Siap-siap! Masalah-masalah ini akan menanti kamu dan pasangan setelah menikah.

Para pengantin baru, berfikir bahwa menikah adalah sebuah happy ending adalah pemikiran yang salah. Justru kehidupan baru bersama pasanganmu dimulai. Tentunya, setelah menikah akan terjadi perubahan drastis dalam hidupmu, dari yang tadinya sendiri menjadi berdua, dari yang sebelumnya memasak, makan, dan jalan-jalan sendiri sekarang kamu akan menjalaninya bersama pasanganmu. Memang apa saja sih yang akan menjadi masalah? Di bawah ini ada beberapa hal yang akan membuatmu pusing sehingga mau tidak-mau harus mengubah pola hidupmu, dilansir dari life.idntimes.com.

http://aceh.tribunnews.com

1. Untuk suami, masalah finansial yang harus dipikirkan tentu akan bertambah.

Masalah finansial adalah hal yang tidak bisa dihindari dalam hidup berumah tangga. Dari yang biasanya sendiri, sekarang harus menghidupi istri dan anak. Dari yang biasanya sering hangout, sekarang mulai memikirkan menabung untuk membeli rumah. Tapi tenang saja, jika kalian sama-sama bekerja, seharusnya masalah finansial tidak terlalu membebani. Namun sebaiknya perencanaan keuangan ini dibicarakan jauh sebelum melanjutkan ke jenjang pernikahan agar tidak terjadi culture shock saat menemui masalah ini di kemudian hari.

2. Untuk istri, sudah saatnya membuang sifat manja karena suami juga butuh diperhatikan.

Istri yang baik adalah istri yang mengetahui kebutuhan suami. Bisa memasak, mengurus rumah tangga, mengelola keuangan keluarga, memberi dukungan saat suami lelah serta dirundung masalah, dan sebagainya adalah istri idaman para pria. Namun, kalau kamu tidak memiliki sebagian keterampilan tersebut, jangan berkecil hati. Asal kamu memiliki kemauan yang keras untuk belajar, suamimu pasti akan semakin sayang padamu. Kemudian, jaman sekarang, wanita memang bebas untuk berkarir. Namun, kamu harus tetap ingat bahwa kebutuhan suami adalah nomor satu. Meskipun kamu sedang sibuk, kamu harus tetap bisa  melayani suamimu dengan baik.

3. Ingat, masih ada orangtua dan mertua yang perlu kamu jaga juga.

Yang namanya menikah itu bukan hanya antara dua orang saja, akan tetapi keluarga juga terlibat. Dengan kata lain, kalian perlu menyatukan dua kebiasaan yang berbeda. Kalian perlu saling bekerja sama untuk menghapal kebiasaan orangtua kalian masing-masing. Dengan membiasakan diri bekerja sama untuk menjaga dua keluarga, tentu akan jauh lebih mudah memperhatikan dan menjaga mereka.

4. Dengan menikah, semakin banyak sifat pasangan yang terbuka.

Pacaran lama tidak akan menjamin kamu mengetahui semua sifat pasanganmu. Buktinya, Angelina Jolie dan Brad Pitt saja sudah lama bersama tapi setelah menikah langsung terjadi gugatan cerai. Hal yang sama mungkin saja bisa terjadi padamu. Oleh karena itu, kamu dan pasanganmu harus memiliki sifat open minded atau berpikiran terbuka. Baik untuk hal aneh yang sifatnya sepele, maupun yang agak serius, harus bisa kamu terima dengan kepala dingin. Sabar dulu, jangan merasa kecewa terlebih dulu. Ingat, kalian sudah mengikat janji suci. Bertengkar itu wajar, yang perlu dilakukan adalah saling menerima kebiasaan tersebut. Atau mungkin juga, kalian bisa sama-sama mengurangi kebiasaan jelek itu sampai akhirnya saling menerima.

5. Hamil bisa terasa berat kalau tidak ada kerjasama yang kuat.

Untuk kamu para pria, camkan ini, menjaga kehamilan bukan hanya tugas istri, tapi tugasmu juga. Saat kehamilan datang, akan terjadi banyak perubahan yang tidak akan pernah kalian duga, oleh karena itu baik istri ataupun suami harus selalu bekerja sama. Perubahan mood, perubahan fisik, muntah-muntah, pusing bahkan ngidam, tak lagi berasa berat kalau suami siap mendukung istrinya.

