Kisah tewasnya dedengkot geng motor Bekasi

Kisah keganasan Ajay, seorang pemuda berusia 20 tahun yang disebut-sebut sebagai dedengkot salah satu geng motor di Kota Bekasi, Jawa Barat berakhir. Dirinya tak berkutik hingga tewas setelah menerima bogem mentah dan serangan warga.

Peristiwa ini bermula saat kedua korban, Arjuna Pratama (24) dan Gagah Pratama (21), tengah melintas di Jalan Ir H Juanda, atau depan toko Bodi dan Cat Mitsubishi, Bekasi Timur, Rabu, 12 Juli 2017 dini hari.

Namun dari belakang, tiba-tiba datang segerombolan pemuda dengan mengendarai dua unit sepeda motor. Para bandit jalanan bertampang sangar itu lalu menyenggol kendaraan korban hingga terjatuh.

“Berawal dari korban yang kakak beradik mau ke arah Tambun. Tiba-tiba dari arah belakang, motor pelaku menyenggol korban,” kata Kanit Reskrim Polsek Bekasi Timur, AKP Yusron, Kamis (13/07/2017).

Saat terjatuh, pelaku yang berjumlah enam orang itu langsung menganiaya korban hingga babak belur. Korban mencoba melawan dan melakukan duel dengan sekuat tenaga. Tapi apa daya, keduanya kalah jumlah, kendaraan korban jenis Suzuki Satria Fu, bernopol B 3094 FJW, berhasil dibawa kabur Ajay yang merupakan dedengkot bandit jalanan itu.

“Waktu perkelahian itu, warga juga datang ramai-ramai bergerombol dan mencoba melerai. Namun, mereka langsung kabur dan bawa motor saya,” terang Arjuna sebagaimana dilansir Liputan6.

Tak terima motornya digondol pelaku, Arjuna yang berprofesi sebagai pengemudi ojek online berupaya meminta pertolongan kepada rekan-rekannya. Para pengemudi ojek online itu kemudian melakukan sweeping.

Sweeping itu membuahkan hasil. Tak lama dari kejadian, para pengemudi ojek online mendapatkan Ajay tengah memarkirkan kendaraan korban di sebuah minimarket, Lampung Kobak, Tambun.

“Kita dapati para pelaku lagi nongkrong di situ. Ada enam orang, dua di antaranya cewek masih ABG,” ucap dia.

Alhasil, kawanan ojek online itu langsung mengepung tempat tersebut. Pelaku bernama Ajay, warga Papan Mas, Tambun Selatan, tak berhasil melarikan diri. Ia pun jadi bulan-bulanan warga yang kesal akan ulahnya.

“Satu orang pelaku dikeroyok massa sampai tidak sadarkan diri. Usai dikeroyok pelaku diserahkan ke Polsek Tambun. Namun, karena TKP berada di Kota Bekasi, pelaku akhirnya diserahkan ke Polsek Bekasi Timur. Melihat kondisi pelaku yang babak belur, petugas mengeceknya, ternyata kondisinya memprihatinkan, sehingga pelaku dilarikan ke RS Kramat Jati. Namun dalam perjalanan pelaku sudah tidak bernyawa,” jelas Yusron.

Sementara itu, kedua korban juga mengalami luka-luka akibat dikeroyok para begal. Adik dan kakak itu kini dalam perawatan RS karena luka pada bibir dan kepala.

“Kendaraan korban berhasil dibawa kabur oleh para pelaku. Sementara untuk para pelaku yang kabur masih dalam pengejaran. Kita pun telah mengantongi identitas lima orang lainnya. Bila tertangkap akan dikenai sangkaan Pasal 365 ayat 2 KUHP tentang pencurian disertai kekerasan,” tegas Yusron.

Berikan komentar

Komentar spam, kami hapus. Terima kasih.