Duh! Gubernur Riau dipolisikan karena cabuli warganya

Wide Wirawaty (38), putri tokoh pendidikan Riau dan mantan anggota DPD RI Soemardi Thaher, melaporkan Gubernur Riau Annas Maamun ke Polisi. Wide mengaku dicabuli gubernur berusia 74 tahun ini di rumah pribadinya.

 

Duh! Gubernur Riau dipolisikan karena cabuli warganya
Gubernur Riau Annas Maamun/riau.go.id

 

Soemardi mengungkapkan, selama ini putrinya, Wide, mempunyai kegiatan di Pemprov Riau. Antara lain sebagai tutor kepala pada pelatihan bahasa inggris untuk eselon II dan III di bawah lembaga pendidikan “Wide School”.

Setelah beberapa bulan Annas menjabat gubernur, Wide menghadap untuk membawa proposal kegiatan pelatihan dan seminar. Menurut dia, respons Annas sangat positif untuk mendukung kegiatan itu, dan bahkan menjanjikan akan mengangkat Wide sebagai staf khusus gubernur.

“Dia (Annas) seyogyanya menjadi tumpuan utama bagi hak dan perlindungan perempuan. Saya bilang ke anak saya, buka lebar-lebar apa yang terjadi,” ujar mantan anggota DPD RI periode 2004-2009 ini seperti dikutip Antara.

Wide melaporkan kasus pelecehan seksual ini ke Bareskrim Polri pada 27 Agustus 2014 dengan laporan polisi Nomor LP/797/VIII/2014/Bareskrim.

Dalam kronologi yang dilampirkan dalam laporan ke polisi, Wide mengungkapkan peristiwa pelecehan terjadi pada hari Jumat (30/5). Saat itu, Wide menghadap gubernur menjelang salat Jumat untuk mengurus kepastian administrasi seminar.

Namun karena waktu yang mepet, urusan tersebut tidak selesai dan Annas meminta korban datang ke rumah pribadinya di Jalan Belimbing, Pekanbaru.

Wide mengaku tidak ada perasaan lain sedikit pun karena merasa Annas adalah seorang gubernur yang memegang amanah. Saat tiba di rumah tersebut, korban diterima oleh seorang laki-laki yang merupakan pembantu rumah tangga Annas.

Annas dan Wide berbicara di ruang tamu untuk memperlihatkan surat-surat yang belum sempat diteken gubernur pada pertemuan sebelumnya. Korban sempat engambil pena di mobilnya untuk keperluan tanda-tangan.

Namun saat akan masuk ke rung tamu lagi, pembantu Annas memintanya untuk naik ke lantai atas. Di ruangan atas, Annas mengeluarkan uang Rp 10 juta dari kaus kakinya yang katanya untuk keperluan acara yang sedang digagas Wide.

Saat korban hendak pamit, Annas mendekatinya dan mengatakan ada rumah kosong di belakang rumahnya. Korban yang penasaran dengan maksud sang gubernur kemudian diajak oleh Annas ke sebuah kamar.

Wide mengaku tidak ada perasaan apa pun karena mengira Annas akan menjelaskan masalah kamar kosong itu. Namun, setelah keduanya di dalam kamar, Annas langsung membuka resleting celananya.

Korban mengaku terkejut namun tangan kanannya langsung ditarik oleh Annas dengan paksa dan diarahkan untuk memegang bagian terlarang tubuh gubernur.

Karena korban marasa tidak nyaman dan takut akan dipaksa untuk melakukan hal yang tidak senonoh, Wide mengalihkan Annas dengan mengatakan ada orang yang naik ke lantai atas.

Ketika Annas ke luar kamar untuk memeriksanya, korban langsung mencuci tangganya di wastafel di wc kamar dan langsung ke luar Wide sempat berpapasan dengan Annas dan berpamitan.

Dalam surat pernyataannya, korban mengatakan perasaan ternoda terus menghantuinya. Dia tidak menyangka seorang gubernur tega melakukan pelecehan seksual.

Berikan komentar

Komentar spam, kami hapus. Terima kasih.