Pelapor Kaesang Pangarep ternyata berstatus tersangka, begini penjelasan polisi

Semenjak melaporkan akun Youtube bernama Kaesang ke Polres Metro Bekasi Kota atas dugaan penodaan agama dan ujaran kebencian, nama sosok bernama Muhammad Hidayat saat ini jadi mencuat ke publik. Tak sedikit yang bertanya-tanya, siapa dia?

Sekadar kilas balik, pelaporan tersebut tertuang dalam bukti lapor Nomor LP/1049/K/VI/2017/SPKT/Restro Bekasi Kota. Laporan itu dilakukan pada Minggu 2 Juli 2017.

Siapa Muhammad Hidayat?

Menurut Tempo, pria yang tinggal di Perumnas 1 Bekasi Selatan, Rabu 5 Juli 2017 itu menolak untuk mengungkap siapa dia dan latar belakang kehidupannya. Bahkan, ia juga menolak diambil fotonya. “Saya tidak suka di-publish, jadi maaf,” kata Hidayat seperti diberitakan Tempo. (Artikel sebelumnya: Kaesang dipolisikan, gara-gara kata-kata di video ini nihh..)

Tetangga Hidayat di Jalan Dahlia, Nani mengaku tak begitu mengenal pria yang akrab disapa MHS tersebut. Soalnya, lelaki yang dikenal berasal dari Sumatera Utara tersebut baru beberapa bulan menempati rumahnya di nomor 189. “Itu rumah mertuanya,” kata Nani, Rabu, 5 Juli 2017.

Ia memperkirakan, Hidayat tinggal di rumah tersebut baru sekitar enam bulan. Nani sendiri mengungkapkan, MHS dikenal tidak terlalu sering bergaul dengan masyarakat setempat. “Suami kalau ketemu hanya di masjid ketika salat,” ujar dia.

Menurut dia, MHS sering berpindah tempat. Sebelumnya mereka pernah tinggal di Perumahan Wisma Asri, Bekasi Utara, belum lama ini mereka mengaku pernah tinggal mengontrak di Jalan Dahlia, Bekasi Selatan. “Di sini tergolong penduduk baru,” ucap dia.

MHS merupakan pimpinan sebuah lembaga swadaya masyarakat. Lembaga yang dipimpinnya kerap berurusan dengan pemerintah daerah perihal keterbukaan informasi publik.

Jika gagal mendapatkan dokumen yang diinginkan dari Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi, LSMnya tak segan menggugat ke Komisi Informasi Publik. Hal itu pernah dilakukan kepada PPID Pemkot Bekasi, bahkan seorang pejabat dilaporkan ke Polda Metro Jaya.

Berstatus tersangka

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Hero Henrianto Bachtiar mengungkapkan bahwa Hidayat sebenarnya sedang menjalani proses hukum di Polda Metro Jaya karena kasus hate speech.

Muhammad Hidayat, Haro menjelaskan, merupakan tersangka ujaran kebencian terkait aksi 4 November 2016.

“Kasus 411. Terkena (hate speece) salah satu petinggi Polri. Namun, ia masih dalam penangguhan,” Haro menjelaskan.

Sebagaimana dikutip dari Liputan6, polisi pernah menangkap seorang pria di Bekasi bernama Muhammad Hidayat Simanjuntak.

Dia diduga mengunggah video aksi 4 November 2016. Pada video tersebut, termuat rekaman Kapolda Metro Jaya Mochamad Iriawan yang disebut memprovokasi peserta aksi untuk menangkap anggota HMI yang disebut sebagai pemicu konflik.

Atas perbuatannya, Hidayat dijerat dengan Pasal 27 ayat 3 jo, Pasal 45 ayat 1 atau Pasal 28 ayat jo, Pasal 45 ayat 2 UU ITE Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman paling lama 6 tahun penjara.

Pendapat pengamatan media sosial

Sementara terkait isi video yang diunggah Kaesang, pengamat media sosial, Nukman Luthfie, mengatakan tidak menemukan unsur seperti yang dituduhkan pelapor, yaitu ujaran kebencian dan penodaan agama.

“Saya sudah cek berulang kali video tersebut dan menyimpulkan tak ada unsur penyebaran kebencian. Ini vlog biasa saja,” tutur Nukman.

Dia menilai, ada unsur politik di balik laporan yang dilayangkan tersebut. Terlebih pemilik akun tersebut dikaitkan dengan anak Presiden Jokowi.

“Menjadi tidak biasa karena yang membuat adalah anak presiden. Jadi, pelaporan ini cenderung lebih bermuatan politik,” kata Nukman.

Pasal ujaran kebencian, dia menambahkan, menurut banyak pakar adalah pasal karet. “Bisa ditafsirkan ‘semau gue’. Mengingat kasus ini sudah dilaporkan ke polisi, kita tunggu saja sikap polisi,” pungkas Nukman.

Berikan komentar

Komentar spam, kami hapus. Terima kasih.