5 Kuliner Khas Kalimantan Tengah Yang Unik dan Lezat Ini Wajib Dicoba

Indonesia dikenal memiliki keragaman suku dan budaya serta keragaman sumber daya alam yang berlimpah. Karenanya, setiap wilayah di Indonesia memiliki kuliner khas masing-masing yang berbeda-beda dan terbilang sangat unik. Tak terkecuali di wilayah Kalimantan Tengah.

Wilayah yang dihuni lebih dari 40% etnis Dayak ini memiliki kuliner tradisional yang sangat unik dan jarang kita temui. Kuliner-kuliner ini bahkan memiliki bahan dan metode pengolahan makanan yang tidak pernah terpikirkan oleh banyak orang, tapi menghasilkan sesuatu yang sangat lezat. Hal ini menjadikan kuliner Kalimantan Tengah sangat khas dan wajib untuk kita cicipi.

Apa saja kuliner khas Kalimantan Tengah? Dilansir dari Borneo Channel, berikut ulasannya.

1. Juhu Umbut Sawit

Juhu umbut sawit merupakan sayuran khas suku Dayak Ngaju. Sayuran ini diambil dari bongkol pohon kelapa. Bentuk serta warna tidak jauh berbeda dengan rebung yang berwarna putih. Perbedaannya terdapat pada rasa. Sayuran ini sangat jauh lebih manis rasanya daripada rebung. Hal ini karena sayur umbut sawit ini asalnya dari kelapa. Makanan ini disajikan saat acara syukuran maupun acara pernikahan.

Suku Dayak menyukai sayuran ini walau masih mentah. Basanya juhu umbut sawit ini dimakan dengan sambal. Juhu umbut sawit menjadi hidangan wajib saat upacara-upacara adat di zaman dulu.

2. Juhu Umbut Rotan

phinemo.com

Rotan dapat dijadikan sebagai bahan utama membuat masakan yang lezat, yaitu juhu umbut rotan. Makanan ini merupakan sebuah kuliner khas yang dimiliki oleh suku Dayak. Umbut rotan disebut dengan uwut nang’e. Makanan ini bisa dibilang cukup unik, sebab memakai bahan utama rotan muda ataupun tunas yang telah tumbuh pada pangkal rotan.

Tekstur  pada rotan muda masih sangat kenyal serta tidak terlalu keras bukan seperti pada rotan yang sudah tua. Bedanya, umbut rotan ini hanya dapat dipakai sebagai sayuran. Tidak sama seperti rebung. Rasa dari rotan muda sedikit agak pahit dan juga gurih, sehingga memerlukan bumbu khusus dalam sebuah proses memasaknya.

Langkah pertama, yakni rotan muda dibersihkan kulitnya, lalu dipotong-potong dalam ukuran yang kecil. Umumnya umbut rotan dimasak bersamaan juga dengan ikan baung serta terong asam. Juhu umbut rotan mempunyai rasa yang gurih, asam, serta agak kepahit-pahitan, berpadu dengan rasa manis dari daging ikan.

3. Kalumpe / Karuang

Kalumpe atau biasa disebut karuang, merupakan sayuran yang dibuat dari bahan daun singkong yang ditumbuk sampai halus. Nama Kalumpe diambil dari bahasa Dayak Maanyan serta karuang. Sebutan sayuran ini juga diambil dari bahasa Dayak Ngaju.

Cara untuk membuat kalumpe sangat mudah. Daun singkong ditumbuk halus, lalu dicampur dengan terong pipit atau terong kecil. Setelah halus, ditambah bumbu-bumbu seperti bawang merah, bawang putih, lengkuas yang sudah dihaluskan, dan serai. Cara penyajiannya dapat menggunakan sambal terasi dan nasi hangat.

4. Wadi Khas Kalimantan Tengah

mmc.kalteng.go.id

Wadi merupakan makanan yang terbuat dari bahan utama ikan atau daging babi. pembuatan Wadi ini dengan cara dibusukkan. Tetapi pembusukan ini tidak dibiarkan  begitu saja. sebelum disimpan, ikan ataupun daging dilumuri dengan bumbu-bumbu yang terbuat dari beras ketan putih. Dapat juga dari biji jagung yang sudah disangrai hingga kecokelatan. Lalu ditumbuk dengan cara manual maupun di blender, setelah itu digunakan untuk merendam ikan kurang lebih selama 5 sampai 10 jam di dalam air garam.

Setelah diangkat, ikan dibiarkan sampai mengering. Jika cukup kering, ikan atau daging dicampur dengan sa’mu hingga merata. Lalu daging disimpan ke dalam kotak kaca, stoples, ataupun plastik yang kedap udara serta ditutup rapat-rapat dan disimpan hingga 3-5 hari. Wadi kemudian disantap dengan cara digoreng.

Walaupun pembuatannya mudah, jika terjadi kesalahan sedikit dalam memasukan bumbu-bumbunya serta pada saat perendamannya, maka dapat membuat wadi menjadi tidak lezat lagi atau bahkan tidak bisa di makan. Oleh sebab itu ada orang-orang tertentu yang mempunyai keahlian khusus untuk dapat membuat wadi yang lezat.

5. Bangamat

Nama Bangamat diambil dari bahasa Dayak Ngaju, atau juga dapat disebut dengan Paing. Diambil dari bahasa Dayak Maanyan, yakni masakan tradisional khas dari Dayak yang dibuat dari bahan utama kelelawar besar ataupun kalong. Kelelawar yang digunakan kelelawar jenis pemakan buah. Ukuran tubuh paling besar dari jenis kelelawar lain. Tidak menggunakan kelelawar jenis penghisap darah dan pemakan serangga.

Untuk orang-orang Dayak Ngaju, bangamat dimasak dengan bumbu-bumbu yang lebih banyak. Sedangkan jika untuk Dayak Maanyan, bangamat dimasak dengan bumbu-bumbu seperti serai dan juga daun pikauk atau daun yang mempunyai rasa asam.

Bangamat sering dimasak bersama sayuran hati batang pisang yang sudah dipotong-potong. Umumnya menggunakan pisang kipas. Juga dapat dimasak bersama dengan sulur keladi yang telah dipotong-potong.

Demikianlah kuliner-kuliner khas Kalimantan Tengah yang sangat khas dan lezat. Apakah kamu ingin mencobanya?