Sering Sakit Kepala? Ini Dia 7 Pemicu yang Mungkin Selalu Kita Lakukan pada Diri Kita Sendiri

Kita sendiri yang sering melakukan pemicu sakit kepala ini.

Selain sebagai gejala awal munculnya flu dan alergi, sakit kepala bisa menjadi pertanda ada yang salah dengan kebiasaan kita sehari-hari lo.

Hmmm, jadi buat yang sering mengalami sakit kepala, coba deh diingat-ingat lagi, mungkin kita sering mengalami atau melakukan 7 pemicu sakit kepala ini.

 

7 Pemicu sakit kepala

Pemicu sakit kepala ini kita lakukan pada diri kita sendiri
Pemicu sakit kepala ini kita lakukan pada diri kita sendiri. Image via Organic Facts.

1. Stres

Deadline pekerjaan yang seakan tak pernah berakhir, bos yang moodnya bagai roller coaster, dan urusan rumah yang nggak kelar-kelar, adalah sedikit dari banyak hal yang membuat pikiran kita jadi terbebani.

Efeknya tak cuma pada psikis tapi juga fisik. Sebab, ketika kita panik, gelisah dan cemas, secara otomatis napas kita menjadi pendek-pendek. Karena oksigen yang masuk sedikit, maka pembuluh darah pun menyempit sehingga menimbulkan sakit kepala.

Atasi dengan:

Tarik napas panjang sampai hitungan ke empat lalu tahan selama 5-7 detik, kemudian embuskan secara perlahan. Ulangi beberapa kali hingga stres mereda. Hibur diri dengan mendengarkan musik atau bertemu dengan BFF.

2. Bau

Bau yang menusuk hidung, bahkan bau yang harum sekalipun, bisa mengakibatkan serangan sakit kepala dan migrain pada sebagian orang.

Mengapa hal ini terjadi, nggak ada penjelasan yang cukup bikin paham juga sih, Ma. Namun, bau memang dapat merangsang sistem syaraf.

Menurut Mauskop, penulis What Your Doctor May ot Tell You About Migraine, bebauan yang sering memicu sakit kepala adalah parfum, bensin, tembakau, cat, beberapa bunga, dan buah dengan bau yang menyengat seperti durian.

Atasi dengan:

Bawalah botol kecil berisi minyak esensial lavendel yang memberi efek menenangkan sehingga baik untuk mencegah stres. Serta peppermint yang bisa meredakan sakit kepala. Hiruplah kapan pun kita membutuhkan.

BACA JUGA:  Sakit kepala seumur hidup, ternyata ada jarum di otak wanita ini

3. Makanan enak

Makanan enak tak selalu mendatangkan perasaan enak saja. Bagi sebagian orang, justru adalah penderitaan.

Keju, misanya, bisa memicu datangnya sakit kepala, terutama migrain karena keju memiliki kandungan tyramine yang tinggi. Begitu menurut ahli dari The Cleveland Clinic, Florida. Kalau kita termasuk sensitif terhadap tyramine, menyantap sedikit keju cheddar atau permesan saja sudah membuat kepala pening tujuh keliling.

Begitu juga dengan makanan yang mengandung zat aditif, seperti pewarna dan MSG. Serta daging merah yang rupanya juga mengandung tyramine meski jumlahnya tak banyak.

Atasi dengan:

Batasi mengonsumsi makanan yang jadi pemicu sakit kepala. Pilihlah makanan yang lebih sehat seperti buah dan sayur.

4. Lupa makan

Demi mengurangi berat badan secara cepat, kita kerap mengurangi ‘jam’ makan, seperti melewatkan makan siang dan malam. Padahal, perut yang lapar bisa memicu serangan sakit kepala.

Ketika rasa lapar menyerang, biasanya kita menyingkirkan rasa sakit itu dengan makan cokelat, kue atau permen. Cara ini malah akan mengakibatkan gula darah meningkat tajam dan kemudian menurun lagi dengan drastis sehingga rasa lapar justru lebih akut lagi.

Atasi dengan:

Jangan biarkan perut kelaparan. Penuhilah kebutuhan tubuh akan makanan yang bergizi dan sehat. Agar perut selalu terisi di sela-sela waktu makan (pagi, siang dan malam), kita boleh makan snack rendah kalori, seperti buah dan sayur.

5. Terlalu banyak kopi

Dalam takaran yang normal, satu cangkir per hari, kafein memang berefek seperti ‘obat’ sakit kepala. Namun, kalau kita minum kopi sampai bercangkir-cangkir, dan bahkan kemudian merasa tak bisa hidup tanpa kopi, maka itu menghasilkan efek yang sebaliknya.

Sakit kepala akan mudah menyerang. Menghentikan kebiasaan mengonsumsi kafein menimbulkan berbagai keluhan, seperti kehilangan konsentrasi, sakit kepala, lelah dan kurang bersemangat.

BACA JUGA:  Cara Menghilangkan Kerutan Di Bawah Mata Dan Wajah

Itulah hasil penelitian yang dilakukan oleh University of Vermont College of Medicine dan Johns Hopkins School of Medicine.

Kondisi ini dikenal juga dengan istilah caffeine withdrawal headache.

Atasi dengan:

Tak ada cara lain untuk menghentikan sakit kepala ini selain dengan mengurangi asupan kafein sedikit demi sedikit. Dengan demikian, tubuh tak kaget dan akan lambat laun akan terbiasa.

6. Salah postur

Kebiasaan-kebiasaan buruk dalam beraktivitas memicu munculnya sakit kepala. Di antaranya terlalu lama berada di depan layar komputer. Selain itu level cahaya dan brightness di layar komputer juga bisa membuat syaraf di area kepala tegang.

Hal lain yang juga sering diabaikan adalah postur tubuh saat bekerja, misalnya posisi monitor yang nggak tepat berada di tengah bisa menimbulkan nyeri di area leher dan bahu.

Mengapit telepon di antara telinga dan bahu juga bisa membuat kita sering didera sakit kepala.

Atasi dengan:

Letakkan monitor tepat di tengah. Jarak dari monitor ke mata kita kira-kira sepanjang satu lengan. Dan bagian atas monitor mesti sejajar dengan mata, sehingga kita tak perlu mendongak atau menunduk saat mengetik.

Selain itu, ambillah jeda 10 menit setiap satu jam bekerja di depan komputer untuk mengistirahatkan mata.

7. Kuncir kuda

Memiliki rambut panjang memang menyenangkan, karena kita bisa membentuknya sesuka hati, misalnya dengan mengikat rambut dalam berbagai gaya.

Tapi, ternyata menurut penelitian the City of London Migraine Clinic, kebiasaan ini bisa menimbulkan sakit kepala. Bagi yang suka mengikat rambut dengan gaya kuncir kuda berhati-hatilah karena gaya ini membuat area kulit kepala tertarik sehingga menimbulkan ketegangan.

Atasi dengan:

Bila sakit kepala menyerang, bukalah ikatan rambut kita, dan gerai untuk sementara waktu. Biasanya rasa sakit akan hilang dalam 30 menit.

BACA JUGA:  Gaya Rambut Terseksi dari Film

 

Nah, setelah kita mengatasi beberapa pemicu di atas, semoga tak ada lagi sakit kepala yang datang ya! Yang penting, jagalah pola hidup sehat kita.

About Carolina Ratri 99 Articles
Content & Copywriter. Sketcher. Editor. Visual Communicator. Graphic designer. Mood swinger. INFJ-T Sagittarian. Sarcasm speaker. Author of Bicara Perempuan