Beberapa Fakta Penyakit Alzheimer yang Harus Perempuan Ketahui
in

Beberapa Fakta Penyakit Alzheimer yang Harus Perempuan Ketahui

Alice Howland adalah seorang profesor wanita yang cerdas, dan mengajar di Harvard University, Amerika Serikat. Kariernya cemerlang, dengan keluarga yang mencintainya. Saat usianya memasuki 50 tahun, tiba-tiba saja Alice sering mengalami hilang memori; ia lupa materi kuliah, lupa nama orang-orang terdekatnya, sering menanyakan ulang hal-hal sepele, hilang orientasi, bahkan tersesat di rumahnya sendiri. Alice didiagnosis menderita penyakit Alzheimer.

Kisah di atas adalah kisah nyata Alice Howland, yang kemudian ditulis oleh Lisa Genova, dan kemudian difilmkan dengan bintang Julianne Moore.

Ya, penyakit Alzheimer yang tadinya merupakan penyakit khas orang lanjut usia, kini sudah mengancam mereka yang masih berusia muda, bahkan di awal 30-an.

Seiring perkembangan ilmu pengetahuan, para peneliti juga mempelajari seluk beluk penyakit Alzheimer lebih jauh. Dan, ternyata tak hanya meneliti berbagai kemungkinan kalau penyakit ini bisa dicegah ataupun diobati, namun para peneliti juga menemukan beberapa fakta mengenai penyakit Alzheimer ini yang justru semakin mengejutkan. Temuan tersebut juga semakin menguatkan alasan bahwa akan lebih baik jika penyakit ini bisa dideteksi lebih dini.

Asosiasi Alzheimer Amerika juga telah menerbitkan laporan tahunan yang merinci biaya dan komplikasi penyakit pasien, perawat dan sistem perawatan kesehatan.

Sungguh, sekarang ini sudah bukan saatnya menganggap enteng penyakit satu ini. Kita semua bisa saja menjadi korbannya sewaktu-waktu, juga orang-orang terdekat kita.

Dan inilah 7 fakta terbaru tentang penyakit Alzheimer yang perlu diketahui lebih jauh–terutama bagi perempuan–berdasarkan penelitian para ilmuwan di Asosiasi Alzheimer Amerika.

 

7 Fakta mengenai penyakit Alzheimer yang harus kita ketahui, terutama bagi perempuan

 

Penderita penyakit Alzheimer akan  melupakan hal-hal penting dalam hidup mereka secara pelan tapi pasti.
Penderita penyakit Alzheimer akan melupakan hal-hal penting dalam hidup mereka secara pelan tapi pasti. Image via Big Think.

1. Hampir setengah lansia yang berusia 85 tahun ke atas mengidap penyakit Alzheimer

Menurut fakta dari hasil penelitian Asosiasi Alzheimer Amerika pada tahun 2012 yang lalu, diperkirakan 45% dari lansia berusia 85 tahun ke atas menderita Alzheimer. Satu dari delapan orang berusia 65 tahun ke atas (atau 13%-nya) memiliki penyakit Alzheimer.

BACA JUGA:  5 Hal yang Bisa Kamu Lakukan Agar Pagimu Sehat

Ya, penyakit Alzheimer merupakan bentuk demensia paling umum yang terjadi pada para lansia di Amerika. Lalu, bagaimana dengan kondisi di Indonesia?

Berita buruknya, Kementrian Kesehatan justru ‘lupa’ mendata penderita penyakit Alzheimer di Indonesia sampai dengan tahun 2016. Padahal Indonesia memiliki 22 juta lansia, yang merupakan usia-usia rentan terkena penyakit Alzheimer. Dari keseluruhan 60 juta lansia di kawasan Asia Tenggara, tidak ada data sedikit pun mengenai statistik penderita Alzheimer dari Indonesia.

Wah, hal ini tentunya memprihatinkan ya? Semoga Kementrian Kesehatan menaruh perhatian pada penyakit ini secepatnya.

 

2. Dari sekitar 5,4 juta orang Amerika dengan penyakit ini, lebih dari setengahnya tak menyadari bahwa mereka mengidap Alzheimer

Sebagian disebabkan karena memang cukup sulit untuk mendeteksi gejala stadium awal Alzheimer atau gangguan kognitif ringan (MCI) ini, sehingga menyebabkannya tak terdiagnosis dengan baik.

