Garuda bantah pilotnya meninggal di dalam pesawat, ini penjelasan kronologinya

Pilot pesawat Garuda Indonesia dikabarkan meninggal di dalam pesawat saat sebelum dilakukan pendaratan. Namun kabar tersebut dibantah PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA). (Berita sebelumnya: Pilot Garuda meninggal di pesawat sebelum pendaratan)

Pesawat Garuda Indonesia. (Wikipedia)
Pesawat Garuda Indonesia. (Wikimedia)

Pihak Garuda Indonesia sebagaimana dikutip TribunNews langsung mengklarifikasi terkait pemberitaan meninggalnya salah satu pilot Garuda Indonesia GA-4032 dalam penerbangan dari Lombok ke Bima.

Jika sebelumnya kabar yang beredar menyebutkan bahwa Kapten Rhamdanto Purnama meninggal dunia di pesawat sebelum melakukan pendaratan, namun Garuda memastikan sang pilot meninggal di rumah sakit.

Pujobroto, VP Corporate Communications Garuda Indonesia, menegaskan tidak benar pilot tersebut meninggal di dalam pesawat. “Kapten Rhamdanto dinyatakan meninggal di rumah sakit Sari Farma setelah menjalani pemeriksaan dan perawatan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (31/08/2014).

“Garuda Indonesia akan menerbangkan Capt. Rhamdanto besok pagi ke Jakarta untuk pelaksanaan proses penguburan jenazah,” kata Pujo.

Nah ini dia kronologi meninggalnya Kapten Rhamdanto versi Garuda Indonesia:

1. Pilot Capt. Rhamdanto bertugas menerbangkan pesawat GA-4034 dari Lombok menuju Bima dalam dalam keadaan sehat (fit untuk terbang).

2. Pukul 14.00 WITA pesawat GA-4032 mendarat di Bima dalam keadaan normal.

3. Pukul 14.10 WITA setelah pesawat parkir di parkir stand bandara, Pilot menyampaikan bahwa dia merasa kurang sehat dan minta diantar ke rumah sakit.

4. Pada pukul 14.15 WITA pilot masih dapat berjalan dari pesawat menuju mobil dan diantar oleh petugas ke rumah sakit (klinik rawat inap) Sari Farma.

5. Pukul 14.45 WITA Capt. Rhamdanto tiba di rumah sakit.

6. Setelah menjalani pemeriksaan dan perawatan selama kurang lebih 45 menit, dokter yang merawat, Dr. Irma S.pd, menyampaikan bahwa Capt Rhamdanto tidak tertolong dan dinyatakan meninggal pada pukul 15.30 WITA.

Sebelumnya sempat diberitakan, pilot pesawat Garuda Indonesia GA-4032, Kapten Rhamdanto, meninggal dunia di pesawat sebelum melakukan pendaratan. Namun kopilot berhasil mendaratkan pesawatnya dengan selamat. Kabar inilah yang coba diklarifikasi oleh manajemen Garuda Indonesia.

Pesawat yang mengangkut 70 penumpang itu terbang dari Bandara Internasional Lombok menuju Bandara Sultan Salahudin, Bima, Nusa Tenggara Barat, pada pukul 14.45 WIT, Ahad, 31 Agustus 2014. Sekitar 15 menit sebelum mendarat, kopilot Stenly memberitahukan bahwa kapten pilot mengalami sesak napas. Pemberitahuan itu sekaligus meminta izin untuk pendaratan dengan satu pilot.

Berikan komentar

Komentar spam, kami hapus. Terima kasih.