7 Makanan Pantangan Ibu Hamil yang Sebaiknya Dihindari Selama Kehamilan!
in

7 Makanan Pantangan Ibu Hamil yang Sebaiknya Dihindari Selama Kehamilan!

Banyak saran dan pantangan ibu hamil yang beredar di keluarga dan masyarakat kita. Namun, kebanyakan pula, saran dan pantangan-pantangan itu terbatas pada mitos belaka. Artinya, tidak ada data dan fakta ilmiah yang menyertainya.

Hal ini pastinya akan membuat bingung. Apalagi jika si ibu baru menjalani kehamilan pertamanya.

Ya, ibu hamil memang mesti pintar dan cerdas menyaring dan memilah informasi terkait kesehatan kehamilannya, terutama soal makanan ini. Karena salah-salah, bisa-bisa si calon ibu ini malah tak makan sama sekali karena terlalu khawatir akan kandungan makanan yang ada, dan ini justru sangat berbahaya.

Lalu, sebenarnya, apa saja sih makanan yang memang harus dihindari oleh ibu hamil?

Menurut beberapa ahli kesehatan kehamilan, pantangan ibu hamil terutama adalah pada makanan yang mengandung merkuri, vitamin A yang berlebihan, dan berbagai jenis makanan yang pengolahannya diragukan–seperti makanan kaleng, misalnya–karena berisiko pada kesehatan bayi.

Selain itu, apa lagi ya? Yah, mari kita lihat saja.

 

7 pantangan ibu hamil yang sebaiknya dihindari

 

7 Makanan Pantangan Ibu Hamil yang Sebaiknya Dihindari Selama Kehamilan!
7 Makanan Pantangan Ibu Hamil yang Sebaiknya Dihindari Selama Kehamilan! Image Healthline.

1. Beberapa jenis ikan

Beberapa jenis ikan memang termasuk dalam pantangan ibu hamil yang sama sekali tidak boleh dimakan, namun ada pula beberapa yang cukup dibatasi saja, jangan berlebihan.

Sedangkan banyak pula jenis ikan yang justru disarankan untuk dikonsumsi oleh ibu hamil, karena kandungannya yang baik untuk perkembangan janin, misalnya seperti ikan tuna, ikan cod, ikan salmon, atau udang.

Hiu dan ikan todak–atau yang sering disebut dengan swordfish–merupakan beberapa jenis ikan yang sebaiknya dihindari untuk dikonsumsi oleh ibu hamil. Keduanya disinyalir tinggi akan merkuri, yang sangat berbahaya jika sampai dimakan.

Jenis ikan lain yang juga menjadi pantangan ibu hamil adalah king mackerel, yang sebenarnya mengandung asam lemak Omega 3 yang bagus sekali untuk janin. Namun, sama dengan ikan todak, king mackerel juga berisiko terkontaminasi merkuri, sehingga bisa membahayakan perkembangan sistem syaraf bayi.

 

2. Beberapa jenis keju

Brie cheese merupakan salah satu jenis keju lunak yang umumnya diolah tanpa melalui proses pasteurisasi, sehingga berisiko mengandung Listeria–bakteri yang biasa hidup dalam daging dan produk susu yang tidak melalui pengolahan sampai matang.

Listeria bisa menyebabkan Listeriosis, yaitu penyakit infeksi yang kalau sampai terjadi pada ibu hamil bisa menyebabkan kelahiran prematur, keguguran, dan kematian janin sesaat setelah dilahirkan.

Selain Brie, ada juga Feta Cheese, yang pengolahannya hampir sama dengan Brie. Feta ini biasanya digunakan sebagai dressing salad dan pasta, jadi memang cukup umum ditemui.

Meski sebenarnya, menurut beberapa sumber, Listeria ini hanya berbahaya pada kondisi kehamilan dan tidak akan berbahaya jika kita konsumsi kalau kita tidak hamil.

 

3. Kafein

Menurut penelitian, kafein ini cukup kuat melewati plasenta janin, hingga bisa memungkinkan detak jantung janin terpengaruh.

Kafein paling banyak terkandung dalam kopi, teh, dan dark chocolate, juga beberapa makanan lainnya meski tak sebanyak kopi dan teh.

Rekomendasi para dokter, seorang ibu hamil sebaiknya tak boleh mengonsumsi lebih dari 200 mg kafein setiap harinya. Ini setara dengan 2 cangkir kecil kopi sachet.

