Pilpres makin dekat, perang survei pun makin marak

Survei tentang kepopuleran dan elektabilitas tentang ketokohan calon presiden termasuk pasangannya marak dilakukan sejak beberapa bulan ini. Perang survei tersebut makin terlihat saat memasuki masa kampanye capres. Tidak semua survei menyampaikan data yang benar.

Pilpres makin dekat, perang survei pun makin marak
ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana

Pekan lalu bahkan muncul survei manipulatif. Hasil survei lembaga survei ternama, Survei Gallup Poll, Amerika Serikat dimanipulasi oleh kubu Prabowo-Hatta. Hasil survei diirilis sebuah link yang mengarah pada situs berita CNN.

Dilansir Plasamsn.com, berikut ini adalah hasil survei dari beberapa lembaga survei dengan hasil yang berbeda-beda sebagai salah satu bentuk dari perang survei. Tim sukses masing-masing pasangan capres cawapres mungkin berpikir bahwa hasil survei bisa menjadi model kampanye yang efektif.

 

LSI: Menang di Jabar, Jokowi jadi presiden

Lingkaran Survei Indonesia (LSI) baru saja merilis hasil surveinya. Survei yang dilakukan 1-9 Juni 2014 di 33 Provinsi itu menunjukkan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla yang memiliki tingkat keterpilihan paling tinggi.

Peneliti LSI, Fitri Hari mengatakan Jokowi-JK tetap unggul dengan 45 persen, sedangkan Prabowo-Hatta hanya 38,7 persen. Selisih kemenangan dua calon presiden itu hanya 6,3 persen saja.

Meski menang, bukan berarti Prabowo-Hatta tak bisa melampaui elektabilitas Jokowi-JK. Alasannya, Jawa Barat yang memiliki pemilih terbesar kini dikuasai Prabowo-Hatta.

Fitri mengatakan Prabowo-Hatta unggul 51,20 persen di Jabar, Jokowi-JK hanya 42,60 persen. Sementara pemilih yang masih merahasiakan pilihannya 6,2 persen. Jokowi-JK bisa memenangkan pertarungan, jika bisa menang di Jabar, kata Fitri di Jakarta, Kamis (26/6).

Prabowo-Hatta unggul di Bandung

Tim Survei Indonesian Strategic mengumumkan pasangan calon Presiden/Wakil Presiden Prabowo-Hatta diprediksi memperoleh suara unggul daripada pasangan calon lainnya Jokowi-Jusuf Kalla di wilayah pemilih Ibu Kota Jawa Barat, Kota Bandung.

“Prabowo-Hatta di Kota Bandung lebih besar daripada Joko Widodo-Jusuf Kalla,’ kata peneliti Indonesian Strategic Yukha Sundaya kepada wartawan di Kota Bandung, Kamis, 12 Juni 2014.

Berdasarkan hasil survei, kata Yukha tingkat elektabilitas Prabowo mencapai 51 persen sedangkan Jokowi memperoleh prosentase 46 persen.

Pilpres makin dekat, perang survei pun makin marak
TEMPO/STR/Dhemas Reviyanto Atmodjo

Elektabilitas Prabowo-Hatta di jejaring sosial meningkat

Elektabilitas pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa di jejaring sosial mengalami peningkatan dibandingkan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla, berdasarkan hasil survei Katapedia Indonesia.

Pada pekan pertama usai mendaftar di KPU, elektabilitas Jokowi-JK sebesar 61,31 persen, jauh lebih unggul dari pasangan Prabowo Hatta yang hanya 38,69 persen. Namun setelah memasuki pekan kedua, elektabilitas Prabowo-Hatta meningkat meningkat menjadi 48,24 persen. Sementara elektabilitas Jokowi-JK menurun menjadi 51,76 persen,’ ujar Direktur Katapedia Indonesia, Andhika Dwi P, di Jakarta, Kamis.

