Tip Memilih Baju Anak Perempuan dan Laki-Laki - Gaya Boleh, Tapi Harus Tetap Nyaman!
in

Tip Memilih Baju Anak Perempuan dan Laki-Laki – Gaya Boleh, Tapi Harus Tetap Nyaman!

Barangkali kita adalah salah satu dari sebagian besar ibu yang ingin buah hatinya tampil lucu dan menggemaskan dengan baju anak yang dikenakannya.

Sayangnya, kadang saking pengin melihat si kecil tampil gaya dan imut, banyak faktor lain yang terlupakan, misalnya saja kenyamanan.

Bicara soal kenyamanan, tentunya tidak bisa lepas dari bahan dan model pakaian. Pemilihan bahan yang baik tidak hanya membuat si kecil merasa nyaman, tetapi juga menjauhkannya dari ancaman penyakit kulit, dari yang ringan seperti kemerahan dan biang keringat, sampai yang berat seperti jamur.

Konon, katun adalah bahan tepat untuk dijadikan pilihan utama baju anak perempuan dan laki-laki. Bahan ini berada pada top of the list untuk baju anak, karena kelembutan, kenyamanan, dan daya serapnya yang tinggi untuk keringat.

Iritasi jarang sekali terjadi pada pemakaian baju berbahan katun, sehingga bahan ini paling bagus digunakan sehari-hari.

Nah, sebaiknya ada beberapa model baju anak yang kita punya. Karena, seperti halnya orang dewasa, si kecil pun sudah dapat tampil bergaya dengan model baju yang dikenakannya.

 

Beberapa hal berikut bisa dipertimbangkan saat akan memilih baju anak perempuan dan laki-laki:

1. Baju atasan

Terdiri atas kaus dan kemeja. Untuk sehari-hari, biarkan si kecil mengenakan kaus dari bahan katun atau handuk. Kemeja biasanya dikenakan pada si anak laki-laki untuk kesempatan agak formal. Pada kemeja, perhatikan tempelan mereknya, kadang jahitannya membuat leher terasa gatal.

Bila ia mudah terserang biang keringat, sebaiknya kenakan kaus.

2. Lengan baju

Sesuaikan pemilihan panjang lengan baju anak yang akan kita pilih dengan musim dan cuaca. Saat cuacanya panas, pilihan tepat adalah mengenakannya baju berlengan pendek atau tanpa lengan.

Jika cuaca dingin, pilihkan baju berlengan panjang, yang dapat memberinya rasa hangat.

3. Kancing baju

Jika memungkinkan, sesekali pakaian baju anak berkancing pada si kecil dan biarkan ia mengancingkan sendiri bajunya. Kancing pada baju bisa mengasah kemampuan motorik halus anak lo, dan tentu akan bisa memacu sifat mandirinya.

Periksa benangnya, jangan sampai kancing bajunya copot dan dimasukkan si kecil ke dalam hidung ataupun mulutnya.

4. Bawahan

Untuk anak laki-laki, milikilah beberapa celana pendek dan celana panjang. Tambahkan rok untuk anak perempuan, ada yang panjang ada pula yang pendek.

Jangan lupa sesuaikan juga dengan cuaca, aktivitas, sampai apakah di tempat bermainnya banyak nyamuk atau tidak.

5. Aksesoris tambahan

Adanya tambahan aksesoris akan membuat si kecil tampil semakin gaya. Berikut beberapa aksesoris yang cocok dipakaikan pada anak-anak:

  • Topi untuk anak laki-laku maupun perempuan: pilihkan dari bahan katun ataupun rajutan yang tidak terlalu tebal. Modelnya bisa berupa kupluk dari bahan kaus, cap (topi baseball) ataupun topi rajutan bertali.
  • Bando: pilihlah yang terbuat dari bahan kain dengan lapisan busa di bagian dalamnya agar tidak melukai kepala si kecil.
  • Pita: jangan diikat terlalu kencang di rambutnya, karena fungsinya bukan untuk menahan rambut layaknya pada orang dewasa, melainkan hanya sebagai pemanis penampilannya.

Nah, mendandani si kecil sih memang boleh-boleh saja, asalkan kenyamanannya tetap harus menjadi prioritas utama.

Kate Capage dari Synexus Inc., sebuah firma yang bergerak di bidang early child development dalam tulisannya di sebuah situs milik University of  Michigan Health System mengatakan, bahwa saat membeli baju anak, kita harus memperhatikan berat badan dan juga postur si kecil.

Sebaiknya, jangan hanya berpatokan pada usia seperti yang biasa tertera pada label-label baju anak yang banyak dijual di pasaran, karena bisa saja di usia 16 bulan, si kecil memiliki berat badan di atas rata-rata anak seusianya.

Merupakan hal yang lazim kalau baju anak yang baru dibeli 2 bulan lalu sudah kesempitan dan tak muat lagi. Memberinya ukuran yang tepat merupakan salah satu syarat terpenting untuk menciptakan kenyamanan bagi si kecil saat berpakaian.

Pastinya kita tak akan tega kan kalau melihat si Kakak yang terlihat tampan tapi sesak napas karena celananya kesempitan? Atau melihat si Adik tampil menggemaskan dengan rok renda-rendanya tapi ia kerap menarik-narik rok sembari menggaruk-garuk gatal?

Terutama, perhatikan bahan baju anak yang dipakai.

Wol lebih tepat digunakan saat udara dingin karena memberi kehangatan. Hindari bila si kecil alergi bulu dan udara sedang panas. Jeans mampu menyerap keringat karena memiliki pori-pori lebar. Hanya saja, teksturnya kasar, keras, dan berat.

Yang harus benar-benar diperhatikan, sebaiknya hindari nilon, karena kurang dapat menyerap keringat, kulit anak yang masih sensitif dapat menjadi rentan iritasi dan gatal-gatal. Juga hindari bahan baju anak dari linen, lantaran juga kurang baik dalam menyerap keringat.

Jangan memakaikan baju berbahan parasut pada anak, karena bahan ini panas dan membuat anak jadi mudah berkeringat. Selain itu juga bahan ini sama sekali tidak dapat menyerap keringat, sehingga membuat kulit teriritasi ataupun terinfeksi.

Nah, teliti dan selektiflah dalam memilih baju anak untuk dikenakan oleh si kecil. Gaya boleh, tapi kenyamanan tetap nomor satu.

Ditulis oleh Carolina Ratri

Content & Copywriter. Sketcher. Editor. Visual Communicator. Graphic designer. Mood swinger. INFJ-T Sagittarian. Sarcasm speaker.

Cara Mendapatkan Anak Kembar dan Beberapa Faktor yang Memengaruhinya

Cara Mendapatkan Anak Kembar dan Beberapa Faktor yang Memengaruhinya

10 Gangguan dan Hal Penting di Masa Nifas yang Akan Dialami oleh Ibu yang Baru Saja Melahirkan

10 Gangguan dan Hal Penting di Masa Nifas yang Akan Dialami oleh Ibu yang Baru Saja Melahirkan