Dan, faktanya, semakin baik kita bisa mengenali gejala awal penyakit Alzheimer, maka jumlah pengidap Alzheimer pun juga akan semakin bertambah, lantaran kini penyakit ini menjangkiti pula para usia muda.

 

3. Perempuan berisiko terkena Alzheimer lebih tinggi daripada pria

Asosiasi Alzheimer Amerika melaporkan, bahwa hampir dua per tiga penderita Alzheimer di Amerika adalah perempuan.

Namun, tak berarti ada kecenderungan berbasis gender untuk penyakit ini. Alasan satu-satunya yang masuk akal untuk penemuan statistik ini adalah bahwa perempuan pada umumnya hidup lebih lama daripada pria, sehingga peluangnya menderita penyakit Alzheimer lebih besar.

 

4. Gejala dini Alzheimer dapat berkembang di usia 30 tahun

Kita selalu beranggapan bahwa Alzheimer adalah penyakit orang tua.

Namun, data membuktikan, bahwa ada 5% pengidap Alzheimer di Amerika (atau sekitar 200.000 orang) telah merasakan berbagai gejala dini Alzheimer di usia 30-an. Padahal biasanya gejala Alzheimer ini muncul di usia 50-an, atau 40-an.

BACA JUGA:  Tips Singkat Menjaga Kesehatan Ginjal

Meskipun penyebab munculnya gejala dini masih menjadi misteri, namun pada beberapa kasus terdapat indikasi pengaruh genetik.

 

5. Di Amerika, ada kasus Alzheimer baru di setiap 68 detik, dan pada tahun 2050, akan meningkat menjadi setiap 33 detik

Angka tersebut dipicu oleh pertumbuhan populasi lansia 65 tahun ke atas. Juga oleh peningkatan jumlah lansia 80 tahun dan 90 tahun ke atas serta kemungkinan terdeteksinya gejala Alzheimer yang lebih dini.

 

6. Alzheimer merupakan penyebab keenam kematian di Amerika Serikat, dan penyebab kelima kematian pada orang lanjut usia di dunia

Alzheimer merupakan penyebab kematian yang umum, bagi penduduk lansia di Amerika Serikat dan negara-negara lainnya. Demikian laporan Asosiasi Alzheimer Amerika.

Apalagi kemudian kita mengalami kemajuan dalam pengurangan tingkat risiko kematian akibat penyakit lain, misalnya penyakit jantung, sementara tingkat kematian akibat Alzheimer terus meningkat.

 

7. Diperkirakan terdapat 800.000 orang Amerika dengan penyakit Alzheimer tinggal sendirian

Telah disarankan, bahwa penderita Alzheimer sebaiknya dirawat oleh keluarga atau bisa juga disediakan rumah yang berfasilitas khusus.

Namun ternyata faktanya, ada 800ribu penderita Alzheimer atau sebanyak 15% orang dengan Alzheimer, hidup sendiri. Banyak dari mereka tak terawat dan terisolasi secara sosial. Padahal penderita Alzheimer akan mengalami penurunan kemampuan merawat diri, gampang disorientasi, dan penurunan-penurunan kemampuan yang lain yang membutuhkan perawatan dan perhatian yang lebih.

 

Nah, melihat beberapa fakta yang cukup mengejutkan di atas, sudah waktunya para pengidap penyakit Alzheimer mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah dan masyarakat, karena ini bukan sekadar penyakit yang lumrah terjadi pada orang tua biasa.

Alzheimer sangat mengerikan, karena si pengidap benar-benar kehilangan memori berharga dari dirinya sampai yang sekecil-kecilnya. Ia tak bisa mengenali orang-orang terdekatnya, bahkan tersesat di rumahnya sendiri. Ia juga tak bisa melakukan hal-hal sepele yang tadinya bisa dilakukan, sehingga para pengidap Alzheimer menjadi tak mandiri lagi.

Kitalah harus menolongnya. Jangan lagi sepelekan penyakit Alzheimer.

Ditulis oleh Carolina Ratri

Content & Copywriter. Sketcher. Editor. Visual Communicator. Graphic designer. Mood swinger. INFJ-T Sagittarian. Sarcasm speaker. Author of Bicara Perempuan

Memiliki Kamar Nyaman Itu Tidak Sulit, Yuk Intip Caranya

9 Nasehat Pernikahan untuk Jaminan Langgeng Hingga Tua Nanti

9 Nasehat Pernikahan untuk Jaminan Langgeng Hingga Tua Nanti