Postingan terakhir, profil dan foto-foto Chester Bennington

Meninggalnya vokalis Linkin Park, Chester Bennington sungguh mengejutkan para penggemarnya. Hal itu karena pria bersuara khas dan serak metal ini baru saja mengakhiri tour Eropa sebagai promosi album ketujuh Linkin Park.

Para penggemar tak menyangka bahwa foto tour terakhir di atas panggung Barclaycard Arena, Inggris pada 6 Juli 2017 itu merupakan postingan Chester untuk yang terakhir kalinya sebelum akhirnya memutuskan mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. (Artikel sebelumnya:  Kisah lengkap meninggalnya vokalis Linkin Park Chester Bennington karena bunuh diri, ini surat terakhirnya)

Dalam posting-an terakhirnya, pelantun “Bleed It Out” ini terlihat berdiri di atas panggung, saat menerima tepuk tangan gemuruh dari penggemar di Inggris. Chester Bennington memamerkan tato yang menghiasi punggungnya.
“Birmingham, Inggris,” tulisnya dengan emoji dari Union Jack dengan hastag #OneMoreLight. Dan tak disangka ini merupakan unggahan terakhirnya.

Para penggemar yang terkejut dengan kabar kematian Chester Bennington ini pun langsung berkicau di Twitter mereka. Seperti Rebecca Wittaker dari West Midlands mengatakan, “@ChesterBe di Birmingham pada tanggal 6 Juli, @linkinpark Anda luar biasa dan saya merasa terhormat telah melihat kalian.”

“Dua minggu yang lalu saya melihat @linkinpark di Birmingham, ini adalah pertunjukan terbaik dalam hidup saya dan sekarang dia sudah pergi. #OneMoreLight,” kicau akun Joshua.

Daniel Jones mentwit, “Rip Chester Bennington berita sedih pergi melihat @linkinpark di Birmingham hanya beberapa minggu yang lalu yang mengejutkan adalah sebuah pernyataan yang meremehkan.”

Profil Chester Bennington

Chester Bennington lahir di Phoenix, Arizona, Amerika Serikat, 20 Maret 1976. Ibunya adalah seorang perawat sedangkan ayahnya adalah detektif di kantor kepolisian setempat.

Orang tuanya bercerai di akhir 1980 an dan hak asuh atas dirinya jatuh ke tangan ayahnya. Akibat perceraian orang tuanya tersebut, Chester Bennington menjadi pecandu alkohol dan obat-obatan terlarang.

Namun pada akhirnya ia berhasil mengatasi kecanduannya. Sayangnya selama menjalani tur dengan Linkin Park, Bennington kembali kecanduan alkohol, walaupun pada 2011 dirinya menyatakan telah berhenti dari kecanduan.

Dalam wawancaranya dengan salah satu majalah musik Kerrang, Chester Bennington mengakui pernah menjadi korban bully teman-temannya karena postur tubuhnya yang kurus. Selain itu, ia juga mengalami pelecehan seksual pada umur 7 tahun. Bennington tidak memberi tahu orang lain karena saat itu dia takut dicap sebagai gay atau pembohong dan pelecehan seksual yang dilakukan oleh temannya yang lebih dewasa tersebut berlanjut hingga usianya 13 tahun.

Kejadian itu ditambah masalah yang terjadi di rumahnya, sempat membuat Bennington ingin melarikan diri. Untuk mengatasi rasa frustasinya, Chester Bennington mulai menulis lagu. Dia mulai berani menceritakan apa yang dialaminya dan pelaku pelecehan seksual kepada ayahnya. Sayangnya kasus tersebut ditutup karena Bennington menyadari, pelaku juga korban pelecehan orang lain.

Setelah menginjak usia 17 tahun, Chester Bennington mulai tinggal bersama ibunya dan sempat dilarang keluar rumah ketika ibunya mengetahui kecanduannya akan obat-obatan. Ia bekerja di restoran cepat saji, Burger King sebelum memulai karier sebagai musisi profesional.

