serangan jantung
in

Berat badan naik pasca Puasa & Lebaran? Sebab, akibat dan pencegahannya…

Berat badan yang bertambah seringkali terjadi pada sebagian besar orang akibat dari menu makanan yang semakin melimpah pada saat Lebaran. Berat badan yang semakin bertambah tentunya dapat mengakibatkan munculnya beberapa risiko penyakit yang akan terus mengintai.

Ahli jantung dari RS Jantung Harapan Kita, dr Isman Firdaus, SpJP-FIHA, mengatakan bahwa berat badan yang semakin bertambah setelah leberan dapat mengakibatkan terjadinya penyempitan saraf, sakit jantung, serta berhentinya napas saat tidur.

Menurut dr Andra Azwar, SpPD, dari RS Royal Taruma Jakarta, diabetes juga dapat menjadi sebuah ancaman bagi mereka yang mempunyai berat badan berlebih. Ia menambahkan bahwa makanan lebaran mempunyai kolesterol dan kadar gula yang tinggi, sehingga dapat menyebabkan munculnya berbagai penyakit seperti serangan jantung, diabetes, kolesterol, dan terjepitnya saraf.

Bagi seseorang yang mempunyai kelebihan berat badan, dr Isman memberi saran agar kadar gula, kolesterol, dan tekanan darah dapat terus dipantau dan dijaga keseimbangannya. Ia menambahkan bahwa untuk menjaga kadar kolesterol agar tidak lebih dari 5 mmol atau kurang dari 190 mg/dl, maka kadar gula juga sebaiknya tidak lebih dari 3 mmol atau kurang dari 115 mg/dl dengan tekanan darah kurang dari 140 mmHg.

Untuk mengurangi berat badan, dr Isman memberi tips dengan berjalan kaki sejauh 3 km dalam waktu 30 menit tiap 3 kali seminggu. Kemudian mengkonsumsi 5 porsi sayur dan buah yang bervariatif. Makan buah pada siang dan sore hari juga jangan sampai lupa. Pada malam hari, usahakan lah untuk mengkonsumsi sayuran dengan memilih sayuran yang beraneka macam pada setiap waktunya.

Selain hal tersebut, dr Andra juga menyarankan agar makanan yang dikonsumsi tetap dapat dijaga sehingga makanan yang masuk ke dalam perut tidak terlalu banyak. Jika kue-kue Lebaran tetap ingin dikonsumsi, maka sebaiknya mengkonsumsinya sepotong atau dua potong saja. Kemudian dapat diimbangi dengan aktivitas fisik, seperti olahraga.

Kaitannya dengan puasa

Berpuasa pada bulan Ramadhan seringkali menjadi salah satu cara yang mudah dilakukan untuk membuat berat badan semakin turun. Namun terkadang setelah lebaran, berat badan justru kembali naik padahal saat sebulan berpuasa berat badan sudah mulai turun dengan mudah.

Dalam kaitan ini, Mochamad Aldis Rusliadi, SKM, yang merupakan seorang ahli gizi mengatakan bahwa berat badan yang naik turun pada saat berpuasa dapat dikatakan sebagai diet yoyo, yaitu berat badan yang mengalami perubahan secara fluktuatif. Saat diet yoyo Anda alami, maka naik turunnya berat badan menjadi perlu untuk Anda perhatikan.

Menurut Aldis, diet yoyo masih dalam tahap standar dan tidak berisiko jika berat badan yang naik dan turun masih berada pada kisaran 2 kg. Namun, Anda perlu berhati-hati jika naik turunnya berat badan lebih dari 2 kg karena hal tersebut dapat menyebabkan beberapa risiko seperti berat badan yang menjadi semakin bertambah dan berakhir dengan kegemukan, hingga dapat menyebabkan terjadinya risiko penyakit jantung koroner.

