Kisah pria AS tertular virus Zika dari air mata ayah yang terinfeksi

Seorang pria asal Utah, Amerika Serikat, tertular virus Zika secara misterius dari ayahnya yang terinfeksi. Diperkirakan, pria tersebut tertular virus Zika setelah menyentuh air mata dan keringat ayahnya.

Para ilmuwan setempat memperkirakan cara transmisi yang tidak biasa itu kemungkinan karena sang ayah diserang virus 100.000 kali lebih dari infeksi umumnya. Para peneliti di University of Utah juga tidak dapat memberikan jawaban yang pasti mengapa hal demikian bisa terjadi.

Sang ayah yang telah berusia 73 tahun tercatat mengidap kanker prostat delapan bulan sebelum kematiannya Juni lalu. Kepala divisi penyakit menular di University of Utah Health Care, Dr Sankar Swaminathan mengatakan, terapi radiasi dan terapi anti-androgen yang dijalani diduga membuat virus yang menginfeksi lebih mudah bereplikasi.

Tapi dokter mengatakan kanker dan pengobatan tidak sepenuhnya menjelaskan mengapa pria itu bisa terinfeksi sedemikian parahnya. Infeksi tersebut didapatkan setelah ia kembali dari perjalanan tiga minggunya ke pantai barat daya Meksiko, negara asal yang ditinggalkannya pada 2003.

Di Meksiko, ia diketahui makan ceviche (ikan mentah) dan telur penyu rebus juga pergi memancing di laut. Tanpa disadari, ia dan anggota keluarga lainnya digigit nyamuk Aedes aegypti, yang membawa virus Zika dan membuat beberapa di antara mereka terinfeksi.

Putranya yang berusia 38 tahun menjadi sakit lima hari setelah mengunjungi ayahnya di rumah sakit dan didiagnosa dengan Zika. Setelah pulih, ia meminta izin kepada dokter untuk membantu perawat merawat ayahnya, seperti membantu menyeka mata sang ayah tanpa sarung tangan.

Tak satu pun dari perawat atau dokter yang merawat ayahnya menjadi sakit, begitu juga anggota keluarga lainnya yang turut menemani. Sementara, para pejabat kesehatan dan peneliti yang menguji nyamuk di wilayah Salt Lake City dan tidak menemukan nyamuk yang terinfeksi Zika.

Setelah temuan ini, Dr Swaminathan mengatakan bahwa tidak berarti orang yang mengunjungi daerah epidemi Zika perlu memakai sarung tangan sepanjang waktu. Mereka percaya transmisi jarang terjadi terutama karena hanya kebetulan pria tua tersebut memiliki jumlah virus yang banyak.

“Tidak ada risiko tertular dari berjabat tangan dengan orang yang memiliki infeksi Zika,” kata Swaminathan, dikutip dari Dailymail, Jumat (30/9/2016). Kasus ini dilaporkan dalam New England Journal of Medicine.

Berikan komentar

Komentar spam, kami hapus. Terima kasih.