Ditinggal Pergi Ibadah Haji atau Umrah, Siapkan Anak-Anak dengan Beberapa Tip Berikut
in

Ditinggal Pergi Ibadah Haji atau Umrah, Siapkan Anak-Anak dengan Beberapa Tip Berikut

Dalam waktu dekat, ayah dan ibu akan pergi untuk menunaikan ibadah haji ataupun umrah ya?

Selain repot menyiapkan diri, cek kesehatan, memastikan waktu keberangkatan, menyelesaikan proses administrasi, dan sebagainya, kita juga mesti memikirkan bagaimana strategi agar anak yang ditinggal tetap merasa nyaman dan aman tanpa drama. Sehingga, dengan demikian ayah dan ibu pun tenang selama berada di Tanah Suci dan bisa khusyuk dalam melaksanakan ibadah haji ataupun umrahnya.

Nah, pastinya kita bisa memulainya dengan menjelaskan rencana untuk pergi beribadah ini pada anak sedini mungkin. Walau masih kecil, ia perlu diberitahu tentang kepergian orang tua selama jangka waktu tertentu tersebut. Pastinya, kita menjelaskannya juga harus dengan bahasa yang mudah mereka pahami ya?

Katakan padanya, bahwa ayah dan ibu akan beribadah, dan ini berbeda sekali dengan liburan. Ibadah ini sama hukumnya seperti melakukan salat dan puasa yang notabene telah sering mereka lihat, bahkan dilakukan bersama sekeluarga.

Selain itu, lakukanlah beberapa hal berikut untuk menyiapkan anak selama ditinggal pergi ibadah haji ataupun umrah ke Tanah Suci.

 

5 Hal yang harus dilakukan untuk mempersiapkan si kecil ditinggal pergi ibadah haji atau umrah

1. Siapkan mereka

Untuk anak balita, kita akan lebih mudah menjelaskan mengenai kegiatan ibadah haji atau umrah ini dengan bercerita melalui gambar, buku-buku, ataupun film edukasi. Jadi, temukanlah buku atau film yang sesuai, dan ajak mereka untuk bersama membaca atau menontonnya.

Untuk memberi pemahaman berapa lama waktu yang dibutuhkan selama berada di Tanah Suci, jelaskan secara hati-hati dan perlahan, lalu berikan contoh dan dengan bahasa yang juga masih mudah dipahami.

Misalnya begini, Makkah itu jaraknya jauh sekali dari Jakarta. Kalau naik pesawat itu butuh waktu selama 9 jam, kalau perginya malam, besoknya baru sampai. Sama seperti kalau kita pulang ke kampung halaman saat Lebaran. Perjalanannya juga butuh waktu lama kan?

Jangan menunjukkan bahwa kita merasa cemas dan sedih karena akan meninggalkan mereka. Ketika kita merasa cemas dan mendramatisasinya, maka mereka pun bisa merasakannya dan akan merasa lebih cemas lagi.

Berikan kata-kata positif yang menguatkan bahwa ia akan baik-baik saja tanpa kehadiran ayah dan ibu. Misalnya, katakan, “Anak Ibu kan sudah besar, sudah hebat. Bisa makan sendiri. Nanti kalau nggak ada Ibu pasti akan lebih hebat lagi.”

 

2. Siapkan orang-orang yang akan menemani anak-anak

Ketika disebutkan seberapa lama ia akan ditinggal untuk ibadah haji atau umrah, biasanya anak pun akan merasa sedih, takut dan tidak nyaman.

Maka, kita pun perlu meyakinkan bahwa ia akan baik-baik saja karena akan ada nenek, kakek, om, tante atau asisten rumah tangga yang akan menjaga, melindungi dan selalu menyayanginya.

Siapkan pula orang-orang yang akan menemani si kecil. Beritahukan apa saja kebiasaan si kecil, di mana menaruh barang-barang kebutuhan, nomor telepon penting, dan hal-hal penting lainnya.

