KPU: Joko Widodo – Jusuf Kalla pemenang Pilpres 2014

menang aja umuk kalah aja ngamukKetua KPU Husni Kamil Manik menyatakan calon presiden Joko Widodo dan calon wakil presiden Jusuf Kalla sebagai pemenang Pilpres 2014. Mereka memperoleh 70.997.833 suara atau 53,15 persen. Sementara itu kubu Prabowo sedang mengusahakan bagaimana caranya mengubah hasil Pilpres yang diumumkan KPU tersebut.

Jumlah total untuk pasangan nomor urut 1 capres Prabowo Subianto memperoleh 62.576.444 suara atau 46,85 persen, sedangkan pasangan nomor urut 2 capres Joko Widodo memperoleh 70.997.833 suara atau 53,15 persen dari total suara sah 133.574.277.

Ketua KPU memastikan semua saksi menerima dan Bawaslu pun tidak mempermasalahkan penetapan KPU tersebut. Adapun saksi dari pasangan capres Prabowo Subianto dan cawapres Hatta Rajasa tidak hadir dalam penetapan hasil Pilpres 2014 ini. Sementara pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla hadir dalam penetapan itu.

Ketua KPU kemudian membacakan keputusan KPU terkait rekapitulasi pemungutan suara Pilpres 2014. “Rapat pleno terbuka KPU pilpres dinyatakan ditutup, selanjutnya kami akan memulai rapat pleno penetapan capres dan cawapres terpilih,” kata Husni Kamil Manik.

Berusaha ubah

Sementara itu tim hukum pemenangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa kini sedang mencari cara untuk mengubah keputusan KPU tersebut. Anggota Tim Hukum Prabowo-Hatta, Mahendradatta, mengatakan keputusan tersebut diambil melalui proses yang tidak benar sehingga timnya tidak dapat menerima. Pasalnya, masih banyak kecurangan di berbagai daerah yang belum diselesaikan.

“Kita sedang mengeksaminasi dan mencadangkan hak kita untuk menyelesaikan proses pemilu. Kemana proses pemilu ini bisa diselesaikan? PTUN mungkin, dan lain sebagainya,” kata Mahendradatta di Rumah Polonia, Jakarta, Selasa (22/7/2014) malam seperti dilansir Kompas.

Yang jelas, menurut dia cara yang akan ditempuh tidak akan melalui Mahkamah Konstitusi. Pasalnya, kata dia, saat ini pihaknya mempermasalahkan proses yang terjadi di Pemilu, bukan hasilnya. “Sementara MK hanya menerima gugatan hasil pemilu, bukan proses pemilu,” ujarnya.

Jika telah ditemukan cara untuk menggugat proses pemilu yang bermasalah, dia berharap akan diadakan pemungutan suara ulang oleh KPU. Dengan begitu, suara yang diraih kedua pasangan bisa berubah, begitu pula keputusan KPU yang telah ditetapkan malam ini.

 Bersorak gembira

Relawan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla yang tergabung dalam relawan Jenggala Center serentak menyanyikan lagu “Indonesia Raya” saat Ketua KPU menetapkan pasangan nomor urut dua tersebut sebagai pemenang Pemilu Presiden 2014.

“Indonesia tanah airku, tanah tumpah darahku…,” demikian alunan lagu “Indonesia Raya” yang dinyanyikan dengan lantang oleh sekitar 100 relawan saat melakukan nonton bareng penetapan pemenang Pilpres 2014, di Jenggala Center, Jalan Jenggala II, Senopati, Kebayoran Baru, Jakarta, Selasa (22/7/2014) malam.

Anggota pemenangan Jokowi-JK, Poempida Hidayatullah, yang hadir dalam acara tersebut mengucapkan selamat kepada Jokowi-Kalla. Dia berharap di dalam kepemimpinan Jokowi-Kalla, Indonesia akan menjadi bangsa yang maju ke depannya.

“Selamat kepada Pak Jokowi dan ayahanda Jusuf Kalla. Pak Jusuf Kalla panutan saya dari dulu, saya loyalisnya beliau. Insya Allah harapan untuk mendapatkan Indonesia yang lebih baik bisa terealisasi ke depan,” ujar Poempida.

1 Comment

  1. Selamat kepada Bpk Joko Widodo dan Bpk Jusuf Kalla yang telah terpilih dan bersedia menerima amanah dari rakyat, dan berharap rakyat Indonesia diberi ruang lebih besar untuk meningkatkan taraf hidup dan martabatnya dan buat KPU terimakasih telah mengawal suara rakyat hingga akhir……

Komentar spam, kami hapus. Terima kasih.