Chester menikah dengan istri pertamanya, Samantha, pada 31 Oktober 1996. Mereka mempunyai satu anak, namanya Draven Sebastian, lahir pada 19 April 2002. Setelah bercerai dengan Samantha, Chester menikahi Talinda Bentley, mantan model majalah Playboy.

Dunia Musik Chester Bennington

Sebelum bergabung dengan Linkin Park, Chester Bennington bergabung dengan band “Grey Daze”. Bennington dikabarkan sempat memiliki sebuah proyek musik di luar Linkin Park bernama “Snow White Tan” yang kemudian disebut sebagai “Dead By Sunrise”.

Sejak kecil ia tertarik di bidang musik. Inspirasi terbesarnya adalah Depeche Mode dan Stone Temple Pilots. Bennington sendiri bercita-cita untuk menjadi personil Stone Temple Pilots kala itu.

Bennington mengawali karier musiknya dengan bergabung bersama Sean Dowdell and His Friends? sebagai vokalis. Kemudian, Sean Dodwell dan Chester Bennington keluar dan membentuk band baru beraliran post-grunge bernama Grey Daze. Band tersebut merilis 3 album masing-masing pada 1993, 1994 dan 1997. Pada 1998, Bennington meninggalkan Grey Daze namun kesulitan untuk menemukan band baru.

Chester Bennington sempat merasa frustasi dan hampir meninggalkan kariernya di dunia musik karena tidak kunjung menemukan band baru selepas dari Grey Daze. Namun, Jeff Blue wakil pimpinan A&R di Zomba Music Los Angeles, menawarkan audisi sebagai vokalis untuk sebuah band bernama Xero yang kemudian dirubah namanya menjadi Linkin Park.

Setelah sukses menjalani audisi, Bennington yang kala itu bekerja di sebuah perusahaan digital segera meninggalkan pekerjaannya dan membawa keluarganya pindah ke Kalifornia. Chester Bennington dan Mike Shinoda, salah satu personil Linkin Park, berhasil membuat progres yang baik. Sayangnya mereka berulang kali mendapat penolakan dari beberapa label musik. Atas campur tangan Jeff Blue pula lah, mereka akhirnya berhasil mendapat kontrak rekaman dengan Warner Bros. Records.

Pada 24 Oktober 2000, Linkin Park merilis album pertama mereka bertajuk Hybrid Theory. Bennington mengisi posisi vokalis di Linkin Park, tetapi terkadang dirinya dan Mike Shinoda berbagi tugas tersebut. All Music Guide menyebutkan bahwa karakter vokal Bennington dan Shinoda sangat berbeda. Bennington memiliki karakter vokal lebih tinggi, sedangka karakter vokal Shinoda lebih ke arah hip hop.

Pada tahun 2004 – 2005, beberapa anggota Linkin Park memiliki side project. Chester tidak ketinggalan. Ia lalu membentuk sebuah band yang bernama “Snow White Tan”. Namun, Chester sendiri mengubah namanya menjadi “Dead By Sunrise”.

Foto-foto kenangan

Semasa hidup, Chester Bennington tak hanya aktif bermusik, tapi juga lumayan sering menyapa penggemarnya dengan foto-foto yang diunggahnya di akun media sosial miliknya.

Nah, ini dia foto-fotonya:

Kini Bennington pergi untuk selama-lamanya. Kematiannya terjadi pada hari ulang tahun Chris Cornell yang ke-53. Cornell, yang merupakan teman dekat Bennington, juga meninggal karena bunuh diri dengan menggantung dua bulan sebelumnya. Bennington menyanyikan lagu Leonard Cohen Hallelujah di pemakaman Cornell. Dia juga ayah baptis putra Cornell, Christopher.

Selamat jalan Chester Bennington

About Munzalan Mubarakan 23201 Articles
Simomot adalah situs informasi bermanfaat untuk keluarga Indonesia. Kami menyajikan info seputar bayi dan balita, bisnis, dan rumah tangga.

Berikan komentar

Komentar spam, kami hapus. Terima kasih.