Awas, Tumbuh Kembang Anak Bisa Terganggu Jika Orang Tua Tak Bisa Mengubah Kebiasaan Marah
in

Awas, Tumbuh Kembang Anak Bisa Terganggu Jika Orang Tua Tak Bisa Mengubah Kebiasaan Suka Marah

Ya, tumbuh kembang anak bisa terganggu jika kita punya kebiasaan marah-marah tak terkendali. Apalagi diiringi dengan teriakan dan kekerasan verbal.

Jika si kecil melihat kebiasaan marah-marah kita, maka bukan tak mungkin jika ia pun menganggap bahwa kebiasaan marah itu wajar dan bisa dimiliki oleh setiap orang, hingga akhirnya ia pun akan menirunya.

Karena anak-anak belum matang dalam pengelolan emosi, anak-anak pun akan terkena dampak terburuknya, yaitu kebiasaan tantrum sembarangan di mana saja. Bahkan, sampai mengamuk.

Ya, emosi tak terkendali yang ditunjukkan oleh si kecil ini memang merupakan cerminan apa yang dilakukan oleh orang tuanya. Sadar atau tidak kita, perilaku marah memang bisa terjadi turun temurun, dan bukan tak mungkin menjadi mata rantai tanpa ujung yang bisa membahayakan tumbuh kembang anak dan bisa memengaruhi kehidupan anak di masa depan nanti.

Coba kita lihat, apa saja dampak buruk yang bisa terjadi dan memengaruhi tumbuh kembang anak, jika kebiasaan marah dalam keluarga ini tak segera diatasi.

 

5 Dampak buruk kebiasaan marah-marah pada tumbuh kembang anak

 

Kebiasaan marah-marah bisa mengganggu tumbuh kembang anak.
Kebiasaan marah-marah bisa mengganggu tumbuh kembang anak. Image via HuffPost.

1. Merusak otak anak

Tumbuh kembang anak terjadi setiap hari seiring ia belajar sesuatu yang baru, baik dari gurunya di sekolah dan lingkungannya. Terutama dari kita, orang tuanya.

Hal ini akan menjadi lebih mudah dan lebih baik hasilnya jika anak-anak bisa belajar dalam situasi yang nyaman dan menyenangkan. Penuh kegembiraan dan santai.

Lalu, dapatkah kita bayangkan jika mereka melalui proses  belajarnya ini dalam situasi yang penuh dengan kemarahan? Penuh dengan tekanan dan perasaan tak nyaman?

Emosi negatif, seperti halnya amarah ini, dapat membuat mereka tertekan sehingga menghambat tumbuh kembang anak. Tak hanya fisik, hal ini bahkan bisa merusak otaknya.

Ada beberapa penyebab mengapa hal ini bisa terjadi:

  • Otak neokorteks, yang berfungsi untuk menganalisis informasi yang datang, tak dapat bekerja dengan baik saat seseorang tertekan. Hal ini mengakubatkan pelajaran atau informasi apa pun yang diberikan pada anak, tak akan dapat diterima dengan baik pula oleh mereka.
  • Rasa tertekan pada anak yang timbul karena rasa marah akan menghambat proses pertumbuhan interkoneksi serabut saraf otak sehingga juga akan memengaruhi perkembangan kecerdasannya.

Duh, apakah kita bisa membayangkan, jika sampai kecerdasan anak terganggu hanya karena kebiasaan marah-marah tak terkendali ini? Tentu mereka akan merasakan dampak jangka panjangnya, saat mereka besar nanti. Anak akan rentan stres dan depresi, yang tentunya kalau dibiarkan bisa berakibat lebih buruk lagi.

 

2. Terjadi gangguan sosial emosional pada anak

Dalam jangka panjang, rasa marah pada anak yang tak terkendali dapat menghambat peluang mereka untuk mencapai sukses di kemudian hari.

