Prestasi Menurun, Begini Cara Membantu Anak Belajar Agar Kembali Meningkat di Sekolah
in

Prestasi Menurun, Begini Cara Membantu Anak Belajar Agar Kembali Meningkat di Sekolah

Tak ada orang tua yang ingin melihat anaknya gagal. Begitu juga dengan kita, bukan? Keberhasilan si kecil yang diindikasikan dengan nilai-nilai di rapornya barangkali memang bisa dijadikan sebagai standar keberhasilan metode anak belajar yang sudah dilakukannya, meski itu bukanlah satu-satunya ukuran kesuksesan seseorang.

Tetapi, jika si kecil masih belum bisa menunjukkan nilai yang baik hingga sekarang, mungkin ia belum menemukan metode belajar yang cocok untuknya. Karena itu kita harus membantunya untuk belajar dengan lebih efektif, karena tanggung jawab pendidikan anak juga tak semata dibebankan pada para guru di sekolahnya saja, bukan? Bahkan seharusnya orang tualah yang pertama kali harus mengambil tindakan, jika anak belum bisa menunjukkan hasil terbaiknya.

Lalu, apa saja yang bisa kita lakukan untuk membantu anak belajar, dan bisa mengejar ketertinggalannya?

 

5 Hal yang bisa orang tua lakukan untuk membantu anak belajar, dan bisa meraih hasil yang baik

 

Bantu anak belajar agar prestasinya meningkat.
Bantu anak belajar agar prestasinya meningkat. Image via VideoBlocks.

1. Ajak anak mencari tahu penyebab kegagalannya

Hal ini memang paling tepat jika kita lakukan dulu, sebelum kita mengajak mereka belajar bersama.

Ajaklah si kecil untuk melakukan refleksi pada diri mereka sendiri. Tentu saja, caranya akan berbeda-beda, tergantung karakter si kecil–yang pastinya kita kenal dengan lebih baik karena kita adalah orang tuanya-dan pada usianya.

Tapi untuk anak yang sudah duduk di bangku sekolah menengah, kita bisa memberi mereka kuesioner singkat yang meminta mereka untuk:

  • Membuat daftar mengenai hal-hal yang mereka pikir menjadi penyebab mengapa mereka gagal
  • Membuat daftar rencana untuk memperbaikinya.

Kemudian kita harus mendampingi mereka selama proses perbaikan tersebut, memotivasi mereka, dan memberikan masukan-masukan tambahan.

Memang cara seperti ini bisa saja tak sepenuhnya berhasil baik, dalam artian, anak mungkin juga tak tahu harus menulis apa. Namun, dengan kita bersabar dan membiarkan mereka duduk untuk memikirkannya, maka pasti mereka bisa juga melakukannya.

Kita juga bisa memberinya pertanyaan pancingan, seperti, “Apakah PR-nya terlalu susah? Jika ya, kenapa? Apakah Kakak/Adik susah berkonsentrasi?”, dan sebagainya.

Untuk anak yang lebih kecil, kita bisa mengajaknya mengobrol dari hati ke hati. Memang mungkin akan butuh waktu mengobrol berulang kali hingga kita bisa tahu penyebab kegagalannya.

Tapi dengan mengetahui apa yang terjadi sesungguhnya, akan membantu kita untuk menemukan akar permasalahannya kemudian.

 

2. Temukan akar permasalahannya

Setelah kita mengetahui penyebab kegagalan anak belajar, maka kita lantas bisa menemukan apa inti masalah anak hingga kesulitan belajar.

Selanjutnya, coba ajukan pertanyaan lanjutan dengan bertolak dari apa yang ditemukan sebelumnya, misalnya seperti apakah mereka benar-benar kurang bisa menangkap materi pelajaran? Ataukah mungkin metode belajarnya yang salah? Seharusnya si kecil belajar dengan gambar-gambar, misalnya, karena dia tipe anak visual, sedangkan metode belajarnya di sekolah adalah mendengarkan?

Atau mungkin ada masalah yang mengganggunya saat belajar di rumah? Apakah mereka membutuhkan kacamata? Apakah mereka bermain video game atau menonton televisi terlalu banyak?

Dengan modal ini, kita kemudian bisa mencari referensi dan menawarkan solusi untuknya.

 

3. Berkomunikasi dengan guru kelasnya

Tentu akan lebih baik, jika apa yang kita lakukan tersinkron dengan yang dilakukan oleh gurunya di sekolah. Karena itu, kita bisa menemui guru wali kelasnya, dan bertanya, apa yang bisa kita lakukan untuk membantu anak belajar.

Biasanya guru akan dengan senang hati mendiskusikan mengenai tindakan-tindakan yang perlu dilakukan untuk mendukung prestasi akademis anak. Jadi, tak perlu sungkan untuk menghubungi mereka.

Mintalah masukan, saran, dan trik membantu anak belajar sebanyak-banyaknya dari gurunya di sekolah.

 

4. Prioritaskan

Jika kita sudah berkeinginan untuk membantu anak belajar, maka kita juga harus konsisten dengan keinginan tersebut.

Fokuslah membantu anak belajar, dan tempatkan si kecil dalam prioritas. Sebaiknya, hindari mendampinginya belajar, tetapi sementara itu kita sambil memainkan ponsel dan membaca-baca media sosial.

Ikutlah membaca bersama si kecil, memecahkan soal-soal yang sulit dengannya, dan siapkan pula makanan yang bergizi untuknya. Dan, yang penting juga, membawa suasana belajar yang nyaman, agar anak tidak stres.

 

5. Memotivasi lebih

Orang tua memang merupakan motivator utama bagi anak, terutama di bidang akademis.

Jadi, setiap kali berangkat ke sekolah, jangan lupa untuk memberikan motivasi dan sugesti positif untuk si kecil. Katakan pula padanya, bahwa bukanlah nilai yang utama, melainkan pemahamannya akan materi dan bertambahnya pengetahuanlah yang terpenting.

Kadang memang anak-anak yang “ketinggalan” ini memanifestasikan rasa frustrasinya ke perilaku-perilaku yang negatif, seperti menjadi bandel dan defensif hingga menutup diri. Tapi kita jangan sampai menyerah.

Pujian kita untuknya sebagai orang tya, meski hanya atas keberhasilan yang paling kecil sekalipun, akan sangat berharga sekali bagi si kecil. Katakan pada mereka, bahwa kita percaya mereka pasti berhasil.

 

Jika semua usaha sudah ditempuh, namun tidak memberikan hasil, maka ya apa boleh buat.

Apalagi jika guru kemudian memutuskan untuknya tinggal kelas, maka mungkin akan lebih baik begitu untuk si kecil.

Yang perlu kita tanamkan pada diri si kecil (dan juga diri kita sendiri) adalah bahwa tinggal kelas itu bukanlah akhir dari proses pembelajaran. Justru merupakan kesempatan untuk memperbaiki apa yang gagal, dan menjadi lebih sukses setelahnya.

Kita pasti bisa menjelaskannya pada anak-anak dengan cara yang lebih baik.

Ditulis oleh Carolina Ratri

Content & Copywriter. Sketcher. Editor. Visual Communicator. Graphic designer. Mood swinger. INFJ-T Sagittarian. Sarcasm speaker. Author of Bicara Perempuan

Begini Cara Memutihkan Kulit Secara Alami Tanpa Efek Samping

Begini Cara Memutihkan Kulit Secara Alami Tanpa Efek Samping

Ini Ternyata Rahasia Sehat dan Cantik Keluarga Kardashian!

Ini Ternyata Rahasia Sehat dan Cantik Keluarga Kardashian!