Diet Ketogenik dengan Diet Ketofastosis ternyata berbeda lho!

Kalian pasti sudah mengenal diet keto atau diet ketogenik yang sebelumnya sudah dijelaskan. Apakah kalian tahu kalau diet ini memiliki kembaran? Ya, namanya diet ketofastosis, dan jenis diet yang ini juga kadang disebut diet keto. Meskipun namanya kembar, ternyata keduanya berbeda lho. Ada yang tahu apa bedanya?

“Agak beda dikit, kalau ketogenik itu diet tinggi lemak, rendah karbohidrat. Jadwal makan seperti biasa, memperbolehkan sayuran,” ujar Leona Victoria Djajadi MND, ahli gizi dan diet dari University of Sydney.

Baca juga: Diet Keto, Tipe Diet Yang Sedang Naik Daun Di Indonesia. Mau Coba?

Dilansir dari health.detik.com, diet ketofastosis merupakan gabungan dari diet ketogenik dan fasting atau puasa.Jika ketogenik merupakan sebuah pola makan rendah karbohidrat, tinggi lemak, dan protein sedang. Maka ketofastosis adalah fasting on ketosis yang artinya puasa dalam keadaan ketosis, dikutip dari hellosehat.com.

“Jadi sehari ada jendela makannya antara 1-8 jam perhari. Ada 2 fase, induksi (awal) dan konsolidasi (maintenance). Di fase induksi nggak boleh makan sayur,” terang Leona Victoria.

Lalu, untuk asupan air, apakah harus ditakar dan minum air putih saja? “Nggak ditakarin. Bisa air putih, teh hijau, air rebusan kaldu,” tutur pemilik akun Twitter @Leona_victoria ini.

Meski kedua diet ini diklaim sangat ampuh menurunkan berat badan. Namun sebelum memutuskan untuk mencoba kedua diet ini, Victoria menyarankan untuk menggali informasi dan mencari tahu bagaimana diet ini cocok untuk dijalani. Lebih baik lagi jika kamu mengkonsultasikan hal ini ke dokter dan melakukan diet dibawah pengawasan dokter.

“Harus banyak baca dulu, benar-benar paham mekanismenya. Diet ini bukan untuk main-main atau coba-coba,” pesan Victoria.

en.hawkfeed.com

Dikutip dari hellosehat.com, diet ketogenik dengan mudah membuat kalori masuk lebih kecil karena makan tanpa nasi, mie atau tepung-tepungan sehingga otomatis kalorinya akan berkurang. Selain itu ketogenik diet juga berperan seperti penahan nafsu makan karena yang membuat kita makan lahap dan nikmat adalah karbohidrat dan gula. Sepotong steak 120gr tanpa nasi atau kentang akan cepat terasanya mengenyangkan karena karbohidratnya rendah.

Mungkin kalian penasaran, kira-kira antara diet ketogenik dan diet ketofastosis mana yang lebih efektif? Kamu pasti pernah dengar prinsip diet ini, bukan? “kalori yang masuk harus lebih kecil dari kalori yang digunakan”. Nah, apapun dietnya, jika kalori yang keluar lebih kecil dari kalori yang masuk, hasilnya tetap saja gemuk. Apapun dietnya, diet terbaik adalah diet yang dijalankan secara konsisten dan karenanya kita perlu merasa nyaman elakukan diet tersebut.

Memang, diet yang digabungkan dengan puasa biasa dilakukan banyak orang, akan tetapi, tidak semua orang mau berpuasa selama 16 jam atau hingga 20 jam setiap hari, bukan? Lagi pula yang terpenting dalam menurunkan berat badan adalah rumus kalori defisit yang telah disebutkan tadi. Semua diet pasti menggunakan rumus kalori tersebut, namun pendekatannya yang berbeda-beda. Sehingga yang terpenting adalah mencari pendekatan yang paling cocok dengan kita agar kita bisa konsisten menjalankan diet tersebut.

Nah, selamat mencoba. ya! Jangan lupa untuk membagikan pengalamanmu melakukan diet ini pada kolom komentar.

2 Comments

Komentar spam, kami hapus. Terima kasih.