Ternyata Ini Bedanya Perawatan Bayi Baru Lahir yang Dulu dan Sekarang
in

Ternyata Ini Lo Bedanya Perawatan Bayi Baru Lahir yang Dulu dan Sekarang

Bayi harus dibedong dengan kencang? Ah, itu mah dulu!

Soal perawatan bayi baru lahir, memang kita sebaiknya selalu update berbagai informasi dan perkembangan ilmu kesehatan.

Hal-hal yang dulu biasa dilakukan oleh orang-orang terdahulu kita dalam perawatan bayi baru lahir, sekarang justru sudah tak lagi direkomendasikan oleh para ahli kesehatan.

Padahal saking biasanya dilakukan, para ibu zaman sekarang saja sudah langsung menerapkan semua ilmu turun menurun perawatan bayi baru lahir lantaran ya semua orang melakukannya persis seperti itu. Apalagi orang tua kita kan dianggap sebagai orang yang lebih berpengalaman dan lebih tahu ya?

Tak sadar, bahwa seiring zaman bertambah tua, semuanya pun berubah. Apa yang dulu diyakini benar, sekarang tidak lagi. Ilmu pengetahuan berkembang, banyak penelitian dilakukan, termasuk soal kesehatan dan perawatan bayi baru lahir.

Jadi, jika kita termasuk dari mereka yang masih melakukan berbagai ritual perawatan bayi baru lahir yang diajarkan oleh ibu dan nenek kita, maka mungkin sekarang kita mesti update.

 

Beberapa fakta perawatan bayi baru lahir yang kini sudah tidak lagi direkomendasikan untuk dilakukan

 

Ternyata Ini Bedanya Perawatan Bayi Baru Lahir yang Dulu dan Sekarang

1. Memakai bedak bayi

Zaman dulu, kita sendiri mungkin sering dibedaki dengan bedak bayi yang mengandung talc. Sudah begitu, bedaknya juga tak rata, jadilah tubuh bayi belang-belang. Tapi konon sih, wanginya bikin segar.

Tapi, itu dulu.

Sekarang, bedak bayi dengan talc sudah tak direkomendasikan lagi oleh dokter lo. Ada penelitian yang dilakukan oleh American Academy of Pediatrics yang mengungkapkan, bahwa ada indikasi jika bedak talc yang sering digunakan ini dapat menimbulkan kanker ovarium di masa mendatang pada bayi.

Hal ini dikarenakan zat talc sendiri merupakan mineral dengan kandungan silikat magnesium terhidrasi, yang sudah diolah sedemikian rupa hingga menjadi bubuk halus dan bisa berbahaya kalau masuk ke dalam tubuh bayi lalu mengendap.

Jadi, tak perlu lagi ya, memberikan bedak bayi mengandung talc. Bayi sudah cukup bersih dan segar kalau ia dimandikan setidaknya dua kali sehari dengan sabun. Lalu balurkan minyak telon agar ia tetap hangat.

 

2. Membersihkan tali pusat

Zaman dulu, seorang ibu akan dianjurkan untuk merawat tali pusat bayi baru lahir yang belum puput dengan kapas beralkohol.

Tapi, sudah banyak penelitian yang membuktikan bahwa tali pusat bayi yang dibiarkan kering dengan sendirinya malah justru meminimalkan risiko terkena infeksi.

Jadi, mesti gimana?

Rawatlah dan bersihkan pangkal tali pusat dengan air dan sabun, lalu keringkan dengan handuk yang lembut dan kering. Untuk popoknya, pakailah yang memungkinkannya tidak menutup tali pusat dengan terlalu ketat. Mungkin dengan cara dilipat di bagian atasnya sampai batas pusar.

 

3. Pemakaian bedong

Konon, kaki bayi akan berbentuk O jika tak dibedong. Karena itu, sebelum dibedong, kaki bayi harus diluruskan dulu baru deh dililit dengan kain bedong dengan kencang.

Tapi kini, pemakaian bedong seperti ini sudah tak dianjurkan lagi. Pemakaian bedong lebih diutamakan untuk memberikan kenyamanan dan kehangatan untuk bayi baru lahir, seperti saat ia masih ada di dalam rahim ibu.

