Cara Mendapatkan Anak Kembar dan Beberapa Faktor yang Memengaruhinya
in

Cara Mendapatkan Anak Kembar dan Beberapa Faktor yang Memengaruhinya

Membayangkan hamil anak kembar tampaknya seru ya? Saat sudah lahir nanti, kita bisa dandani mereka dengan pakaian dan aksesoris lucu yang sama, bisa lihat mereka berdua-dua terus, yang pasti ke mana-mana pasti menarik perhatian! Rumah pun jadi lebih ramai. Tapi, bukankah untuk hamil anak kembar adalah keputusan Tuhan? Yah, memang, namun ada kok cara mendapatkan anak kembar yang bisa kita usahakan.

Namun, sebelum kita membahas mengenai cara mendapatkan anak kembar, kita perlu tahu beberapa hal. Yang pasti, punya anak kembar itu bakalan jauh lebih repot dibandingkan dengan mengurus satu anak. Selain itu, kehamilan anak kembar juga lebih berisiko.

Hamil anak kembar dapat digolongkan menjadi 2 jenis, yaitu kembar identik yang terjadi akibat zigot atau hasil dari sel telur matang yang dibuahi sel sperma, kemudian membelah. Kembar identik akan sekilas terlihat sama, baik wajah dan jenis kelamin, serta golongan darahnya pun sama karena berasal dari satu gen yang sama.

Hamil anak kembar yang lain adalah kembar fraternal, yang disebabkan terjadinya 2 proses pembuahan pada satu kehamilan, yaitu masing-masing 2 buah sel telur matang dibuahi oleh 2 sel sperma yang berlainan, dan menghasilkan kembar yang tidak terlalu mirip—lebih kayak adik dan kakak—serta dapat berlainan jenis kelamin.

Nah, setelah mengetahui beberapa macam kehamilan kembar seperti di atas, maka cara mendapatkan anak kembar itu bisa dibilang dipengaruhi oleh banyak faktor, yaitu meliputi keturunan, usia, etnis, dan kondisi tubuh si calon ibu.

 

Berikut beberapa hal yang mesti diketahui jika ingin tahu cara mendapatkan anak kembar

 

Cara mendapatkan anak kembar. Image via FirstCry Parenting.

1. Kuncinya pada perempuan

Kalau dalam garis keturunan ibu–si calon ibu, atau ibu si calon ibu, dan juga ibu-ibu sebelumnya–punya saudara kembar, atau saudara perempuan ibu memiliki anak kembar, maka kemungkinan kita juga akan mendapatkan anak kembar.

Kunci cara mendapatkan anak kembar memang terletak pada perempuan, karena perempuanlah yang memproduksi telur.

Demikian penjelasan dari David Davies, Consultant Obstetrician di Portsmouth’s Queen Alexandra Hospital, Inggris.

Sebaliknya, meskipun si calon ayah yang punya riwayat keluarga kehamilan kembar, maka hampir nol kemungkinan kita akan juga mendapatkan anak kembar.

Kecuali bila si ibu kemudian melahirkan bayi perempuan, maka dari bayi perempuan tersebutlah kesempatan meneruskan ‘tradisi kembar’ dari papanya baru dapat muncul kembali.

 

2. Usia ketika hamil

Perempuan berusia 35 tahun ke atas memproduksi hormon perangsang folikel (FSH) lebih banyak. Akibat aktivitas hormon ini, dapat melepaskan lebih dari satu sel telur dalam satu siklus sehingga berpeluang memiliki anak kembar fraternal, maupun kelipatan yang lebih banyak.

Namun, meski demikian, sebaiknya perlu diwaspadai sebab kalau ibu hamil di usia ini akan juga berisiko mengalami keguguran.

 

3. Ras dan etnis

Pew Research Center dalam surveinya mengungkap, bahwa calon ibu berkulit hitam menduduki urutan pertama berbakat menghasilkan anak kembar, yaitu sebanyak 4.1% kelahiran pada tahun 2014.

Statistik ini kemudian disusul oleh ibu berkulit putih sebanyak 3.8%, dan berikutnya 3.2% adalah para ibu Asia.

Lebih spesifik lagi disebutkan, bahwa Nigeria merupakan negara yang memiliki angka kelahiran kembar identik tertinggi di dunia, sementara paling rendah berada di Tiongkok, hanya 1 dari 300 kelahiran.

Nah, jadi, coba diurutkan, jika ingin mendapatkan anak kembar, kita punya silsilah dari benua mana.

 

4. Kondisi dan tampilan fisik

Faktor yang harus diketahui lebih dulu jika ingin tahu cara mendapatkan anak kembar berikutnya adalah mengenai asupan makanan si calon ibu.

Ya, asupan calon ibu ternyata juga dapat memengaruhi kelahiran kembar fraternal. Peluang untuk mendapatkan anak kembar akan meningkat jika si calon ibu sering mengonsumsi daging-dagingan dan produk susu.

Mengapa demikian?

Ternyata, jenis makanan yang diterima oleh tubuh, baik rendah maupun tinggi lemak dapat memengaruhi perubahan aktivitas hormonal pada tubuh si calon ibu. Calon ibu yang melakukan diet rendak lemak, atau para vegetarian, cenderung lebih sedikit berpeluang punya anak kembar.

American College of Obstetrics and Gynecology menyebutkan, ibu yang memiliki Indeks Massa Tubuh 30, atau kelebihan berat badan, lebih berpeluang untuk hamil anak kembar.

Namun, sebaiknya perlu diwaspadai, sebab angka IMT yang tinggi justru berisiko terkena obesitas dan gangguan kesehatan. Jadi, sebaiknya konsultasikanlah hal ini dengan dokter kandungan dengan saksama.

 

5. Program fertilitas

Cara mendapatkan anak kembar yang lain–yang lebih akurat–adalah dengan bantuan program fertilitas, seperti IVF (in Vitro Fertilization) atau metode bayi tabung.

Cara kerjanya, merangsang ovulasi kemudian embrio yang akan dimasukkan kembali ke dalam rahim lebih dari satu.

Namun, ada hal lain yang harus diperhatikan. Menurut para ahli, biasanya kehamilan kembar dalam program bayi tabung terjadi bukan disengaja, melainkan embrio yang ditransfer memang sengaja ada 2 untuk menyeleksi mana yang bagus dan tidak, dan dalam praktiknya bisa jadi dua-duanya, hanya jadi satu, atau tidak ada yang jadi satu pun.

 

Jadi, bagaimana kesimpulan akhirnya?

Memang ada cara mendapatkan anak kembar, namun dipengaruhi pula oleh beberapa faktor seperti di atas. Jika memang kita “memenuhi” syarat hamil kembar, maka kemungkinan besar anak kembar akan bisa kita dapatkan.

Selanjutnya, siap-siap saja untuk menjalani kehamilan yang sedikit lebih berisiko dan menjadi lebih repot.

Ditulis oleh Carolina Ratri

Content & Copywriter. Sketcher. Editor. Visual Communicator. Graphic designer. Mood swinger. INFJ-T Sagittarian. Sarcasm speaker.

5 Resep Masakan Iduladha Selain Gulai, Satai, dan Tongseng yang Bisa Dicoba

5 Resep Masakan Iduladha Selain Gulai, Satai, dan Tongseng yang Bisa Dicoba

Tip Memilih Baju Anak Perempuan dan Laki-Laki - Gaya Boleh, Tapi Harus Tetap Nyaman!

Tip Memilih Baju Anak Perempuan dan Laki-Laki – Gaya Boleh, Tapi Harus Tetap Nyaman!