SMC prediksikan Prabowo-Hatta taih 60 persen suara

Lembaga kajian publik Sabang-Merauke Circle (SMC) memprediksikan pasangan capres dan cawapres, Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa, meraih 60 persen suara dalam Pemilu 9 Juli 2014.

“Prediksi ini didasarkan oleh kerja-kerja nyata para relawan maupun partai di Koalisi Merah Putih sebagai pengusung Prabowo-Hatta, yang memperoleh respon positif rakyat,” kata Ketua Dewan Direktur SMC Syahganda Nainggolan.

Sigma: Dukungan Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK masih imbang

Direktur Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia Said Salahudin mengatakan peta dukungan terhadap Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK masih berimbang dan cenderung meluas yang berasal dari ‘swing voter’ (yang masih ragu-ragu menentukan pilihan).

“Saya lihat dukungan yang mengalir kepada Prabowo-Hatta semakin hari cenderung meluas. Hal yang hampir sama terjadi pula pada pasangan Jokowi-JK,” kata Said Salahudin.

LSN: Elektabilitas Jokowi-JK terkejar Prabowo-Hatta

Peneliti Utama Lembaga Survei Nasional (LSN) Gema Nusantara mengatakan elektabilitas pasangan Jokowi-JK terkejar oleh Prabowo-Hatta kurang dari sebulan jelang pelaksanaan Pilpres 9 Juli mendatang.

Kurang dari sebulan jelang pelaksanaan Pilpres elektabilitas Jokowi-JK malah tersendat. Dari sembilan daerah battle ground (provinsi dengan jumlah pemilih besar yaitu Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Utara, Banten, Sulawesi Selatan, DKI Jakarta, Sumsel dan Lampung), hanya di Jawa Tengah pasangan yang diusung PDI Perjuangan tersebut unggul.

Di lain pihak elektabilitas Prabowo-Hatta justru kian menanjak dan mengejar pasangan Jokowi-JK. Gal itu disampaikan Gema Nusantara dalam konferensi pers rilis hasil survei nasional LSN di Jakarta.

Menurut dia, berdasarkan temuan LSN, elektabilitas pasangan Jokowi-JK mulai tersendat. Dibandingkan dengan masa sebelum Pileg 2014, tingkat keterpilihan Jokowi cenderung mandek. Pasangan Prabowo-Hatta justru memperlihatkan kinerja yang semakin membaik.

“Ketika LSN menanyakan kepada responden, pasangan mana yang akan dipilih jika Pilpres dilaksanakan hari ini (saat survei dilakukan), sebanyak 46,3 persen mengaku akan memilih Prabowo-Hatta. Hanya 38,8 persen yang mengaku akan memilih pasangan Jokowi-JK dan sebanyak 14,9 persen menyatakan belum punya pilihan,” kata dia.

Jokowi Menang di Jateng, Jabar, Jatim, Prabowo di Jakarta-Banten

Pemilihan Presiden (Pilpres) pada 9 Juli mendatang bakal sangat seru. Setidaknya hal ini tergambar pada hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang dirilis, Rabu (4/6).
LSI melakukan survei di tujuh wilayah yang dinilai sebagai real battle bagi kedua pasangan. Ketujuh provinsi itu adalah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Sumatera Utara.

Ketujuh propinsi ini dinilai memiliki pemilih hingga 70 persen dari total pemilih nasional. LSI menganggap, pemenang Pilpres akan sangat ditentukan pada hasil suara di ketujuh provinsi tersebut.

Hasil survei LSI menyebutkan, pasangan nomor urut 2 Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) menang di lima provinsi, sedangkan Prabowo Subianto – Hatta Rajasa (Prabowo-Hatta) di dua provinsi.

Di Jawa Barat, pasangan Jokowi-JK memperoleh dukungan 39,06 persen, sementara pasangan Prabowo-Hatta memperoleh dukungan 29,96 persen, kata Peneliti LSI, Rully Akbar di Jakarta, Rabu (4/6).