Jika si kecil masih ASI dan MPASI, maka jangan lupa untuk melatih atau mengajarkan pada pengasuh atau orang yang akan menjaga si kecil, bagaimana cara menghangatkan ASI dan bagaimana aturan pemberian MPASI-nya.

Kenalkan si kecil pada orang yang akan menemaninya, jika memang belum terbiasa. Dapat juga diadakan latihan menitip sementara, untuk melatih si kecil agar lebih terbiasa ditinggal tanpa ayah ataupun ibu. Berikan reward ketika si kecil berhasil atau mau dititipkan sementara, misalnya dalam bentuk pujian, pelukan, atau ciuman.

Jangan lupa juga untuk mengajarkan pada pengasuh bagaimana cara mengalihkan perhatian anak ketika sedang sedih.

 

3. Si kecil harus tetap sibuk selama ditinggal

Untuk si kecil yang sudah duduk di bangku SD, barangkali kita harus meninggalkan beberapa barang agar bisa membuatnya sibuk. Misalnya buku-buku bacaan, alat mewarnai, atau games–yang pastinya dimainkan dengan aturan-aturan yang sudah disepakati bersama.

Atau barangkali, mau mengajak sepupunya untuk menginap sementara ayah dan ibu pergi?

Latih kemandiriannya sejak jauh-jauh hari. Misalnya, ajarkan padanya untuk menyiapkan kebutuhannya sendiri, seragam, buku-buku, bekal sekolah dan lain-lain.

Buatlah jadwal kegiatan sehari-hari bersama anak dari bangun tidur sampai tidur kembali.

 

4. Persiapan kesehatan

Jaga kesehatan bayi dan balita sebelum kita berangkat ke Tanah Suci. Beri makanan bergizi dan istirahat yang cukup.

Kemudian, selama kita berada di Tanah Suci, pastikan pada pengasuh, makanan apa saja yang boleh dan tidak boleh diberikan pada anak. Informasikan ke pengasuh kapan anak harus beristirahat, juga obat-obatan jika ia sakit.

 

5. Siapkan anak-anak jika rindu

Ajarkan doa sederhana jika suatu saat mereka rindu atau sedih karena ditinggal oleh ayah dan ibu.

Kita juga bisa lo, memberi mereka diary kecil–untuk mereka yang sudah bisa menulis–untuk mereka tulisi jika mereka ada hal-hal yang pengin dicurhatkan sementara kita pergi. Berjanjilah untuk selalu menghubungi mereka, bisa lewat video call atau pesan singkat, sesekali saat ada waktu luang di Tanah Suci.

 

Nah, paling penting nih, ketika hari keberangkatan tiba, janganlah pergi sembunyi-sembunyi dari anak. Pastikan kita tetap pamit pada anak, sehingga anak tidak merasa kalau ditinggalkan begitu saja.

Kalau kita harus berangkat saat subuh dan kemungkinan si kecil juga masih tidur, maka beritahukanlah sejak semalam bahwa kita besok akan berangkat pagi-pagi sekali, dan kemungkinan saat itu ia masih tidur.

Tetaplah tegar saat anak mulai menangis karena melihat kita pergi. Jangan menunjukkan kesedihan yang berlebihan atau “maju mundur” yang memperlihatkan kalau kita berat ketika meninggalkan anak.

Dengan beberapa tip di atas, semoga ibadah kita lancar dan diterima oleh Allah SWT ya.

Ditulis oleh Carolina Ratri

Content & Copywriter. Sketcher. Editor. Visual Communicator. Graphic designer. Mood swinger. INFJ-T Sagittarian. Sarcasm speaker. Author of Bicara Perempuan

Begini Cara Merawat Kulit Wajah ala Selebriti Dunia - Mau Ikut Coba?

Begini Cara Merawat Kulit Wajah ala Selebriti Dunia – Mau Ikut Coba?

Siapa Pun Rentan Penyakit Diabetes, Termasuk Perempuan - Yuk, Ketahui Faktanya!

Siapa Pun Rentan Penyakit Diabetes, Termasuk Perempuan – Yuk, Ketahui Faktanya!