Ibu Menyusui di Tempat Umum? Berikut Tip-Tipnya Agar Tetap Nyaman!

Dukung terus ibu menyusui, di mana pun ia berada!

ASI adalah hak bagi setiap bayi. Kapan pun, di mana pun mereka membutuhkan, sang ibu harus dengan cepat memberikannya. Tapi ibu menyusui di tempat umum?

Yah, ada memang ibu yang dengan cuek dan nyaman bisa saja menyusui di tempat umum mana saja, tapi ada yang tidak. Juga tak semua tempat bisa menjadi tempat yang nyaman buat menyusui.

Aktivitas ibu menyusui di tempat umum sampai saat ini memang masih kerap menimbulkan pro dan kontra. Padahal, menyusui merupakan hal yang sangat natural, bahkan juga merupakan implementasi dari Konvensi Hak Anak di dunia.

Namun, masih ada beberapa negara yang melarang aktivitas ibu menyusui di tempat umum. Bahkan di luar negeri hal ini cukup meresahkan, terutama bagi para perempuan pekerja. Tak banyak perusahaan yang sudah memberikan keleluasaan bagi para ibu menyusui untuk bisa memenuhi hak bayi untuk mendapatkan ASI-nya sementara ibu sedang bekerja. Untungnya ini tak terjadi di Indonesia.

Bagi para ibu, terutama para aktivis laktasi, menyusui di tempat umum itu wajar saja dan seharusnya tak perlu jadi tontonan. Bila ada bayi yang diberi minum dengan susu formula boleh minum di tempat umum, mengapa bayi yang diberi ASI tak boleh juga mendapatkan hak yang sama? Dengan menyusui di tempat umum, para ibu menyampaikan tentang betapa pentingnya ASI, betapa mudahnya memberi ASI, dan juga betapa asyiknya menyusui.

Namun, tak sedikit pula yang merasa tidak nyaman untuk menyusui di tempat umum. Alasan paling banyak, karena takut menjadi tontonan, atau risih bila dilihat orang.

Banyak juga pria yang mengaku merasa tak nyaman kalau melihat seorang ibu menyusui di depan umum. Hal ini tentu tak lepas, dari anggapan bahwa seorang perempuan dengan buah dada yang terlihat tentu bukan pemandangan yang biasa di Indonesia.

BACA JUGA:  5 Pertanda serius anak mengalami masalah pendengaran

Fasilitas ruang laktasi atau ruang menyusui sih memang sudah ada di beberapa fasilitas umum, seperti di pusat perbelanjaan, di rumah sakit atau tempat-tempat lainnya. Tapi yang belum menyediakan, lebih banyak lagi.

 

Berikut ini ada beberapa solusi yang bisa dipertimbangkan para ibu menyusui untuk tetap bisa menyusui bayinya meski berada di tempat umum

 

Menyusui di tempat umum? Kenapa tidak?
Menyusui di tempat umum? Kenapa tidak? Image via LancasterOnline.com.

1. Cari tempat yang nyaman

Jika tidak bisa menemukan ruang laktasi atau ruang khusus untuk menyusui di tempat yang sedang dikunjungi, kita bisa menyusui di dalam mobil dengan kaca yang tertutup.

Atau, kita juga bisa memilih tempat tertutup dan bersih lain, seperti fitting room atau musala. Minta izinlah baik-baik pada pengelola tempat tersebut untuk meminjam ruangannya untuk menyusui kira-kira selama 15 menit.

Biasanya sih orang-orang akan mengizinkan kok. Jadi tak perlu khawatir.

Kita juga bisa menyusui di salah satu sudut resto atau kafe yang agak menyendiri dan menghadap ke arah tembok. Pastikan dulu kalau resto ataupun kafe tersebut bebas rokok ya. Duduklah membelakangi area kafe atau resto, dan kita pun bisa menyusui dengan aman, bahkan sambil menikmati camilan.

 

2. Senyum saja!

Bagaimana jika ada yang menatap dan memandangi ibu menyusui di tempat umum?

Yah, tak perlu marah-marah ataupun merasa risih. Cukup berikan senyum manis yang ramah padanya, mengangguklah dengan sopan, lalu teruskan kegiatan menyusui bayinya.