Ada berbagai karakter yang bisa muncul dari anak-anak yang kurang bisa mengelola emosi diri sendiri. Salah satu yang terburuk adalah kurangnya rasa percaya diri yang tumbuh dalam diri anak yang suka dimarahi. Ada yang lantas menjadi anak pendiam, atau menjadi pribadi yang sangat emosional.

Tentunya hal ini akan kurang baik untuk kesempatannya sukses kelak.

 

3. Merusak ikatan orang tua dan anak

Banyak orang tua memarahi anak dengan mengatasnamakan sayang ataupun khawatir jika si anak akan tumbuh menjadi pribadi yang kurang baik.

Tapi, pada kenyataannya anak-anak justru tak menangkap pesan cinta tersebut. Sebagian besar anak malahan akan berpikir, bahwa orang tuanya tak menyayanginya.

Hal ini, tentu saja, akan merusak ikatan kasih sayang orang tua pada anak, dan sebaliknya.

 

4. Menimbulkan trauma psikologis pada anak

Perasaan tak dicintai atau tak disayangi oleh orang tua yang timbul di atas pada akhirnya bisa membawa anak mengalami trauma psikologis. Apalagi jika kebiasaan marah orang tua ini dibarengi dengan kekerasan verbal atau bahkan kekerasan fisik, maka semakin parahlah trauma tersebut.

Dan ini berarti, bukan tak mungkin, tumbuh kembang anak akan lebih buruk dari yang pernah kita bayangkan.

 

5. Semakin liar tak terkendali

Anak yang sudah merasa tak dicintai lagi akan berusaha untuk selalu melawan.

Mereka berpikir, buat apa mematuhi orang tua yang tak sayang padanya, itu yang selalu terlintas dalam benaknya setiap kali orang tua memintanya untuk patuh, atau saat orang tua menasihatinya.

Alih-alih patuh, anak-anak akan dengan sengaja memperlambat kegiatannya, melawan secara langsung, atau hanya patuh saat orang tuanya ada.

 

Duh, beberapa hal di atas adalah benar-benar hal yang tak pernah kita inginkan, bukan?

Lalu bagaimana sebaiknya yang dilakukan oleh orang tua, agar bisa mengendalikan emosi sekaligus dapat menyampaikan pesan pada si anak dengan baik?

Salah satunya adalah dengan menerapkan teknik TimeOut yang bisa kita gunakan untuk mengendalikan emosi orang tua, sekaligus juga merupakan teknik mendidik anak yang memenuhi lima nilai dasar, yaitu kelembutan, kebenaran, ketegasan, empati, dan kasih sayang.

Prinsipnya adalah waktu jeda, agar orang tua bisa agak menurunkan emosi dan mendinginkan kepala untuk memberi pemahaman pada anak, mengenai hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan, dan waktu jeda bagi anak, agar ia bisa belajar melakukan refleksi diri, dan memikirkan tindakan yang dilakukannya.

Tentu saja, teknik ini harus diterapkan pada anak sesuai dengan usia mereka. Anak yang baru berusia 3 tahun, waktu timeout-nya tentu saja tidak selama anak yang berusia 5 tahun. Hanya orang tua yang bisa tahu, sampai berapa menit ketahanan anak-anak melakukan timeout.

Yuk, belajar mengendalikan rasa marah kita, agar rantai marah yang berjalan turun temurun bisa terputus dan tak berakibat buruk pada tumbuh kembang anak.

Written by Carolina Ratri

Content & Copywriter. Sketcher. Editor. Visual Communicator. Graphic designer. Mood swinger. INFJ-T Sagittarian. Sarcasm speaker.

7 Pembersih Wajah Alami yang Akan Bikin Muka Makin Glowing Tanpa Mahal

7 Pembersih Wajah Alami yang Akan Bikin Muka Makin Glowing Tanpa Mahal

Sebelum Menerapkan Cara Memutihkan Gigi Secara Instan Berikut, Ketahui Dulu Beberapa Faktanya!

Sebelum Menerapkan Cara Memutihkan Gigi Secara Instan Berikut, Ketahui Dulu Beberapa Faktanya!