Saat Hamil Anak Kedua, Apa Saja yang Harus Kita Jelaskan pada si Kakak Agar Antusias Menyambut Kehadiran Adik?
in

Saat Hamil Anak Kedua, Apa Saja yang Harus Kita Jelaskan pada si Kakak Agar Antusias Menyambut Kehadiran Adik?

Kadang orang tua pun galau. Saat ibu hamil anak kedua, sedangkan si anak pertama masih usia balita. Kegalauan pertama biasanya adalah apakah bisa memberikan hak yang seadil-adilnya antara si kakak dan si adik nantinya? Kegalauan kedua, apakah si kakak bisa menerima si adik, dan tidak merasa disaingi?

Yah, itu memang dua hal yang biasanya muncul di benak ya?

Meski memang kondisi setiap anak berbeda–sehingga tak semua anak pertama merasakan efek yang sama saat adiknya lahir–namun pada umumnya begitulah yang terjadi.

Jadi, mari kita lihat apa saja yang bisa kita lakukan, saat hamil anak kedua, agar si kakak bisa dengan mudah menerima kehadiran adik barunya kelak.

 

7 Hal yang harus dijelaskan dan dilakukan oleh orang tua pada si kakak untuk mempersiapkan kehadiran calon adik baru, saat ibu hamil anak kedua

 

Saat Hamil Anak Kedua, Apa Saja yang Harus Kita Jelaskan pada si Kakak Agar Antusias Menyambut Kehadiran Adik?

1. Ketika mulai hamil anak kedua, berilah pengertian pada si kakak

Ketika ibu telah dinyatakan positif hamil anak kedua, maka hal pertama yang harus dilakukan oleh ibu adalah memberi tahu sang ayah pastinya.

Namun, selain memberi tahu sang ayah, kita juga jangan sampai lupa untuk juga memberi tahu si kakak mengenai rencana kehadiran si adik. Dengan disesuaikan usia si kakak, mungkin kita akan perlu trik tertentu saat memberitahukan mengenai kehadiran calon adiknya ini, tentunya agar si kakak juga ikut merasa bahagia dan antusias menyambutnya.

Yang perlu dijelaskan terutama adalah dampak positif yang bisa dirasakan oleh si kakak saat adiknya sudah lahir nanti. Misalnya, ia akan punya teman bermain seharian penuh. Suasana rumah juga akan lebih seru lagi, kalau ada adik.

 

2. Selalu libatkan ia dalam setiap momen kehamilan yang dilalui oleh ibu

9 bulan itu memang bukan waktu yang sebentar. Hal ini berarti bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mempersiapkan kehadiran si calon adik.

Bangunlah ikatan batin antara kakak dan adik sedini mungkin. Buatlah si kakak tidak sabar dengan kehadiran si adik. Salah satucaranya adalah dengan melibatkan si kakak setiap kali ibu memeriksakan kandungan ke bidan atau dokter. Coba ajak kakak untuk melihat pergerakan adiknya saat di-USG. Amati responsnya, pasti ia akan semakin antusias.

Ajak kakak saat belanja keperluan adik, dan biarkan ia yang memilihkan. Misalnya, baju warna apa, mainan apa, yang cocok untuk si adik bayi kelak.

 

3. Buat acara perkenalan yang tak terlupakan

Saat ibu sudah melahirkan si adik, maka terkadang–baik secara sadar atau tidak–perhatian pada kakak juga akan teralihkan.

Nah, jaga supaya hal ini tak sampai terjadi terlalu parah. Buatlah awal perkenalan yang baik antara kakak dan adik bayi, dan buatlah si kakak terus merasa nyaman.

Awal yang baik akan memengaruhi perkembangan selanjutnya. Jadi, usahakan untuk tak membuat trauma pada si kakak saat si adik bayi sudah lahir.

 

4. Selalu sempatkan waktu berduaan saja dengan kakak

Hal ini bisa dilakukan bergantian dengan si ayah ya. Tapi, jadwalkan beberapa agenda dan ritual rutin yang hanya dilakukan berdua dengan kakak.

Kerja sama antara ayah dan ibu sangat penting dan krusial di 40 hari pertama. Agar si ibu juga tak kelelahan, juga untuk menjaga kestabilan emosi dan psikologis pada si kakak.

 

5. Jangan membedakan dan membandingkan antara kakak dan adik

Ketika anak kedua sudah lahir, usahakan jangan pernah membandingkan keduanya. Jangan pernah pula membuat aturan bahwa kakak harus selalu mengalah pada adik. Akan lebih baik kalau si kakak diberi pengertian mengenai hal yang boleh dilakukan dan tak boleh dilakukan oleh anak yang lebih besar dan pintar pada anak yang lebih kecil.

Misalnya, kalau kebetulan keduanya berebut sesuatu–mainan, misalnya–jangan paksa kakak untuk menyerahkan mainannya untuk si adik, yang memang ingin merebut mainan yang sedang dipegang kakak. Jangan salahkan kakak yang ingin mempertahankan mainannya.

Semua harus diatur sesuai porsinya.

 

6. Jika hendak membeli barang, belilah untuk kakak dan adik

Memang risiko punya dua anak yang berjarak dekat adalah soal menghindarkan pikiran “pilih kasih” pada anak. Ini juga harus mulai ditanamkan sejak kecil.

Jadi, sebisa mungkin, kalau kita membelikan barang untuk adik, maka kakak juga harus dibelikan meski mungkin bukan barang yang sama, melainkan harus disesuaikan juga dengan kebutuhan kakak.

 

7. Jadwalkan liburan bersama secara rutin

Memang sehabis hamil anak kedua dan kemudian melahirkan, kata “liburan” ini memang terdengar begitu mewah ya?

Tapi tak ada salahnya juga untuk mulai merencanakan dan mengagendakan liburan keluarga, tentunya bersama kakak dan adik bayi.

Liburan bisa menjadi momen bertambah-kuatnya ikatan batin antara kakak dan adik. Mereka bisa semakin akrab saat liburan. Bisa jadi, saat di luar rumah, naluri melindungi kakak pada adik terbentuk dengan sendirinya.

 

Nah, demikian cara membentuk ikatan erat antara si anak pertama dan adiknya, ketika ibu hamil anak kedua. Semoga segalanya lancar ya, kehamilannya sehat sampai waktunya adik lahir.

Ditulis oleh Carolina Ratri

Content & Copywriter. Sketcher. Editor. Visual Communicator. Graphic designer. Mood swinger. INFJ-T Sagittarian. Sarcasm speaker. Author of Bicara Perempuan

5 Jenis dan Bahan Makanan yang Akan Berbahaya jika Diberikan pada Anak-Anak

5 Jenis dan Bahan Makanan yang Akan Berbahaya jika Diberikan pada Anak-Anak

5 + 1 Jenis Sepatu yang Harus Dimiliki Perempuan untuk Gaya Maksimal Setiap Saat

5 + 1 Jenis Sepatu yang Harus Dimiliki Perempuan untuk Gaya Maksimal Setiap Saat