Menurut Aldis, orang-orang sering menganggap bahwa berat badan mereka turun saat menjalani puasa karena massa lemak yang juga turun, padahal kenyataannya yang turun bukan lah massa lemak melainkan massa otot. Hal tersebut dapat terjadi karena pada saat berpuasa tidak ada cadangan makanan yang diambil dari massa otot. Oleh karena itu, berpuasa seharusnya diimbangi dengan melakukan olahraga.

dr Titi Sekarindah, MS, SpGK, yang merupakan dokter gizi dari RS Pertamina menjelaskan bahwa kita telah terbiasa mengkonsumsi asupan kalori dalam jumlah sedikit saat puasa, sehingga metabolisme tubuh akan semakin melambat (flow). Setelah memasuki lebaran, kita mulai terbiasa untuk makan dalam jumlah banyak dalam artian makan teratur sudah bisa dilakukan. Setelah puasa dan lebaran, olahraga biasanya sudah tidak sempat dilakukan lagi sehingga metabolisme akan berjalan dengan tidak sempurna dan makanan pun akan menjadi mudah untuk disimpan dalam bentuk lemak.

Dokter Titi menambahkan, selain hal tersebut, makanan dengan kalori tinggi juga biasanya banyak tersedia pada saat lebaran seperti kue dengan gula tinggi, kacang-kacangan, serta rendang atau opor yang mengandung santan. Sehingga banyak orang yang sering balas dendam saat lebaran karena selama bulan puasa tidak dapat mengkonsumsi banyak makanan. Hal tersebut lah yang menjadi penyebab berat badan seringkali naik setelah bulan puasa berakhir.

Aldis juga menambahkan jika berat badan seseorang menjadi naik setelah puasa karena setelah ditahan selama sebulan, seseorang biasanya akan makan dalam jumlah yang lebih banyak. Makan dalam jumlah lebih banyak ini lah yang akan mengakibatkan kemungkinan terjadinya shock glucose yang lebih besar dibandingkan yoyo diet. Nah, Shock glucose itulah yang akan menyebabkan tubuh menjadi shock karena lemak dan gula tidak banyak yang masuk ke tubuh pada saat menjalankan ibadah puasa, sedangkan ketika Idul Fitri makanan tentunya akan sangat banyak. Hal inilah yang bisa menyebabkan tubuh mengalami gangguan karena makanan menjadi tidak dapat direspon oleh tubuh dengan normal.

Oleh karena itu, Anda disarankan untuk tetap melakukan olahraga serta mengkonsumsi sayur dan buah segar pada saat lebaran agar jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh menjadi sangat berkurang. Dan jumlah asupan buah yang Anda konsumsi juga harus dibatasi dengan cukup tiga buah dalam sehari, seperti apel atau pir. Buah yang mempunyai kandungan glukosa atau kalori tinggi seperti mangga juga harus dihindari.

Diet saat puasa?

Ahli gizi menjelaskan bahwa melakukan diet sebagai penurunan berat badan juga dapat dijalankan meski sedang melaksanakan ibadah puasa. Berat badan yang ideal pun dapat diperoleh dengan pola makan berbuka puasa dan sahur yang sehat dan juga teratur.

Namun, Rita Ramayulis, DCN, MKes yang merupakan dosen jurusan Gizi Poltekkes II Jakarta, menjelaskan bahwa berat badan yang telah susah payah diturunkan selama berpuasa tak jarang akan menjadi bertambah setelah lebaran. Hal tersebut dapat terjadi karena tubuh tidak memiliki alasan yang kuat lagi untuk tidak makan sehingga akibatnya nafsu makan menjadi semakin meningkat.

Rita mengatakan bahwa saat sedang tidak menahan diri untuk makan karena alasan agama, maka semua sel di dalam tubuh akan meminta zat gizi dengan bebas. Dampak yang diberikan karena hal tersebut adalah meningkatnya nafsu makan. Beberapa tips yang dapat Anda lakukan agar badan tidak kembali naik setelah berakhirnya lebaran adalah sebagai berikut.

