Inilah modus penipuan dukun cabul yang perlu Anda ketahui

Praktik penipuan dan pencabulan bermodus pengobatan alternatif di Depok, Jawa Barat berhasil dibongkar aparat Polresta Depok. Penyelidikan sementara menyebutkan, selain menyetubuhi pasien, dukun cabul tersebut juga meminta mahar kepada pasien jutaan rupiah.

Hingga kini, Kepolisian Resort Kota Depok masih terus menyelidiki dan mengembangkan kasus penipuan yang dilakukan Retno Hadi Saputra (30) tersebut. Diketahui, pria yang dipanggil Hadi ini dibekuk polisi dari rumahnya di Beji, Depok, Selasa (08/07/2014) malam pekan lalu.

Dari hasil penyelidikan itulah, diketahui berbagai modus dilakukan dukun cabul ini untuk memperdaya korbannya.

Terapi di hotel

Hadi diketahui memperdayai korbannya mulai dari meminta uang hingga menyetubuhi pasien perempuan. Dibekuknya Hadi sang dukun cabul itu karena sebelumnya polisi menerima laporan IM (29) seorang ibu rumah tangga yang sudah diperdayai Hadi.

IM yang menderita sakit kista dan berobat ke Hadi, sempat disetubuhi pelaku di Hotel Bumi Wiyata, di Jalan Margonda, Depok, Senin (7/7/2014) sore. Selain itu, Hadi juga meminta uang Rp 5 Juta kepada IM sebagai mahar, namun IM baru memberikan Rp 1 Juta.

Kapolresta Depok Kombes Pol Ahmad Subarkah menuturkan diduga korban Hadi mencapai puluhan orang. Sebab, Hadi sudah mulai berpraktik lebih dari setahun. Karenanya, kata Ahmad, pihaknya masih menginventarisir jumlah sebenarnya korban penipuan yang dilakukan pelaku. Sampai, Minggu (13/7/2014), kata Ahmad diketahui sudah ada 13 orang korban Hadi. Mereka adalah 6 perempuan dan 7 pria.

“Kami duga korbannya masih ada lagi. Karenanya masih kami kembangkan kasus ini,” kata Ahmad.

Ia mengatakan kepada para korban perempuan, Hadi biasanya mencabulinya mulai dari menyetubuhi hingga menggerayanginya.

“Korban perempuan biasanya dilecehkan oleh pelaku dengan tipu dayanya,” kata Ahmad.

Dengan berlagak sebagai ahli pengobatan alternatif, Retno Hadi Saputra berhasil menyetubuhi korbannya IM (29) seorang ibu rumah tangga, di Hotel Bumi Viyata, di Jalan Margonda, Depok, Senin (07/07/2014) sore.

Bukan itu saja, Hadi, menipu IM dengan menerima imbalan atau mahar awal dari aksi pengobatannya sebesar Rp 1 Juta. Merasa sudah diperdayai dimana penyakit kista yang dideritanya tidak juga sembuh, IM lalu melaporkan peristiwa yang dialaminya ke Mapolresta Depok, Selasa (8/7/2014) malam, dengan didampingi suaminya M. Nomor laporan tercatat dalam LP/1472/K/VII/2014/PMJ/RD, tertanggal 8 Juli 2014.

Syarat neko-neko

Wakapolresta Depok, AKBP Irwan Anwar menjelaskan berdasar dari laporan korban, pihaknya langsung membekuk pelaku di rumah kontrakannya di Beji, Depok, Selasa (08/07/2014) malam.

“Pelaku kami amankan dan masih kami dalami kasusnya,” kata Irwan beberapa waktu lalu. Irwan menjelaskan modus yang dilakukan pelaku adalah dengan mengaku sebagai ahli pengobatan alternatif. Namun nyatanya, kata Irwan, pelaku menyetubuhi korbannya yakni IM yang tengah menderita kista. “Persetubuhan dikatakan oleh pelaku sebagai syarat pengobatan agar penyakit korban sembuh. Selain itu pelaku meminta mahar uang tunai sebesar Rp 5 juta sebagai syarat lain. Namun korban baru memberikan sebesar Rp 1 Juta,” papar Irwan sebagaimana dilansir Tribunnews.

Irwan menuturkan peristiwa tersebut berawal saat Minggu (06/07/2014) lalu, pelaku mengirim pesan singkat kepada korban yakni IM, bahwa dirinya siap melakukan pengobatan kista yang diderita korban. “Pelaku mengajak korban bertemu di Hotel Bumi Viyata di Jalan Margonda, Kemiri Muka, Depok, keesokan hari atau hari Seninnya,” kata Irwan.

Ritual aneh

Keesokan harinya, Senin (7/7/2014) sore sekira pukul 15.00 WIB, IM bertemu dengan Hadi di hotel tersebut. Di dalam kamar, kata Irwan, pelaku dengan tipu muslihatnya berlagak melakukan pengobatan terhadap korban dengan tata cara ritual tertentu.

“Pelaku mengangkat tangannya di atas tubuh korban, saat itu pelaku mengatakan itu adalah cara untuk mengangkat penyakit dari tubuh korban. Namun di balik pengobatan tersebut, pelaku mempunyai niat lain yakni hendak menyetubuhi korban,” kata Irwan.

Untuk melaksanakan niatnya menyetubuhi korbannya, kata Irwan, pelaku lalu mengatakan kepada korban bahwa sebagai syarat penyembuhan, ia harus menyetubuhi IM.

“Padahal itu hanya tipu muslihat pelaku saja, untuk melampiaskan nafsunya dan melaksanakan niat buruknya,” kata Irwan.

Mahar

Menurut Irwan, setelah berhasil menyetubuhi korbannya, Hadi lalu meminta mahar pengobatan yakni uang tunai sebesar Rp 5 Juta. Lagi-lagi, kata Irwan, pelaku mengatakan uang Rp 5 Juta itu sebagai salah satu syarat penyembuhan.

“Korban menyetujui dan diberikan Rp 1 Juta terlebih dahulu. Sementara sisanya sebanyak Rp 4 juta akan diberikan kemudian,” kata Irwan.

Setelah kejadian itu, korban IM merasa curiga dengan perbuatan dan ritual pengobatan yang dilakukan pelaku. Ia lalu menceritakan hal tersebut kepada suaminya.

“Mereka akhirnya merasa sudah tertipu dan terperdaya oleh pelaku. Korban bersama suaminya lalu melaporkannya ke polisi, Selasa malam,” kata Irwan. Menurut Irwan setelah dilakukan penyelidikan, pihaknya langsung membekuk pelaku di rumah kontrakannya di Depok.

Berikan komentar

Komentar spam, kami hapus. Terima kasih.