Jadi, kita tidak dianjurkan untuk terlalu kencang membungkus bayi dengan kain bedong. Itu pun hanya sampai bayi berusia 1 bulan saja. Seterusnya, kita tidak diharuskan lagi membedongnya.

Bedonglah bayi baru lahir saat ia menjelang tidur, jangan saat ia terjaga, karena bisa membatasi ruang geraknya.

 

4. Pemakaian gurita

Salah satu perawatan bayi baru lahir yang dulu wajib dilakukan adalah pemakaian gurita. Tujuannya agar perut bayi tidak buncit.

Ya, sebenarnya tidak ada larangan pada pemakaian gurita ini, tapi tidak boleh terlalu ketat dan kencang hingga menyulitkan bayi bernapas dan mencerna. Fungsinya–sama dengan bedong–lebih ke menghangatkan dan menyamankan bayi.

 

5. Cara menggendong bayi

Banyak orang terdahulu yang berpesan, untuk tidak menggendong bayi baru lahir dalam posisi tegak dan kaki terbuka sebelum berusia 7 bulan. Katanya ini bisa membuat bayi mengalami gangguan saat mulai berjalan kelak.

Sebenarnya ini bukannya salah sih. Bayi baru lahir, hingga usia 3 bulan memang sebaiknya digendong dalam posisi tidur  karena kemampuan otot lehernya yang masih belum sempurna.

Namun, lebih dari itu, apalagi jika mereka sudah bisa tengkurap sendiri. Biasanya bayi usia 4 bulan ke atas sudah banyak mau dan kepengin mengeksplor lingkungannya lebih banyak, sehingga sudah tak mau digendong dengan posisi tidur.

Karena itu, kita boleh kok menggendong bayi dengan posisi tegak, asalkan ia tetap merasa nyaman dan aman. Kita bisa juga menggunakan baby wrap sehingga saat menggendong bayi, kedua tangan kita bisa tetap bebas bisa melakukan berbagai aktivitas. Multitasking kan?

 

6. Penggunaan baby walker

Dulu, untuk memfasilitasi bayi yang sedang belajar berjalan, kita pun memanfaatkan baby walker. Karena mengawasi bayi yang aktif bergerak ke sana kemari itu sungguh melelahkan.

Tapi kini, baby walker sudah tak direkomendasikan lagi penggunaannya. Selain karena alasan kurang aman, baby walker justru membuat bayi menjadi lebih lambat untuk belajar berdiri dan berjalan sendiri.

Bayi yang belajar dengan baby walker akan bergerak bukan dengan berjalan, melainkan dengan dorongan kaki sembari bersandar ke baby walker. Dengan gerakan bayi seperti ini, baby walker pun menggelinding ke arah mana bayi inginkan.

Cara “berjalan” seperti ini tak jarang membuat bayi malah celaka, karena bayi kemudian bisa mencapai area-area berbahaya tanpa bisa terkendali. Selain itu, baby walker juga bisa membuat bayi terjungkal, serta banyak bahaya lain yang bisa terjadi pada bayi.

Jadi, jika memang si bayi memasuki fase belajar berjalan, akan lebih baik beri ia alat yang bisa didorong-dorong dengan ringan, ketimbang menggunakan baby walker. Atau, bisa juga ajari si bayi sembari berpegangan di dinding.

 

Nah, itu dia beberapa perawatan bayi baru lahir yang sudah tak berlaku lagi di zaman sekarang. Benar kan, kita harus selalu update dengan informasi dan pengetahuan terutama soal kesehatan dan tumbuh kembang bayi?

Karena seiring zaman, banyak hal yang akhirnya bisa dibuktikan secara ilmiah sehingga menjadi fakta yang harus kita ketahui dan kemudian lakukan.

Jangan pernah berhenti belajar menjadi orang tua agar anak-anak bisa tumbuh dengan cerdas dan sehat.

Ditulis oleh Carolina Ratri

Content & Copywriter. Sketcher. Editor. Visual Communicator. Graphic designer. Mood swinger. INFJ-T Sagittarian. Sarcasm speaker. Author of Bicara Perempuan

7 Kado untuk Ibu yang Baru Saja Melahirkan

7 Kado untuk Ibu yang Baru Saja Melahirkan – Jangan Cuma Bayinya Saja yang Diberi Kado

Berbagai Cara Mempercantik Wajah yang Bisa Dilakukan oleh Perempuan