Detik-detik mengerikan banjir di Garut dan foto-fotonya

Banjir bandang melanda wilayah Kota Garut, Jawa Barat setelah hujan deras yang mengguyur sejak Selasa (20/09/2016) malam sekitar pukul 21.00 WIB. Banjir ini menyebabkan 16 orang tewas dan sejumlah orang lainnya hilang.


Seperti Tsunami

Banjir bandang ini terlihat sungguh mengerikan. Hal itu diungkapkan sejumlah warga yang tinggal di dataran tinggi.

“Saya lihat jelas seperti ombak tsunami, besar sekali. Saya posisinya di atas di Jalan Cimanuk ini. Banjir langsung ke dataran rendah di sekitaran Tarogong Kidul, tepatnya ke arah rumah sakit,” kata salah seorang pedagang mi ayam keliling yang berdagang tengah malam di sekitar Jalan Cimanuk, Fikri Imanudin (36), Rabu (21/09/2016). (Baca juga Daftar lengkap nama 20 korban banjir di Garut yang meninggal dan hilang )

“Di sana kan lokasi permukimannya di bawah dan samping Sungai Cimanuk persis. Jembatan Sungai Cimanuk ini ke dasar sungai itu ada sekitar 15 meter dan luas. Terbayang kan air meluapnya sangat besar. Kalau ke atas cuma cipratannya saja, tetapi tetap ada air besar masuk ke jalan atas ini,” lanjut Fikri sebagaimana dilansir Kompas.

Saat kejadian, Fikri mengaku sedang berada di sekitar perempatan Cimanuk atau tak jauh dari jembatan Cimanuk arah RSUD dr Slamet dan Kantor Bupati Garut. Ia mengaku kaget saat melihat gumpalan air besar menutup jembatan dan jalan menuju RSUD Garut yang posisinya menurun atau di bawah Jalan Cimanuk.

Daerah itu merupakan kawasan padat penduduk dan dihuni ribuan warga sampai ke arah kantor bupati.

“Ke arah selatan itu lembah. Jadi, daerah yang terbelah Sungai Cimanuk di kawasan kota posisinya lembah dan di bawah daripada daerah lain di Garut. Itu daerah Tarogong Kidul,” ujarnya.

Fikri mengaku ketakutan dan memilih mencari orang lain untuk melihat momen ketika jalan, rumah, dan bangunan lain diterjang banjir. Padahal, sebelumnya, kawasan itu ramai arus lalu lintas, meski tengah malam. Area ini sering kali macet pada siang hari.

“Kalau siang hari di lokasi ini macet sekali. (Arus lalu lintas di) jalur yang sekarang jadi hancur ini (biasanya) padat. Malam tadi kawasan ini seperti danau, tertutup air,” katanya.

Saksi mata lainnya, Deni (54), asal Cidaun, Garut, mengaku sedang melintas di perempatan Cimanuk, Garut, malam tadi. Ia panik karena melihat kawasan yang sehari-harinya penuh sesak oleh warga dan arus lalu lintas yang macet itu kini sudah tertutup air yang meluap dari Sungai Cimanuk yang membelah kawasan perkotaan Garut.

“Saya mah tak tahu malam tadi harus bagaimana. Di sini itu sudah seperti laut, Pak,” ujarnya.

Sampai sekarang area di Kota Garut arah Kantor Bupati via Jalan Cimanuk lumpuh. Pencarian korban masih dilakukan pasca-banjir bandang malam tadi. Para korban yang meninggal dan terluka langsung dibawa ke RSUD dr Slamet, Garut, dan ditempatkan di lantai dua karena khawatir banjir susulan akan terjadi kembali.

Jumlah Korban

Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat, Haryadi Wargadikarta mengatakan banjir bandang ini menewaskan belasan orang. Jumlah itu kemungkinan masih bertambah.

“Korban dikhawatirkan bisa bertambah. Tapi sejauh ini yang sudah ditemukan tewas, 16 orang. Yang hilang masih didata, juga yang luka,” ujar Haryadi yang berada di lokasi bencana.

Ditambahkannya, yang terkena dampak sekitar 500 keluarga di tujuh kecamatan.

Pada Rabu (21/9), air sudah surut. Namun, ratusan relawan dan petugas penyelamat dan bantuan dari berbagai lembaga terus melakukan pencarian dan penyelamatan korban.

Menurut Haryadi, banjir bandang terjadi akibat hujan yang turun sejak Selasa (20/9) dalam intensitas tinggi dan berdurasi panjang, ditambah tingginya tingkat kerentanan tanah.

“Banjir bandang terjadi menjelang tengah malam, di Kecamatan Tarogong Kidul terutama, di daerah aliran sungai Cimanuk. Jadi air sungai Cimanuk itu meluap, langsung menghantam pemukiman sekitar. Ketinggiannya 1,5-2 meter. Banyak yang sampai melewati atap rumah penduduk,” ujar Haryadi sebagaimana dilansir BBCNews.

“Sekarang sudah surut, ribuan warga yang semula mengungsi, kebanyakan kembali untuk membersihkan rumah masing-masing yang dipenuhi lumpur, dibantu relawan dan petugas berbagai instansi,” tambah Haryadi.

Selain di Garut, banjir dan longsor akibat hujan deras itu juga terjadi di Kabupaten Sumedang yang bertetangga. Disebutkan, penduduk tetap harus waspada karena ada kemungkinan hujan deras kembali turun. Selain sungai Cimanuk, sungai lain Cikamuri yang berada di wilayah itu, juga meluap.

Di tempat lain, menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), terjadi longsor di Desa Cimareme, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, pada Selasa (20/9) menjelang tengah malam.

“Longsor menimbun dua rumah, dan dua orang ditemukan tewas. Dua orang lagi masih dicari, dicemaskan tertimbun longsor,’ kata Sutopo Purwo Nugroho, juru bicara BNPB.

Banjir bandang mengerikan di Garut ini membuat banyak netizen meramaikan hastag #PrayForGarut di Twitter. Dan ini dia foto-fotonya!

banjir-garut-6

banjir-garut-7

banjir-garut-9

Berikan komentar

Komentar spam, kami hapus. Terima kasih.