Cara Mendidik Anak Berjiwa Entrepreneurship ala Ayah Mark Zuckerberg
Cara Mendidik Anak Berjiwa Entrepreneurship ala Ayah Mark Zuckerberg. Image via Pinterest.
in

Cara Mendidik Anak Berjiwa Entrepreneurship ala Ayah Mark Zuckerberg

Sebagai orang tua, kita memang punya tugas untuk mendidik anak agar kelak ia bisa mandiri, dan syukur-syukur menjadi orang sukses.

Behind every good kid is a great mom and dad.

Pendapat di atas memang benar adanya. Biarpun modern parenting menyarankan untuk membebaskan anak-anak untuk bereksplorasi lebih leluasa, namun orang tua tetap memegang kontrol penting atas jalan yang akan ditempuh oleh anak-anak. Setuju?

Hal ini nampaknya juga sangat dipahami oleh orang tua Mark Zuckerberg, sang pendiri Facebook dan salah seorang miliuner termuda saat ini. Dr. Edward Zuckerberg, sang ayah, pernah melakukan wawancara dengan stasiun radio lokal, untuk berbagi kisah saat dia membesarkan Mark, dan juga mengenai cara mendidik anak yang ia terapkan.

 

Berikut ini adalah 7 hal yang dilakukan oleh Dr. Ed Zuckerberg untuk mendidik anak, yang ternyata telah memupuk jiwa entrepreneurship pada Mark sejak masih kecil

 

Cara Mendidik Anak Berjiwa Entrepreneurship ala Ayah Mark Zuckerberg
Cara Mendidik Anak Berjiwa Entrepreneurship ala Ayah Mark Zuckerberg. Image via Pinterest.

1. Jadikan diri sendiri sebagai role model

Dr. Zuckerberg adalah seorang dokter gigi, dan sekarang pun masih berpraktik di rumahnya di salah satu sudut kota New York. Istrinya adalah seorang psikiater, juga berpraktik di rumah.

Dengan demikian, Mark kecil menjadi terbiasa melihat orang tuanya bekerja di rumah, dan juga terbiasa melihat keduanya mempergunakan teknologi yang ada saat itu.

“Anak-anak saya tumbuh di area kantor saya yang berada di rumah. Dan, saya rasa, anak-anak memang harus mulai mengenal komputer sedini mungkin. Terbukti dengan ketertarikan Mark pada teknologi ini dimulai sejak dia kecil,” jelas Dr. Zuckerberg dalam wawancara tersebut.

Saudara perempuan Mark Zuckerberg, Randi, adalah direktur marketing Facebook. Sedangkan saudara perempuannya yang lain, Donna, bergelar Ph.D. di Princeton. Adik bungsu Mark, Arielle, juga merupakan sarjana ilmu komputer di Claremont McKenna College.

Benar-benar keluarga yang luar biasa ya?

 

2. Berikan rasa nyaman dan aman pada anak

Memang ada banyak orang sukses yang berangkat dari masa kecil yang sulit, namun bagi Dr. Zuckerberg, memberikan rasa keamanan dan kenyamanan pada anak adalah tugas orang tua yang paling utama.

Hal inilah yang membuat Dr. Zuckerberg berusaha untuk mapan terlebih dahulu sebelum ia menikah dan punya anak.

Saat Mark lahir, Dr. Zuckerberg telah mapan sepenuhnya sebagai seorang dokter gigi, dan mampu menjamin masa depan anaknya dengan lebih baik.

“Setiap orang punya cara sendiri-sendiri untuk menjamin masa depan anak. Ini cara saya,” tegasnya.

 

3. Kenali dan dukung minat anak

“Ketimbang memaksakan kehendak kita, atau mengarahkan anak pada hal tertentu, akan lebih baik jika kita bisa mengenali minat anak sejak dini, dan kemudian membantu mereka untuk mengembangkannya,” kata Dr. Zuckerberg.

Mark, seperti yang diceritakan oleh Dr. Zuckerberg, sering merasa bosan di sekolah dan lebih suka mengutak-atik komputer yang ada di ruang kerja Dr. Zuckerberg ketimbang berangkat ke sekolah.

Dan, Dr. Zuckerberg menyadari betul akan hal ini. Alih-alih, ia malah memberikan kesempatan seluas-luasnya pada Mark untuk mengembangkan minatnya lebih lanjut.

Dari komputer Dr. Zuckerberg inilah, Mark belajar mengenal coding pertama kali. Bahkan Mark-lah yang memperlengkapi kantor Dr. Zuckerberg dengan program yang disebut ZuckNet, sebuah program instant messaging sederhana yang memungkinkan pengguna komputer satu terhubung dengan pengguna komputer yang lainnya.

