Kisah ngamuknya anak bupati terdakwa narkoba di pengadilan

OK Muhammad Kurnia Aryeta alias Koko, anak Bupati Batubara, Sumatra Utara, OK Arya Zulkarnaen mengamuk bak kesetanan, mengejar seorang awak ‎media online dan memakinya habis-habisan.

“Apa kau? Mau mati kau?” seru anak kedua OK Arya Zulkarnaen ini.

Tak cukup sampai di sana, Kurnia lalu menunjuk ke arah wartawan dan mengancamnya. “Kau lihat nanti ya,” ujar dia sambil berteriak bak kesurupan.

OK Muhammad Kurnia Aryeta. (VivaNews)

Peristiwa itu terjadi usai sidang perkara narkoba yang mendudukkannya sebagai terdakwa, Kamis (13/07/2017) lalu di Pengadilan Negeri Medan.

Sidang perkara tersebut seperti dikutip dari Republika, digelar dengan agenda mendengarkan keterangan saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Ada dua saksi dari kepolisian yang didatangkan. Keduanya terlibat dalam penangkapan Kurnia beberapa waktu lalu.

“Saya menyesal, Pak majelis hakim,” kata Kurnia usai mendengar keterangan saksi, Kamis (13/07/2017).

Namun, usai sidang, Kurnia tiba-tiba tak bisa mengendalikan emosinya. Diduga, hal ini disebabkan dirinya yang tidak terima difoto selama sidang.

 

Melihat hal ini, pengawal tahanan di PN Medan pun langsung menangkap dan membawa Kurnia masuk ke dalam ruang tunggu tahanan. Dia lalu digiring masuk ke dalam sel tahanan sementara PN Medan.

Dalam dakwaan JPU Tetty, Kurnia ditangkap personel Polsek Sunggal pada 14 Februari 2017 di Jl Ringroad, simpang Jl Setia Budi, Medan. Saat ditangkap, Kurnia sedang mengendarai mobil Suzuki Swift warna hitam dengan nomor polisi BK 1017 VV.

Dari tangannya petugas menemukan barang bukti satu paket sabu senilai Rp 150 ribu yang disimpan di dalam tas sandangnya. “Terdakwa dijerat dengan Pasal 112 Ayat 1 dan Pasal 127 Ayat 1 huruf a UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” kata JPU Tetty di hadapan majelis hakim yang diketuai Jamalludin.

Kasus ini merupakan yang kedua kalinya menjerat Kurnia. Sebelumnya, pada Agustus 2016, Koko juga pernah ditangkap Satuan Reserse Narkoba Polres Batubara atas kasus penyalahgunaan narkoba‎.

Dia diringkus bersama sepupunya Mirza Hafid (24 tahun) di simpang Jl Tanjung Kuba, Indrapura, Air Putih, Batubara. Keduanya lalu mendapatkan pengajuan untuk dilakukan rehabilitasi atas kecanduan narkoba dengan jenis sabu. Namun, Kurnia ternyata tak juga jera karena kembali mengonsumsi narkoba.

Berikan komentar

Komentar spam, kami hapus. Terima kasih.