bubinga
Kayu Bubinga. (Cookwoods)
in ,

Tiga kayu termahal di dunia dan kisaran harganya

 

Kayu hingga saat ini masih dijadikan bahan membuat berbagai keperluan, seperti furniture, potongan dekorasi, jendela, meja, pintu, peralatan masak, transportasi dan masih banyak lagi.

Kayu biasa diklasifikasikan menurut jenis dan sifat. Adapun sifat-sifat kayu di antaranya adalah bobot dan berat jenis, daya tahan, warna, tekstur, kesan raba, bau dan rasa, nilai dekoratif, kekerasan atau densitas.

Lantas jenis kayu apa saja yang paling mahal di dunia jika dinilai berdasarkan sifatnya? Nah, ini dia daftar lengkapnya sebagaimana dikutip dari MostLuxuriousList, Minggu (04/12/2016):

Dalbergia

Kayu Dalbergia. (Mongabay)
Kayu Dalbergia. (Mongabay)

Dalbergia adalah kayu yang diperoleh dari pohon Dalbergia. Pohon ini berukuran sedang, memiliki semak berbeda, dan juga memiliki subfamili terkenal dengan nama Fabricate.

Kayu dalbergia banyak diolah menjadi ukiran, furniture mewah, bantalan rel kereta api, bagian dari jembatan, dan yang paling terkenal adalah untuk pembuatan gitar akustik.

Di pasaran internasional harganya menembus Rp 1,8 juta per kilogramnya. Memang mahal, namun peminatnya sangat banyak.

Pohon ini banyak tumbuh di tempat-tempat, seperti Amerika Selatan, Afrika, Asia Selatan, dan Madagaskar. Kayu ini dihargai mahal karena hanya tumbuh di daerah tersebut sehingga sulit untuk membuatnya tersedia di seluruh dunia.

Kayunya menghasilkan wangi yang khas. Jenis dalbergia yang paling terkenal adalah rosewood, karena mengeluarkan aroma seperti bunga mawar ketika dipotong.

Bubinga

Kayu Bubinga. (Cookwoods)
Kayu Bubinga. (Cookwoods)

Sebagian besar pohon ini tersedia di hutan besar dan di samping danau atau sungai karena iklim di sana cocok untuk produksinya.

Pohon ini umumnya tersedia di Bangkok karena iklim yang dimiliki negara tersebut. Bubinga merupakan kayu terbaik yang digunakan untuk hampir semua tujuan, dan memberikan tampilan yang sangat mewah. Harganya antara Rp 5 – 6,5 juta per meter kubik.

BACA JUGA:  Rapat Partai Golkar versi Ical, penyusup serang Ngabalin

Kayu ini banyak digunakan untuk pembuatan alat musik seperti kecapi dan bass karena menghasilkan suara yang baik secara keseluruhan.

Kayu ini akan mengeluarkan aroma yang tidak sedap. Namun semakin lama aromanya akan semakin menghilang.

Purple Heart

Purpleheart (Peltogyne spp.)
Purple Heart (Peltogyne spp.)

Purple Heart adalah jenis kayu yang diperoleh dari pohon Peltogyne. Pohon ini hanya tersedia di pusat Amerika Selatan dan hutan dengan hujan yang sering.

Kayu ini sangat menarik karena ketika baru dipotong kayunya berwarna coklat keunguan, namun ketika sudah dibiarkan agak lama warnanya berubah menjadi ungu terong. Semakin berumur dan semakin banyak terkena sinar matahari, warna purple heart menjadi kecoklatan dengan sedikit ungu.

Kayu yang harganya berkisar antara Rp 65 – 80 ribu per kilogramnya ini banyak diolah menjadi lantai, furniture, konstruksi berat dan pembuatan kapal.

Ditulis oleh Munzalan Mubarakan

Simomot adalah situs informasi bermanfaat untuk keluarga Indonesia. Kami menyajikan info seputar bayi dan balita, bisnis, dan rumah tangga.

Comments

Leave a Reply

Komentar spam, kami hapus. Terima kasih.

Loading…

0

Diskusi

0 comments

bukalapak

Jelang Harbolnas, Bukalapak hadirkan fitur harga nego

pesawat-polri-jatuh-di-kepri

Tragedi pesawat Polri di Kepri, ini bagian yang sudah ditemukan