Tak perlu terlalu dipikirkan. Berdasarkan pengalaman, lebih banyak orang yang akan menatap risih si bayi yang rewel menangis kelaparan ketimbang menatap ibu menyusui.

Jadi, santai saja. Toh kita kan sedang melakukan hal yang sangat alami dan wajar dilakukan oleh ibu mana pun di dunia ini, yaitu memberikan makanan untuk bayi kita, bukan?

BACA JUGA:  Tips membuat bayi merasa nyaman tidur di box

Senyuman yang kita berikan justru akan membuat kita jadi lebih percaya diri, dan malah membuat si ‘penonton’ jadi jengah sendiri dan memalingkan mukanya.

 

3. Gunakan apron atau penutup yang lain

Sekarang sudah banyak dijual apron-apron untuk ibu menyusui, dengan corak bervariasi yang lucu-lucu, sehingga tak cuma fungsional, bisa menutupi, tapi juga cantik banget dipakai.

Cara memakainya juga mudah banget, cukup kalungkan apron menyusui ke leher, dan letakkan si bayi dalam posisi menyusui seperti biasa. Bayi dan payudara pun bebas dari gangguan.

Namun, kadang ada juga bayi yang tak suka menyusu sambil ditutup apron. Mungkin terasa sesak untuknya. Jadi, kalau memang dia tak suka, ya jangan dipaksa. Kita masih bisa menggunakan pashmina atau scarf yang tipis untuk menutup payudara saja. Jadi si bayi masih tetap bisa dipandangi wajahnya.

 

4. Pilih model baju yang sesuai

Model baju ibu menyusui yang banyak dijual adalah model-model baju berkancing atas. Sebagian memang suka mengenakan baju model begini.

Namun, ada pula yang lebih suka mengenakan baju berlapis dari bahan katun yang nyaman. Saat mau menyusui, tinggal angkat pakaian dari bagian bawah untuk mempermudah proses menyusui, sedangkan bagian perut tetap tertutupi dengan baju model tank top.

Ada juga yang lebih suka mengenakan tanktop yang kemudian ditutup dengan jaket atau kardigan. Saat akan menyusui, susu bayi dari celah terbuka atau tanktop dan leher kardigan.

Semua memang tergantung kenyamanan masing-masing. Ingatlah, bahwa kenyamanan si ibu akan memengaruhi produksi dan kualitas ASI. Jadi pakaian seperti apa yang membuat ibu menyusui nyaman untuk menyusui, itulah yang dipakai.

 

5. Kepercayaan diri berbeda-beda

Kepercayaan diri setiap orang berbeda-beda, termasuk para ibu menyusui di tempat umum.

BACA JUGA:  Bunda, ini penyebab dan cara mengatasi batuk pilek pada bayi

Ada ibu yang nyantai saja menyusui bayinya di mana saja, bahkan sambil jalan-jalan ke sana kemari dengan area dada yang agak terbuka. Tapi belum tentu demikian halnya dengan ibu yang lain.

Nah, kalau sudah begini, tak perlu membandingkan diri sendiri. Yang penting, adalah diri kitma sendiri. Nyamankah? Percaya dirikah dengan cara menyusui kita? Kalau sudah nyaman dan percaya diri, maka ya sudah, teruskan saja apa yang sudah dilakukan.

 

Menyusui adalah tentang pilihan. Kita tidak melakukan hal yang aneh atau tidak pantas ataupun salah. Kita sedang melakukan sesuatu yang indah untuk si buah hati. Tak perlu memusingkan pendapat orang, pandangan atau pikiran orang lain tentang pilihan yang sudah dilakukan.

Begitu juga jika ada ibu lain yang melakukannya dengan cara yang berbeda, itu juga merupakan pilihan mereka. Kita tak perlu ambil pusing. Berikan senyuman sebagai tanda dukungan sesama ibu yang harus menyusui bayi masing-masing.

Karena tak ada seorang pun yang bisa melarang seorang ibu untuk memberikan yang terbaik bagi si buah hati.

About Carolina Ratri 99 Articles
Content & Copywriter. Sketcher. Editor. Visual Communicator. Graphic designer. Mood swinger. INFJ-T Sagittarian. Sarcasm speaker. Author of Bicara Perempuan