Bayi Baru Lahir Bikin Pengeluaran Keluarga Boros? Atasi dengan 6 Tip Berhemat Berikut!

Sama sekali tak boros kok asal kita punya tip berhemat yang jitu.

Punya bayi baru lahir itu membuat pola keuangan rumah tangga pun berubah. Terutama karena harus memenuhi kebutuhan bayi. Tenang, mari kita coba beberapa cara untuk menyiasati semua keperluan yang tiba-tiba mahapenting ini.

Harga popok, pakaian bayi, tempat tidur bayi, pompa ASI, stroller, kini memang semakin mahal ya. Namun, di tengah tuntutan untuk memenuhi semua kebutuhan itu, bukan berarti kita tak bisa berhemat sama sekali lo, meski bayi baru lahir memang membutuhkan ritual perawatan bayi yang ekstra.

Berikut 6 cara berhemat untuk para ibu untuk menyiasati pemenuhan semua keperluan bayi baru lahir

Agar tak boros untuk perawatan bayi baru lahir, lakukan beberapa tip berhemat berikut.
Agar tak boros untuk perawatan bayi baru lahir, lakukan beberapa tip berhemat berikut. Image via ecodiario.eleconomista.es.

1. Do some research

Lakukan ini sebelum si kecil lahir, dan juga sebelum memutuskan untuk berbelanja keperluan bayi. Jangan malu untuk bertanya kepada orang-orang terdekat ataupun teman kita yang lain yang sudah punya pengalaman. Ya, kalau bisa sih yang pengalamannya juga masih segar ya. Kalau dia sudah bertahun-tahun lalu punya bayi, kemungkinan sih sudah tak update atau bahkan sudah lupa apa saja yang mesti dipersiapkan saat harus menyambut si bayi baru lahir.

Yang paling penting, kita mestu bisa menghindari euforia berbelanja keperluan bayi. Ini memang menjadi hal pertama yang harus diingat. Karena, begitu kita dinyatakan positif hamil, lalu rasa bahagia membuncah di dada. Dan, yang berikutnya terjadi kita ingin melampiaskan rasa bahagia itu dengan berbelanja berlebihan.

Ya, wajar sih, karena memang seperti itulah sifat perempuan pada umumnya. Ini yang harus direm ya. Lebih baik kita bertanya dulu pada mereka yang lebih berpengalaman, agar terhindar dari pembelian barang yang ternyata tak dipakai.

Kalau perlu, ikutilah beberapa komunitas online yang membahas seputar menjadi ibu baru dan perawatan bayi, untuk mengetahui pengalaman orang tua lain.

BACA JUGA:  Pertanyaan-pertanyaan mengenai masalah pada hidung bayi

 

2. Berpikir matang sebelum membeli

Lakukan hal ini terutama saat kita ingin membeli sesuatu yang cukup mahal dan yang kemungkinan hanya sebentar dipakai, misalnya seperti stroller atau car seat.

Perkirakan berapa lama akan terpakai dan perhitungkan ukurannya. Jangan sampai stroller dan car seat yang kita beli malah tak muat di mobil.

Selain harga, pikirkan juga kualitas bahan ya, jangan sampai harus membeli berulang kali karena kualitas yang kurang baik. Jadi keluar uang sia-sia kan, kalau barangnya rusak-rusak terus?

 

3. Bekas atau sewa?

Beberapa barang akan lebih efisien kalau dibeli yang bekas atau menyewanya saja di tempat jasa sewa perlengkapan bayi. Terutama jika anggaran atau ruangan di rumah terbatas. Apalagi kalau barang tersebut cuma bakalan dipakai sebentar. Seperti box bayi, stroller dan juga car seat itu.

Sekarang kan banyak sekali tempat penyewaan perlengkapan bayi yang barang-barangnya bisa disewa hanya beberapa hari, atau bisa juga bulanan. Cobalah cari informasi di kota domisili kita masing-masing ya.

Lagi-lagi, jangan sungkan pula untuk bertanya pada mereka yang lebih pengalaman. Siapa tahu, teman ataupun kerabat kita ada juga yang punya dan sudah tak terpakai lagi. Coba saja diminta, dan diganti sesuai kesepakatan. Kan lumayan tuh. Ketimbang hanya mereka simpan kan, mendingan kita pakai saja.

 

4. Hindari berbelanja baju berlebihan

Nah, ini nih, seperti yang sudah dijelaskan di poin pertama di atas. Sering kali orang tua baru atau calon orang tua jadi kalap saat melihat baju-baju lucu untuk bayi kan?

Ya, sebaiknya kendalikan keinginan kita untuk berbelanja berlebihan seperti ini. Tahu nggak sih, baju bayi itu biasanya jadi item yang paling banyak diberi oleh orang-orang sebagai kado selamat datang untuk si kecil lo. Pun biasanya akan segera kekecilan, saat si bayi baru lahir tumbuh. Tahu-tahu sudah tak muat lagi. Padahal baru beberapa kali dikenakan. Kan sayang banget.

BACA JUGA:  Trik jitu mencegah biang keringat pada anak-anak

Jadi, beli saja secukupnya. Nanti kalau seumpama kurang, kita bisa membeli baju lagi sambil jalan, dengan menyesuaikan ukuran tubuh si bayi. Ingat, ukuran tubuh si kecil itu begitu cepat berkembang di masa-masa bayi dan balitanya.

 

5. Jangan menimbun

Tak perlu menimbun semua keperluan bayi secara berlebihan. Misalnya seperti popok, bedak, minyak telon, kapas dan lain sebagainya. Mendingan kita beli saja per mingguan, atau per 2 mingguan. Itu sudah cukup, sembari menyesuaikan kondisi bayi.

Atau kalau memang sudah yakin dibutuhkan, justru beli dalam ukuran besar sekalian. Biasanya ukuran besar jatuhnya harga barang menjadi lebih murah. Tapi, tentu saja harus disesuaikan dengan kondisi keuangan kita ya. Pertimbangkan dengan baik, mana yang lebih menguntungkan. Beli dalam kemasan-kemasan kecil atau besar sekalian.

Yang penting harus diingat, jangan sampai ada yang terbeli, tapi akhirnya tak kepakai.

 

6. Pertimbangkan untuk dijual kembali

Simpan dan jaga kondisi barang-barang si kecil yang sudah tak terpakai lagi. Siapa tahu, suatu kali nanti kalau sudah tak terpakai lagi, kita bisa menjualnya kembali, atau memberikannya pada ibu baru lain yang membutuhkan.

Manfaatkan aplikasi jual beli yang sekarang sudah banyak tersedia. Lumayan kan, kalau laku bisa dipakai buat beli barang lain yang lebih dibutuhkan.

 

Nah, sudah tak bingung lagi kan bagaimana caranya berhemat saat baru saja memiliki bayi baru lahir. Semoga semua segera bisa diatur lagi ya.

About Carolina Ratri 99 Articles
Content & Copywriter. Sketcher. Editor. Visual Communicator. Graphic designer. Mood swinger. INFJ-T Sagittarian. Sarcasm speaker. Author of Bicara Perempuan