanksi berat terkait tayangan itu.

Kata KPI, Trans TV bisa terkena sanksi berat terkait YKS
Ilustrasi YKS dan Benyamin Sueb

Dalam tayangan edisi 20 Juni, hypnotherapist Ferdian Setiawan Setiadi menghipnotis artis komedi Caisar Putra Aditya agar tidak takut pada anjing. Selama dihipnotis, Caesar melihat hewan tersebut tampak lucu seperti seniman legendaris Betawi, almarhum Benyamin Sueb.

“Sudah kami teliti, dan ternyata memang ada pelanggaran berat di epidode itu (YKS episode 20 Juni 2014) selama 10 menit,” kata Komisioner KPI, Agatha Lily seperti dillansir Kompas.com, Selasa (24/6).

Agatha menilai kesalahan utama YKS adalah mengasosiasikan manusia seperti binatang. Hal itu melanggar Undang-Undang Penyiaran Pasal 36 Ayat 6 Tahun 2002 yang berisi, ‘Isi siaran dilarang memperolokkan, merendahkan, melecehkan dan/atau mengabaikan nilai-nilai agama, martabat manusia Indonesia, atau merusak hubungan internasional.

“Ini kan menyangkut martabat manusia ya, apalagi diasosiasikan dengan hewan anjing. Ini pelanggaran berat. Penanggung jawab program bisa dipidana. Seharusnya ada penanggung jawab yang meng-cut acaranya. Durasinya kan lama, 10 menit. Masak nggak ada yang nge-cut,” sambung Agatha.

Dia mengungkapkan pihaknya sudah menerima pengaduan dari keluarga dan penggemar almarhum Benyamin Sueb, serta budayawan Betawi JJ Rizal. KPI akan segera memanggil Direktur Utama TransTV untuk mengklarifikasi.

KPI juga menyesalkan karena pelanggaran ini bukan yang pertama dilakukan YKS. Namun komisi penyiaran baru akan menjatuhkan sanksi melalui rapat pleno, dan setelah mendengarkan penjelasan dari Direktur Utama TransTV.

‚ÄúSecara pribadi, kami bisa mengerti perasaan keluarga Benyamin. Ini menyangkut martabat seseorang,” ucap Agatha.

 

Berikan komentar

Komentar spam, kami hapus. Terima kasih.