Fakta Menstruasi yang Harus Diketahui Pria

Bagi para pria, mungkin mengetahui tentang menstruasi pada wanita ialah hal yang tabu, karena hal tersebut berhubungan dengan alat vital wanita. Akan tetapi, jika kamu sekarang sudah memiliki pacar atau malah sudah memiliki istri, kamu wajib mengetahui tentang hal ini, karena mau tidak mau, efek dari adanya menstruasi akan menghampirimu juga. Apa saja fakta-fakta yang perlu diketahui tersebut? Yuk simak dibawah ini.

1. Bukan hanya sekadar darah, tapi jaringan juga hilang

Dilansir dari health.liputan6.com, tapi kebanyakan pria tidak tahu apa saja yang terjadi pada wanita saat mereka menstruasi. Setiap bulan, endometrium atau dinding rahim wanita mengalami peluruhan. Selama siklus menstruasinya, dinding ini akan menebal untuk mempersiapkan diri menerima telur yang sudah dibuahi. Jika pembuahan tidak terjadi, tubuh wanita tidak akan membutuhkan jaringan ekstra tadi. Jaringan ekstra inilah yang diluruhkan saat menstruasinya, yang biasanya berlangsung selama 2-7 hari.

2. Pengaturan waktu bisa meningkatkan potensi kehamilan

Kapan tepatnya seorang wanita berovulasi tergantung pada panjang siklusnya atau banyaknya hari di antara periode menstruasinya. Jika wanita memiliki rata-rata 28 hari antara menstruasinya, dia biasanya akan berovulasi pada hari ke-14. Namun, perlu diketahui bahwa telur wanita bisa bertahan hidup sampai 48 jam sampai setelah ovulasi dan sperma bisa bertahan hidup selama 72 jam setelah ejakulasi. Demikian penjelasan Linda Bradley, M.D., direktur dari Fibroid and Menstrual Disorders Center di Cleveland Clinic. Jadi, jika seorang wanita berovulasi pada hari ke-14, dia masih bisa hamil setelah berhubungan seks pada hari ke-11 sampai hari ke-16. Penting sekali bukan bagi para pria untuk mengetahui hal ini?

3. Wanita bisa tetap bisa hamil saat menstruasi

Pernah mendengar bahwa berhubungan seks saat wanita menstruasi tidak akan menyebabkan kehamilan? Itu hanyalah mitos. Menurut Nathaniel DeNicola, M.D., seorang obstetrician dan gynecologist dari Penn Medicine, tidak semua wanita memiliki siklus yang teratur. Seorang wanita dengan siklus yang pendek, misalnya, bisa langsung berovulasi langsung setelah dia selesai menstruasi. Jadi ketika kalian berdua berhubungan seks pada hari terakhir menstruasinya, kemungkinannya sperma akan berada cukup lama sampai telurnya dilepaskan. Yang tentunya, dapat menyebabkan kehamilan. Secara garis besar, jika belum ingin menjadi ayah, gunakanlah alat kontrasepsi setiap kali kalian berhubungan seks, bahkan walaupun pasangan sedang menstruasi sekali pun.

4. Wanita masih bisa “menstruasi” saat hamil

“Bukannya tidak mungkin untuk mengalami menstruasi, pada saat dia meluruhkan dinding rahimnya, sekaligus mengalami kehamilan pada waktu yang sama,” ujar Dr. DeNicola. “Tapi, sangatlah mungkin untuk melihat bercak darah (spotting), yang mungkin terlihat seperti darah menstruasi saat kehamilan.”. Menurut suatu penelitian pada tahun 2012 di Tiongkok, 24 persen wanita dilaporkan mengalami pendarahan pada trimester pertama mereka. Ini bisa disebabkan oleh penanaman telur yang sudah dibuahi pada rahim, atau perubahan hormon sehubungan kehamilan. Namun, hal tadi juga bisa menandakan sesuatu yang lebih serius, seperti masalah pada plasenta, atau tanda keguguran, ucap Dr. DeNicola.

5. Kram memang benar-benar menyakitkan

Suatu penelitian dari Italia menemukan, lebih dari 80 persen wanita muda melaporkan mengalami kram saat menstruasi. Dan kira-kira satu dari tiga wanita mengalami rasa sakit yang sangat hebat sampai-sampai mereka tidak bisa bekerja atau keluar rumah. Menurut Dr. Bradley, ketika menstruasi seorang wanita dimulai, level suatu zat kimia yang bernama prostaglandin meningkat. Hal ini bertujuan untuk membantu rahim berkontraksi untuk meluruhkan dindingnya. Namun, hal tadi juga menyebabkan keram–yang biasanya terasa seperti rasa sakit akibat tertusuk secara terus-menerus–yang menyebar dari perut bagian bawah, menuju punggung dan paha. Hal ini bisa membuat wanita merasa sangat-sangat tidak nyaman dan kesakitan. Jadi, jika wanita di sekitarmu mengeluh sakit di sekitar perutnya, jangan dianggap sepele ya.

6. PMS itu nyata

Jika tiba-tiba wanita pasanganmu menjadi lebih pemarah, cobalah menghindari membuat lelucon sehubungan dengan sindrom pra menstruasi (PMS). Sindrom pra menstruasi biasanya terjadi kira-kira satu minggu sebelumnya, dan bisa membuat wanita merasa “berantakan”. Para peneliti tidak mengetahui apa sebenarnya penyebab PMS, tapi sepertinya hal ini berhubungan dengan meningkat drastisnya kadar hormon estrogen dan progesteron di tubuh. Beberapa wanita bisa jadi sangat sensitif pada perubahan ini, kata Dr. DeNicola. Sehingga, mereka biasanya mengalami simptom yang berhubungan dengan PMS: kelelahan, perubahan suasana hati, nafsu makan meningkat, payudara lebih sensitif, keram, pegal-pegal, dan gelisah. Jadi, jangan salahkan wanitanya jika kamu kena marah lebih sering dari biasanya, karena hal ini secara naluriah memang sulit dikontrol oleh wanita.

7. Ovulasi bisa meningkatkan gairah wanita

Menurut suatu penelitian di Kanada, wanita berfantasi seksual lebih sering ketika mereka berovulasi dibanding periode lainnya pada siklus mereka–dan mereka dilaporkan juga merasa lebih terangsang akibat fantasi tadi. Hal ini karena, pada saat ovulasi, otak wanita mengirimkan sinyal untuk menstimulasi ovariumnya agar bersiap melepaskan telur. Kadar hormon pelutein dan hormon penstimulasi folikelnya berada pada titik tertinggi. Perubahan hormon ini membuat wanita jadi sangat mudah terangsang, ujar Brett Worly, M.D., seorang asisten profesor obstetrics and gynecology di Ohio State University.

Jadi, kalian para pria sebaiknya memahami hal-hal ini agar tidak terjadi salah paham yang dapat merugikan kedua belah pihak. Satu yang harus dipahami pria, bahwa para wanita pun tidak merasa senang dengan kondisi ini dan berusaha sebisa mungkin untuk menguranginya. Jadi, berusahalah untuk lebih bersabar pada masa-masa seperti ini, ya.

Berikan komentar

Komentar spam, kami hapus. Terima kasih.