 

4. Bangga dengan apa pun yang berhasil dicapai oleh anak

Dr. Zuckerberg juga mengatakan, “Mark adalah seorang murid yang baik, yang menaruh minat besar pada matematika dan sains.”

Mark lebih memilih untuk kuliah di Phillips Exeter Academy, padahal dia telah diterima di Harvard. Dan, Mark adalah sosok yang sangat pendiam yang tak suka membicarakan mengenai prestasi yang telah diraihnya.

“Saya sangat bangga akan semua hal yang telah dipilihnya, dan apa yang telah diraihnya sekarang,” tambah Dr. Zuckerberg.

 

5. Tetapkan batasan, dan beri pengertian mengenai batasan tersebut

Dalam mengajarkan kedisiplinan, Dr. Zuckerberg tidak menerapkan hukuman secara fisik.

Namun, Dr. Zuckerberg menanamkan pada Mark, bahwa ada batasan-batasan tertentu di mana kita tak bisa lagi menoleransi sikap dan perilaku negatif. Kalau batasan tersebut dilanggar, maka kita jugalah yang akan mendapatkan akibatnya.

Dr. Zuckerberg percaya, jika orang tua sendiri telah disiplin dalam memegang batasan tertentu yang tak boleh dilanggar, maka anak-anak akan terbiasa juga pada akhirnya tanpa harus ada hukuman fisik.

“Kita selalu bisa menjadi orang tua yang keras dalam menerapkan disiplin, tapi ingat, anak-anak adalah anak-anak. Yang mereka butuhkan adalah sosok ayah dan ibu.”

 

6. Anak-anak juga perlu bermain

Meski Mark difasilitasi sedemikian rupa untuk mengembangkan minatnya, tak lupa pula Dr. Zuckerberg memberinya waktu-waktu bermain.

Jadi, meski Mark kecil hampir sepanjang waktu berada di depan komputer, namun Dr. Zuckerberg juga menyediakan permainan-permainan lain untuknya.

“Children need to be well-rounded. There’s a place for work and a place for play,” jelas Dr. Zuckerberg.

 

7. Seimbangkan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi

Dalam wawancara tersebut, ada kesempatan seorang penelepon yang bertanya pada Dr. Zuckerberg mengenai keseimbangan kehidupan kerjanya.

Dr. Zuckerberg pun menjawab, bahwa semua bisa terkendali karena dia dan istrinya sama-sama bekerja dari rumah.

“Istri saya adalah wanita super,” kata Dr. Zuckerberg. “Dia bekerja di rumah. Begitu pun saya. Kondisi kami memang memungkinkan demikian. Kondisi merupakan kondisi paling ideal jika Anda menginginkan keseimbangan antara pekerjaan dan tugas mendampingi anak-anak tumbuh.”

Tak bermaksud mengurangi peran para orang tua yang bekerja di luar rumah, namun Dr. Zuckerberg menyarankan agar kita bisa menemukan titik keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi tersebut.

 

Dan, dari semua hasil wawancara tersebut, yang sangat menarik perhatian adalah hubungan yang masih terjalin baik antara Mark dan orang tuanya hingga kini. Dr. Zuckerberg juga menggunakan Facebook untuk menjalankan bisnisnya, dan menghabiskan waktu berinteraksi di jejaring pertemanan tersebut setidaknya satu jam setiap hari.

Dr. Zuckerberg juga menjadi dokter gigi pribadi bagi Mark, dan kini, juga bagi keluarga kecilnya yang sekarang. Sungguh, kekeluargaan yang profesional.

Nah, pengin mendidik anak supaya menjadi seorang entrepreneur sesukses Mark Zuckerberg?

Barangkali kita bisa mengambil sedikit ini dan itu dari apa yang telah dilakukan oleh Dr. Zuckerberg saat mendidik anaknya.

Ambil yang bermanfaat, tinggalkan yang kurang sesuai. Semangat!

Ditulis oleh Carolina Ratri

Content & Copywriter. Sketcher. Editor. Visual Communicator. Graphic designer. Mood swinger. INFJ-T Sagittarian. Sarcasm speaker.

Sering Mengalami 6 Masalah Kecantikan Paling Menyebalkan Ini? Atasi dengan Trik-Trik Simpel Berikut!

Sering Mengalami 6 Masalah Kecantikan Paling Menyebalkan Ini? Atasi dengan Trik-Trik Simpel Berikut!

Perhatikan 3 Hal Ini untuk Program Diet Sehat yang Sukses!

Perhatikan 3 Hal Ini untuk Program Diet Sehat yang Sukses!