Andi dituntut 10 tahun, isteri menangis, adiknya histeris

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Alifian Mallarangeng, dituntut pidana penjara selama sepuluh tahun. Mantan Sekretaris Dewan Pembina Partai Demokrat itu, menurut jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi, terbukti menyalahgunakan wewenang dalam proses penganggaran pembangunan Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional di Desa Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dan memperkaya diri sendiri, korporasi, dan atau orang lain.

Terdakwa dugaan korupsi proyek Hambalang Andi Alfian Mallarangeng menjalani sidang pembacaan tuntutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (30/6). Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menuntut Andi Mallarangeng dengan hukuman 10 tahun penjara denda 300 juta subsider 6 bulan kurungan, serta uang pengganti Rp2,5 miliar subsider 2 tahun kurungan. ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma
Terdakwa dugaan korupsi proyek Hambalang Andi Alfian Mallarangeng menjalani sidang pembacaan tuntutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (30/6). Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menuntut Andi Mallarangeng dengan hukuman 10 tahun penjara denda 300 juta subsider 6 bulan kurungan, serta uang pengganti Rp2,5 miliar subsider 2 tahun kurungan. ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma
Andi didampingi adiknya Rizal Mallarangeng. ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma
Andi didampingi adiknya Rizal Mallarangeng. ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma
Andi Alfian Mallarangeng menjalani sidang pembacaan tuntutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (30/6). ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma
Andi Alfian Mallarangeng menjalani sidang pembacaan tuntutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (30/6). ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma
Andi Alfian Mallarangeng menunjukkan buku karyanya yang ditulis selama dipenjara usai sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (30/6). ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma
Andi Alfian Mallarangeng menunjukkan buku karyanya yang ditulis selama dipenjara usai sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (30/6). ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma

Dari pantauan Merdeka, Senin (30/6), sesaat selepas pembacaan tuntutan, istri Andi, Fitri Cahyaningsih, nampak tidak dapat menahan kesedihan. Fitri yang mengenakan baju putih bermotif bunga langsung menangis terisak. Wajahnya menunduk tertegun mendengar tuntutan jaksa terhadap suaminya. Beberapa kerabatnya terlihat mencoba menenangkan.

Sementara itu, seorang adik perempuan Andi terlihat tidak dapat menyembunyikan kekesalannya. Hal itu berawal ketika kakaknya mengajukan permohonan waktu dua pekan buat menyusun nota pembelaan (pledoi). Tetapi, majelis hakim tidak mengabulkannya dan cuma memberikan tenggang satu pekan.

Adik Andi yang mengenakan jilbab hitam itu lantas berdiri dan tiba-tiba berteriak lantang, ‘jahat kalian, kalian zalim.’ Tetapi tidak jelas dia tujukan cacian itu kepada siapa. Dia langsung pergi meninggalkan ruang sidang. Sementara pengunjung sidang lainnya bingung melihat tingkahnya.

Saat kembali masuk ke ruang sidang, dia kembali berteriak, ‘Masuk neraka kalian.’ Tetapi, beberapa kerabat berusaha menenangkannya. Sayang saat akan dihampiri awak media buat ditanya identitasnya, perempuan berumur sekitar 30-an tahun itu langsung pergi.

Jaksa Supardi juga menuntut Andi dengan pidana denda sebesar Rp 300 juta. Jika tidak dibayar maka dia mesti menggantinya dengan hukuman kurungan selama enam bulan.

Tak hanya itu, jaksa juga menuntut Andi dengan pidana tambahan berupa pembayaran uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 2,5 miliar. Uang itu mesti dibayar lunas satu bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap. Jika tidak mampu membayar, maka harta benda Andi disita dan hasilnya digunakan buat membayar uang pengganti. Jika nilainya tidak mencukupi, maka dia mesti menggantinya dengan pidana penjara selama dua tahun.

Pertimbangan memberatkan Andi adalah tidak mendukung upaya pemerintah dalam pemberantasan korupsi, tidak mengakui perbuatan, dan tidak menjadi teladan di kementerian dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah serta pengelolaan keuangan negara. Sementara pertimbangan meringankan adalah sopan selama masa persidangan, belum pernah dihukum, memiliki tanggungan keluarga, telah mengembalikan kerugian negara bersama Choel, dan pernah mendapat bintang jasa dari pemerintah.

Jaksa menuntut Andi dengan dakwaan subsider. Yakni Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jnctoo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana juncto pasal 65 ayat (1) KUHPidana.

About Munzalan Mubarakan 23201 Articles
Simomot adalah situs informasi bermanfaat untuk keluarga Indonesia. Kami menyajikan info seputar bayi dan balita, bisnis, dan rumah tangga.

Berikan komentar

Komentar spam, kami hapus. Terima kasih.