  1. Jangan Diet Terlalu Ketat

Menurut Victoria, diet yang terlalu ketat pada saat bulan puasa justru hanya akan menyebabkan munculnya nafsu balas dendam ketika Lebaran dan juga setelahnya. Karena emosional eating yang sebelumnya terpendam saat puasa dapat menjadi lepas kendali akibat melihat makanan yang begitu banyak tersedia. Rita menyarankan agar emotional eating dapat dikendalikan. Dalam melakukan diet juga jangan terlalu ketat, berat badan yang turun maksimal hanya 4 kg saja sehingga saat bulan puasa selesai, tidak akan membuat nafsu makan menjadi semakin meningkat.

  1. Jeda 1 Jam Sebelum Nambah

Saat lebaran, godaan seringkali datang karena berbagai hidangan menu favorit seperti rendang, opor, sayur tahu, hingga ketupat. Namun hidangan tersebut lah yang menjadi penyebab terbesar berat badan menjadi kembali naik setelah lebaran.

Leona mengatakan bahwa saat lebaran bukan berarti tidak boleh mengkonsumsi makanan tersebut, namun porsinya lebih baik dikurangi dan diberi waktu jeda jika ingin menambah piring. Ia kembali menegaskan bahwa waktu jeda saat ingin menambah dari makan sepiring nasi ke piring nasi berikutnya minimal adalah 1 jam. Dengan memberi jeda tersebut, maka nafsu makan diharapkan sudah mulai hilang.

  1. Perbanyak Konsumsi Buah

Rita mengungkapkan bahwa salah satu cara agar nafsu makan menjadi tidak berlebihan adalah dengan mengkonsumsi buah. Rita mengatakan bahwa buah utuh yang dipotong memiliki serat yang tinggi dan bersifat netral atau tidak mempunyai kandungan glukosa yang berlebihan. Ia menambahkan bahwa yang perlu diingat adalah mengkonsumsi buah potong sebagai menu penyeimbangnya, bukan dari jus maupun sari buah. Cara mengkonsumsi buah potong adalah dengan memakannya terlebih dahulu misalnya 2 porsi buah utuh, kemudian baru Anda mengkonsumsi menu yang utama. Dan sebagai makanan penutup harus diseimbangkan lagi dengan makan buah – buahan.

  1. Minum Air Putih Sebelum Makan

Leona Victoria Djajadi, BSc, MND seorang Ahli gizi alumni dari University of Sydney menjelaskan bahwa cara yang paling mudah untuk mencegah berat badan agar tidak kembali naik setelah lebaran adalah dengan membuat keadaan pada lambung agar sedikit terisi. Tipsnya sangat lah mudah dan murah, Anda hanya perlu minum air putih sebelum makan.

Wanita yang sering dipanggil dengan Victoria ini menyarankan untuk  minum air atau teh sesering mungkin karena signal haus mungkin saja telah disalah artikan sebagai signal lapar atau juga bisa dengan minum segelas air putih saat mulai makan. 

  1. Atur Porsi Makan

Rita menjelaskan bahwa badan sebenarnya tidak akan melar setelah berakhirnya puasa jika diet yang dijalankan benar – benar dilakukan secara sehat dan benar. Hal tersebut dapat terjadi karena tubuh telah terbiasa tidak mengkonsumsi makanan pada siang hari sehingga mengakibatkan nafsu makan menjadi berkurang.

Namun ada baiknya pola porsi makan kembali Anda atur untuk berjaga – jaga. Pola porsi makan yang baik menurut Victoria adalah 1/2 piring khusus untuk sayur, 1/4 piring nasi, 1/4 piring lauk seperti ayam, ikan, dan lain sebagainya. Jika setelah makan Anda masih merasa lapar, maka minum lah air putih kemudian ditutup dengan mengkonsumsi buah.

Ditulis oleh Munzalan Mubarakan

Simomot adalah situs informasi bermanfaat untuk keluarga Indonesia. Kami menyajikan info seputar bayi dan balita, bisnis, dan rumah tangga.

Comments

Komentar spam, kami hapus. Terima kasih.

Loading…

0

Diskusi

0 comments

Kecelakaan Lebaran 2015

Rukun Sayur kecelakaan di Tol Palikanci, ini foto dan daftar korban tewas

meniruskan pipi

Tips meniruskan pipi chubby alias tembem