6. Tantangan jangka panjang setelah anak lahir.

Setelah lahir seorang anak, kamu perlu memulai memikirkan perencanaan keuangan yang matang untuk membiayai kebutuhanmu, istrimu, dan anakmu. Mulai dari susu, pakaian, hingga pendidikannya di masa depan. Tips nya, selagi kamu beradaptasi dengan kehidupan pernikahanmu yang baru seumur jagung, mulai persiapkan kebutuhan-kebutuhan si kecil sebelum ia lahir dan mulai menabung agar tidak merasa terlalu terbebani nanti saat si kecil lahir.

7. Setelah menikah, pulang rumah usai kerja merupakan prioritas pertama dalam kehidupanmu.

Ketika belum menikah, tentu tidak perlu berpikir dua kali menerima ajakan teman. Tapi kalau sudah menikah, prioritas kalian akan bersama orang di rumah. Kalian tidak ingin kehilangan momen berharga dengan anak, bukan? Lagipula kalau nanti terjadi sesuatu, siapa juga yang menanggung susahnya selain kalian berdua? Jangan takut, jika kalian tidak enak karena terus menolak ajakan teman-teman kalian, kalian bisa bergilir untuk menjaga anak kalian. Jika anak kalian sudah besar, kamu juga bisa membawa anakmu untuk diperkenalkan kepada teman-temanmu. Tentunya acara kumpul-kumpul bersama teman akan menjadi lebih menyenangkan karena ditemani anak kecil yang lucu dan menggemaskan.

8. Seiring bertambahnya usia anak, waktu bersama pun akan semakin berkurang.

Semakin besar usia anak (dan semakin banyaknya anak yang dipunya), tentunya kebutuhan keluarga tidaklah sesimpel dahulu. Tidak heran kalau waktu berdua kamu dengan pasangan juga akan semakin berkurang. Namun percayalah, ini merupakan saat-saat kalian diuji. Yang satu diuji perjuangannya, yang satu diuji kesetiaannya. Untuk ini, kalian harus saling bekerja sama dan membuka diri agar tidak terjadi kesalah-pahaman yang mengakibatkan rusaknya hubungan orang-orang di dalam keluarga.

9. Karir juga meningkat dengan tajam, namun godaan yang datang semakin banyak juga.

Semakin sukses seseorang, semakin banyak godaan menerpa. Sebagai istri, kamu masih dituntut untuk lebih pengertian terhadap profesi suami yang semakin padat. Jika nanti muncul gosip atau terpaan berita yang tidak sedap didengar, jangan langsung terprovokasi karena ini adalah salah satu ujian untukmu. Jangan salah, pada suami pun bisa terjadi hal yang sama. Untuk itu, jagalah komunikasi antara kalian berdua dan jangan mudah terprovokasi, tanyakanlah dahulu hal-hal yang belum jelas kejadiannya sebelum mengkonfrontasi pasangan.

10. Belajar bagaimana caranya memantau anak, tanpa mengekangnya itu susah!

Ketika anakmu beranjak dewasa, perjuanganmu sebagai pasangan yang menikah tidak berhenti begitu saja. Pergaulan anak yang sudah semakin luas membuatmu harus belajar cara untuk memantau anak tanpa terlihat mengekannya. Tentu saja, ini tidak mudah dan kamu harus berpikir keras, bahkan kamu harus berpikir berkali-kali untuk memantapkan kaputusanmu karena yang akan kamu hadapi kurang lebih adalah kamu dan pasanganmu saat muda dahulu.

Nah itulah beberapa hal yang akan kamu temui dalam pernikahanmu. Lumayan dapat memutar otak, bukan? Karena itu, persiapkan dirimu dari sekarang. Menikah bukanlah untuk main-main, jadi pastikan bahwa dirimu dan pasanganmu sudah merencanakannya dengan matang.

1 Comment

Komentar spam, kami hapus. Terima kasih.