Ini 9 Perbedaan Aqiqah dan Qurban, jangan sampai keliru!

Banyak dari netizen yang masih keliru antara qurban dan aqiqah. Meskipun banyak yang menyadari perbedaan antara keduanya, sebagian dari mereka mengira bahwa aqiqah dan qurban itu adalah hal yang sama, karena sama-sama merupakan ibadah yang dilakukan dengan mengurbankan kambing. Untuk lebih mengerti masing-masing amalan tersebut mari kita cermati pengertian umumnya dahulu.

AQIQAH

Dalam alkhoirot.net disebutkan bahwa secara etimologi, aqiqah memiliki arti memotong (al-qat’u) atau nama untuk rambut pada kepala bayi yang dilahirkan (اسم للشعر على رأس المولود). Secara terminologi syariah (fiqih), aqiqah adalah hewan yang disembelih sebagai wujud rasa syukur atas karunia Allah atas lahirnya seorang anak baik laki-laki atau perempuan. Pada sumber lain, dalam kitab Fathul Qorib al-Mujib, Al-Ghazi mendefinisikan aqiqah sebagai (الذبيحة عن المولود يوم سابعه) أي يوم سابع ولادته بحسب يوم الولادة من السبع), yaitu kambing yang disembelih untuk bayi pada hari ketuju kelahiran.

Berikut sebagian dalil yang mendasari hukum aqiqah:

– Hadits riwayat Abu Daud

“Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam memerintahkan mereka agar beraqiqah dua ekor kambing yang sepadan (umur dan besarnya) untuk bayi laki-laki dan seekor kambing untuk bayi perempuan.”

– Hadits riwayat Abu Daud dan Nasai

“Barang siapa diantara kamu ingin beribadah tentang anaknya hendaklah dilakukan aqiqah untuk anak laki-laki dua ekor kambing yang sama umurnya dan untuk anak perempuan seekor kambing.”

Berdasarkan hadits-hadits riwayat di atas, aqiqah jelas dilakukan sebagai bentuk rasa syukur atas kelahiran bayi. Sekarang mari kita lihat pengertian dari qurban.

QURBAN

Kata Qurban berarti dekat, Dalam Fiqh, biasa menggunakan istilah Udh-hiyyah (الْأُضْحِيَّةِ). Dilansir dari muslim.or.id disebutkan bahwa Udh-hiyah adalah hewan ternak yang disembelih pada hari Iedul Adha dan hari Tasyriq dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah karena datangnya hari raya tersebut.

Hal ini ditegaskan dalam beberapa riwayat berikut ini.

– Dalam Fathul Wahab bi-syarhi Minhajith Thullab, Imam Zakariyya Al Anshori mengatakan:

Udh-hiyyah adalah apa-apa yang disembelih dari binatang ternak yang digunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah sejak hari ‘Idun Nahr (10 Dzulhijjah) sampai akhir hari Tasyriq (13 Dzulhijjah).”

– Hadits Riwayat Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al Hakim dengan sanad sahih, lihat Taudhihul Ahkam, IV/450

“Ibunda ‘Aisyah radhiyallahu’anha menceritakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidaklah anak Adam melakukan suatu amalan pada hari Nahr (Iedul Adha) yang lebih dicintai oleh Allah melebihi mengalirkan darah (qurban), maka hendaknya kalian merasa senang karenanya.”

Dari pengertian tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa qurban merupakan suatu amalan membahagiakan yang dilakukan hanya pada tanggal 10, 11, 12, dan 13 Hijriyyah (Hari Tasyriq). Di luar dari hari-hari ini, qurban hanya akan dianggap sebagai shadaqah atau aqiqah, jika melakukannya dengan tujuan mensyukuri anugerah anak dari Allah SWT.

Kambing qurban dan aqiqah. (Sumber: kursrupiah.net)

Sekarang mari kita simak bersama apa yang menjadi perbedaan dari kedua amalan ini. Dikutip dari eramuslim serta dalamislam, ada 9 (sembilan) perbedaan mendasar antara aqiqah dan qurban.

  1. Tujuan: Aqiqah dilakukan sebagai penebus atas lahirnya seorang bayi manusia, sedangkan Qurban dilakukan sebagai sunnah yang ditetapkan Rasulullah SAW dan untuk memperingati pengorbanan Nabi Ibrahim AS.
  2. Wujud daging yang diberikan: Daging aqiqah disedekahkan dalam keadaan sudah dimasak, sedangkan daging qurban dalam keadaan belum dimasak.
  3. Pemberian daging: Daging aqiqah diberikan kepada siapa saja, sedangkan daging qurban diberikan kepada fakir miskin.
  4. Sunnah: Kaki belakang hewan aqiqah diberikan kepada bidan yang membantu membantu kelahiran bayi, sedangkan kaki belakang hewan qurban tidak perlu diperlakukan demikian.
  5. Waktu pelaksanaan: Aqiqah dilaksanakan pada hari ke-7 dari kelahiran bayi, sedangkan qurban dilaksanakan pada tanggal 10, 11, 12, dan 13 di bulan Dzulhijjah.
  6. Jenis hewan: Pada aqiqah hanya kambing yang disyaratkan sedangkan pada qurban, sapi dan unta juga dapat dikurbankan.
  7. Jumlah pelaksanaan: Aqiqah hanya dilakukan sekali seumur hidup, sedangkan qurban dapat dilakukan setiap tahun.
  8. Jumlah hewan yang dikurbankan: Pada aqiqah disyaratkan untuk mengurbankan 1 (satu) kambing untuk bayi perempuan dan 2 (dua) kambing untuk bayi laki-laki, sedangkan pada qurban, minimal satu ekor dan dapat bersifat kelompok.
  9. Upah penyembelih: Pada aqiqah, penyembelih dapat diberikan upah berupa bagian hewan yang dipotong, sedangkan pada qurban, penyembelih dilarang mengambil upah berupa bagian hewan yang dipotong.

Itulah perbedaan antara aqiqah dan qurban yang dirangkum dari berbagai sumber. Meskipun hakikatnya berbeda, keduanya merupakan sunnah yang dilakukan sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT. Untuk itu, mari menunaikannya bagi yang berkecukupan.

Berikan komentar

Komentar spam, kami hapus. Terima kasih.