Pilpres makin dekat, perang survei pun makin marak
ANTARA FOTO/ Muhammad Adimaja

Survei Puskaptis tempatkan Prabowo di atas Jokowi

Direktur Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) Husin Yazid menyatakan hasil survei yang dilakukan lembaganya menempatkan pasangan capres dan cawapres Prabowo-Hatta mengungguli Jokowi-JK. Prabowo-Hatta mendapat suara

“Sedangkan pemilih yang belum menentukan tapi akan memilih mencapai 12,39 persen,” kata dia, di Resto Bengawan Solo Grand Sahid Hotel, Minggu (15/6).

Mengacu dari hasil ini, maka pasangan capres bernomor urut satu ini mulai memasuki tren kenaikan positif sekitar 5,36 persen. Sedangkan Jokowi JK cenderung masuk fase tren menurun 1,75 persen. Puskaptis mensurvei responden sejak 6 sampai 12 Juni 2014 di 33 provinsi. Husin menjelaskan, Prabowo mengungguli Jokowi di wilayah Jawa, Sumatera, Bali dan NTT. Sedangkan Jokowi-JK unggul tipis di Sulawesi, Kalimantan, dan Papua.

Jokowi-JK Meredup, Prabowo Hatta unggul 0,5 persen

Hasil survei terbaru tentang elektabilitas pasangan calon presiden-calon wakil presiden menunjukkan kubu Prabowo Subianto-Hatta Rajasa kian menanjak. Di sisi lain, elektabilitas pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla justru menurun.

Itulah gambaran hasil survei yang dilakukan Fokus Survei Indonesia (FSI) terhadap 3256 responden selama periode 20 – 30 Mei 2014 lalu. Dari hasil survei FSI itu, duat Prabowo-Hatta unggul 0,5 persen dari pasangan Jokowi-JK. Prabowo-Hatta mendapat elektabilitas 45,7 persen, sedangkan Jokowi-JK 45,2 persen.

Tingkat elektabilitas Prabowo-Hatta lebih unggul dari Jokowi-Jusuf Kalla. Sedangkan yang menjawab tidak tahu atau tidak menjawab sebesar 9,1 persen, kata Direktur Eksekutif FSI, Iswan Abdulah saat memaparkan hasil surveinya di Jakarta, Minggu (8/6).

Cyrus Network perkirakan Prabowo kehabisan waktu

Lembaga survei Cyrus Network memperkirakan pasangan calon presiden-calon wakil presiden (capres-cawapres) Prabowo Subianto – Hatta Rajasa kehabisan waktu untuk mendongkrak suara menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres).

“Dengan mempertimbangkan waktu tinggal tiga pekan sulit bagi Prabowo untuk membuat perubahan berarti,” kata Direktur Eksekutif Cyrus Network Hasan Nasbi di Jakarta, Selasa (10/6).

Hasan menyatakan hal itu berdasarkan hasil survei yang dilakukan sejak 25 – 31 Mei 2014 yang menunjukkan pasangan Prabowo – Hatta mencapai 38

Indobarometer: Jokowi-JK unggul 13,4 persen dari Prabowo-Hatta

Pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla, masih unggul dari Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Setidaknya itulah hasil survei yang dilakukan oleh Indobarometer bertajuk Aspirasi Publik tentang Capres, Cawapres dan Tiga Skenario 9 Juli 2014, yang dirilisdi Jakarta Selatan, Selasa (17/6).

Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari menjelaskan, jika pemilu presiden digelar sekarang maka yang unggul adalah Jokowi-JK dengan 49,9 persen. Sedangkan Prabowo-Hatta hanya 36,5 persen.

Head to head pasangan calon presiden dan wakil presiden, Jokowi-JK sebesar 49,9 persen lebih unggul dibandingkan Prabowo-Hatta 36,5 persen, kata Qodari.  Menurut dia, dukungan kepada kedua pasangan itu boleh jadi berasal dari swing voter.

Berikan komentar

Komentar spam, kami hapus. Terima kasih.