Namun, demi amannya, memang sebaiknya kita kurangi saja dulu konsumsi kopi, teh, dan makanan atau minuman lainnya yang mengandung kafein ini selama hamil.

Kesehatan bayi kita jauh lebih penting, bukan?

 

4. Daging olahan

Lagi-lagi Listeria bisa ditemukan dalam daging, terutama produk daging olahan yang melewatkan proses pemasakan sempurna. Daging olahan di sini misalnya seperti daging ham, sosis, nugget, daging asap, dan segala macam produk lain yang sudah melalui pengolahan dan bisa kita konsumsi tanpa dimasak lagi.

Sebaiknya, meski daging-daging olahan ini bisa kita konsumsi langsung, namun sebaiknya tetap harus kita masak dulu hingga sempurna.

Ini juga berlaku untuk sushi. Jika memang gemar menyantap sushi, maka pilihlah sushi dengan isian yang benar-benar matang sempurna.

 

5. Hati

Pantangan ibu hamil selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah hati.

Padahal kita tahu ya, bahwa hati ini baik sekali dikonsumsi oleh ibu hamil karena hati kaya akan kandungan zat besi, yang berfungsi sebagai penambah darah.

Namun, kita perlu mewaspadai akan kandungan vitamin A berlebihan–yang bisa berbahaya bagi ibu hamil, terutama yang terkandung dalam sosis hati.

Terlalu banyak vitamin A yang dikonsumsi terutama pada trimester pertama bisa berakibat cacat bawaan pada bayi yang akan lahir nanti.

Tapi, bukan berarti ibu hamil tak boleh mengonsumsi vitamin A. Boleh kok, hanya saja pastikan vitamin A-nya dalam bentuk beta karoten. Zat ini justru sangat sehat untuk ibu hamil dan janin yang sedang dikandung, dan bisa ditemukan dalam buah-buahan, sayur, dan biji-bijian.

Yang harus diwaspadai adalah kandungan vitamin A yang ada dalam sosis hati.

 

6. Susu yang belum / tidak melalui proses pasteurisasi

Sama seperti ada jenis keju yang tidak melalui proses pasteurisasi, ada juga susu yang tidak mendapatkan proses pengolahan yang sama. Misalnya susu domba dan susu kambing.

Lebih baik hindari dulu jenis-jenis makanan produk susu tanpa pasteurisasi ini, agar janin bisa tumbuh dengan sehat.

 

7. Telur mentah

Telur mentah dipercaya sebagai sumber protein yang luar biasa, makanya tak heran banyak orang yang suka menambahkan telur mentah dalam smoothie pagi mereka, ataupun membuat telur mata sapi setengah matang sebagai menu sarapan pagi.

Namun, telur mentah–ataupun setengah matang–ini juga merupakan salah satu pantangan ibu hamil, lantaran berisiko mengandung bakteri Salmonella.

Bakteri Salmonella yang meracuni kehamilan bisa menyebabkan muntah dan diare parah, hingga memicu kelahiran prematur dan dehidrasi.

Beberapa produk makanan yang dibuat dengan telur mentah adalah dressing salad caesar atau eggnog.

Jadi, jika ibu hamil ingin makan telur sebagai sumber protein, boleh saja. Namun, pastikan telur sudah melalui proses pemasakan hingga matang sempurna, agar kandungan protein, vitamin, dan mineralnya menjadi baik untuk janin juga.

 

Demikianlah beberapa pantangan ibu hamil yang harus benar-benar diperhatikan.

Akan lebih baik, jika kita ragu-ragu mengenai pantangan ibu hamil ini, kita lantas menemui dokter dan berkonsultasi, agar kita bisa mendapatkan informasi yang lebih akurat mengenai asupan gizi ibu hamil yang baik namun juga tak kekurangan zat-zat penting yang diperlukan oleh tubuh dan bayi.

Sehat selalu ya!

Ditulis oleh Carolina Ratri

Content & Copywriter. Sketcher. Editor. Visual Communicator. Graphic designer. Mood swinger. INFJ-T Sagittarian. Sarcasm speaker. Author of Bicara Perempuan

Ini Dia Beberapa Resep Kue Lumer yang Praktis dan Cepat Dimasak

Padu padan model baju: leather jacket denim tshirt

3 Cara Padu Padan Model Baju yang Affordable, Simpel, Tapi Mencuri Perhatian