Penjelasan pakar Fengshui tentang mitos rumah tusuk sate dan solusinya

Sering ditimpa musibah, angker, sial, dan mengandung hawa panas. Begitulah mitos mengenai rumah tusuk sate yang hingga saat ini masih dipercaya banyak masyarakat Indonesia. Akibatnya beberapa orang sampai takut jika harus tinggal di dalamnya.

Apa itu rumah tusuk sate?

Tusuk sate sendiri bukanlah nama bentuk rumah melainkan lebih pada posisi atau letak sebuah rumah dibangun, yakni berada tepat di tengah lajur T atau pertigaan. Rumah memotong lajur pertigaan, sehingga jalan tersebut jadi buntu.

Untuk lebih jelasnya lihat gambar di bawah ini:

Rumah Tusuk Sate. (Mitos Jawa)
Rumah Tusuk Sate. (Mitos Jawa)
Posisi Rumah Tusuk Sate. (FotoRumahMinimalis)
Posisi Rumah Tusuk Sate. (FotoRumahMinimalis)

Sayangnya karena terlalu lama tertanam di kehidupan masyarakat, membuat mitos ini diyakini dengan betul. Padahal rumah yang berada di tusuk sate bisa juga membawa keberuntungan dengan metode yang tepat.

Aliran Chi

Pakar fengshui Mauro Rahardjo sebagaimana dikutip Liputan6 mengatakan bahwa, rumah tusuk sate memiliki aliran chi yang sangat kuat, sehingga setiap rumah memiliki penanganan yang berbeda. Rumah tusuk sate yang letaknya ada di bawah jalan, penanganan akan lebih sulit diatasi dibanding rumah yang posisinya di atas jalan.

Selain posisinya, penting juga untuk mengetahui kecocokan Anda dengan rumah tusuk sate. Jika Anda cocok dengan posisinya, aliran chi yang kuat akan memberikan Anda kesehatan, keuangan, dan keharmonisan keluarga.

Hitung kua

Untuk menghindari mitos yang beredar, alangkah baiknya jika Anda melakukan beberapa metode terlebih dahulu. Pertama, Anda bisa menghitung kua yang Anda miliki. Kua terbagi menjadi tiga, yaitu kua kuat, sedang, dan lemah. Kua kuat adalah 2, 5, dan 9; kua lemah 1, 6, 8; sementara kua sedang, yakni 3, 4, dan 7.

Jika Anda memiliki kua kuat, Anda sangat dianjurkan untuk menempati rumah yang berada di tusuk sate. Karena kua yang kuat dengan chi yang kuat akan menghasilkan keberuntungan untuk Anda dan keluarga.

Kedua, Anda juga bisa mengakali aliran chi yang masuk ke rumah. Anda bisa membuatnya menjadi lambat dengan menanam pohon di akses masuk rumah. Anda juga diharapkan untuk meninggikan tanah sebelum mendirikan rumah kira-kira 1,5 meter, sehingga bangunan lebih tinggi dari jalan. Ketiga, pintu masuk dibuat tidak langsung menghadap tusuk sate.

Cara menghitung kua

Untuk Laki-laki: angka 100 dikurangi dua angka terakhir tahun kelahiran, kemudian dibagi 9. Sisa dari hasilnya adalah angka kua.
Contoh:
laki-laki lahir tahun 1954.
100-54=46:9=5, sisa 1
Angka kua Anda adalah 1

Untuk Wanita: dua angka terakhir tahun kelahiran, dikurangi 4, kemudian hasilnya dibagi 9. Sisa yang didapat itulah angka kua.
Contoh:
wanita kelahiran 1955
55-4=51:9=5 sisa 6
Angka kua Anda

Alasan logis

Meskipun mitos-mitos tersebut masih diyakini, tetapi ada beberapa mitos yang bisa diterima akal sehat. Seperti mitos yang menyebutkan bahwa rumah tusuk sate menyebabkan penghuninya kurang sehat. Secara logis ini betul karena letaknya berhadapan langsung dengan jalan dan terpaan angin dari jalan ini biasanya sangat kencang serta seringkali membawa debu dari kendaraan yang melintas di depan rumah.

Seandainya rumah ini berada di area yang ramai dilalui kendaraan tentu saja akan semakin banyak debu yang masuk ke dalam rumah yang ujung-ujungnya berakibat kurang baik bagi kesehatan.

Selain kesehatan, faktor polusi suara juga bikin penghuni rumah tusuk sate kurang sehat secara psikologis. Karena berada di pertigaan jalan maka kebisingan di area tusuk sate biasanya lebih tinggi dibandingkan dengan rumah yang hanya dilalui oleh satu jalur kendaraan. Bayangkan saja kalau rumah ini berada di area permukiman yang padat lalu lintas dan kebetulan lampu merahnya tidak berfungsi dengan baik. Suara klason mobil yang bersahut-sahutan seolah menjadi back sound bagi lingkungan ini. Bagi mereka yang tidak terbiasa dengan keadaan ini, tentu saja tinggal di area tusuk sate cukup mengganggu.

Ada juga fakor keselamatan. Bayangkan saja kalau ada pengemudi kendaraan dengan kecepatan tinggi dan kurang berhati-hati, ada kemungkinan dia dapat menabrak rumah tersebut, terutama pada malam hari di mana penerangan lingkungannya masih sangat minim.

Berikan komentar

Komentar spam, kami hapus. Terima kasih.