Pernyataan lengkap Farhan mahasiswa Gunadarma yang jadi korban perundungan

Mahasiswa Universitas Gunadarma Depok, Muhammad Farhan yang menjadi korban perundungan atau bullying akhirnya angkat bicara. Begini pernyataan selengkapnya!

Farhan yang saat ini tercatat sebagai mahasiswa semester tiga ini berharap pihak kampus menjamin kenyamanan setiap mahasiswa saat belajar di lingkungan kampus. Selain itu, ia juga menyoal perilaku teman-temannya yang melakukan perundungan.

Farhan sebagaimana yang dikutip dari Liputan6 pada Rabu 19 Juli 2017 lalu menuturkan, perundungan yang menimpanya rupanya bukan pertama kali terjadi.

“Sudah sering banget, dari semester satu,” kata Farhan di kediamannya di Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Rupa-rupa bentuk perundungan yang dilakukan teman satu kampusnya, mulai dari menahan pintu kelas dan berakibat Farhan tidak bisa keluar kelas, sampai dengan menarik tasnya.

“Pokoknya banyaklah,” ujar Farhan.

Namun, sebenarnya Farhan tidak tinggal diam. Terkadang, dia melawan dengan sikap yang dilakukan teman-temannya itu. Namun, perundungan kerap berulang dilakukan teman-temannya.

“Saya enggak terima, awalnya becanda tapi becanda itu menyakitkan banget buat saya. Pokoknya menyakitkanlah,” keluh Farhan.

Setelah menjadi sorotan banyak orang terhadap peristiwa yang menimpanya, Farhan berharap perlakuan serupa tidak terulang kembali.

“Mohon teman-teman saya jangan gangguin saya. Kedua, pihak kampus harap beri kenyamanan saya belajar sampai lulus,” harap Farhan.

Terkait dengan sanksi, Farhan menyerahkan seluruhnya sanksi tersebut kepada pihak kampus.

“Kalau untuk hukuman yang dijatuhkan pada teman-teman terserah, sesuai hukuman yang berlaku,” kata dia.

Sekadar diketahui, Universitas Gunadarma tempat Farhan kuliah mengumumkan hasil investigasi internal atas bullying terhadapdirinya.

Selain mengutuk keras tindakan bullying, Universitas Gunadarma juga menjatuhkan sanksi kepada 13 mahasiswa yang terdapat dalam rekaman video bullying.

Sanksi dijatuhkan berdasarkan ketentuan tata tertib kampus. Sanksi terberat berupa skorsing 12 bulan dijatuhkan pada tiga mahasiswa. Masing-masing, penarik tas korban, perekam video, serta yang menyuruh korban melawan.

Sementara itu, satu orang dikenai skorsing enam bulan karena turut meneriaki korban, sedangkan sembilan lainnya mendapat peringatan tertulis karena membiarkan bullying terjadi.

Sanksi atas tindakan bullying di Universitas Gunadarma ini berlaku mulai tahun ajaran berikutnya. Sementara untuk mencegah kasus serupa terulang, Universitas Gunadarma membuat aturan khusus bagi peserta didik berkebutuhan khusus dan aplikasi laporan bullying.

Berikan komentar

Komentar spam, kami hapus. Terima kasih.