Berhubungan Saat Hamil, Benarkah Berbahaya untuk Janin yang Sedang Tumbuh?
in ,

Berhubungan Saat Hamil, Benarkah Berbahaya untuk Janin yang Sedang Tumbuh?

Ibu hamil, tapi entah kenapa gairah justru meningkat? Tak perlu bingung, karena kita tak sendirian. Ada banyak ibu hamil lain yang mengalami hal yang sama persis. Tapi, kalau berhubungan saat hamil itu aman tidak ya?

Para pakar kesehatan dan dokter spesialis kandungan telah menyatakan, bahwa banyak wanita mengalami peningkatan libido selama mereka hamil. Hal ini alami, lantaran biasanya timbul peningkatan hormon dalam tubuh ibu hamil.

Namun, lantas timbul berbagai pertanyaan dalam benak kita, misalnya seperti, apakah aman bagi ibu untuk berhubungan saat hamil?

Nah, kita bisa berlega hati nih, karena banyak penelitian yang mendukung bahwa berhubungan saat hamil itu tak hanya aman bagi si calon ibu, tetapi juga bisa membantu memperlancar persalinan kita kelak.

 

Mari kita lihat fakta-fakta berikut mengenai keinginan untuk berhubungan saat hamil

1. Berhubungan saat hamil adalah normal dan sehat

Jika dijelaskan secara biologis, tak ada yang salah mengenai dorongan untuk berhubungan saat hamil. Dorongan ini timbul karena dipacu oleh hormon, sehingga sangat kuat dan tak tertahankan terutama saat ibu hamil tengah berada pada trisemester pertama masa kehamilannya.

Ada beberapa penelitian kesehatan lain yang juga membuktikan, bahwa dorongan seksual ini juga dipacu oleh aliran darah yang lebih lancar ke payudara dan organ seksual si ibu hamil, lantaran tubuh sedang menyiapkan diri untuk kehadiran si kecil nanti.

Ibu hamil boleh berhubungan, hanya saja harus benar-benar berhati-hati saat melakukannya. Jangan sampai aktivitas ini membahayakan janin.

Tapi tak semua perempuan mengalami hal ini. Ada yang justru menurun sekali gairah seksualnya. Yang begini juga wajar kok. Sudah biasa bahwa produksi hormon ibu hamil itu memang fluktuatif. Selain alasan hormonal, bisa juga penurunan gairah ini diakibatkan karena krisis percaya diri yang melanda si ibu lantaran tubuh yang membengkak dan tak merasa seksi lagi. Juga bisa karena masih belum bisa mengatasi morning sickness-nya.

 

2. Apakah berhubungan saat hamil itu akan aman jika si ibu punya sejarah keguguran?

Masih banyak orang yang salah mengerti dan percaya, bahwa aktivitas seksual selama kehamilan bisa menyebabkan ibu hamil mengalami keguguran.

Padahal fakta sebenarnya adalah keguguran bisa terjadi sebagai akibat dari perkembangan janin yang tak normal, dan hal ini sama sekali tak ada hubungannya dengan kehidupan seks kita.

Dalam rahim saat kita hamil, terdapat cairan ketuban yang berfungsi untuk melindungi janin yang sedang tumbuh, dan aktivitas seksual tak akan bisa menembusnya.

Melakukan hubungan suami istri saat hamil bahkan akan membuat ibu menjadi lebih sehat. Para peneliti telah menemukan fakta, bahwa berhubungan saat hamil bisa mencegah berbagai komplikasi kesehatan kehamilan yang serius, termasuk eklampsia, pre-eklampsia, dan hipertensi.

 

3. Dan, apa saja sih yang harus diperhatikan kalau ingin berhubungan saat hamil?

Meskipun aktivitas bercinta selama hamil ini normal dan aman, dan justru sehat, tetapi selalu ada hal-hal yang perlu diperhatikan oleh pasangan, karena tetap saja, kondisi ibu hamil berbeda dengan kondisi yang ada saat tidak hamil.

Ada hal-hal yang bisa dilakukan di saat tidak hamil tetapi akan berbahaya dilakukan dalam masa kehamilan.

Untuk itu, konsultasikanlah mengenai hal ini pada dokter kandungan. Ada beberapa kondisi medis yang memang harus diwaspadai, misalnya seperti kondisi plasenta previa atau inkompetensi serviks.

Saat terjadi pendarahan secara tiba-tiba saat berhubungan, maka segeralah menghubungi dokter atau tenaga medis terdekat. Mungkin akan lebih baik–jika memang terjadi pendarahan atau air ketuban mulai bocor–bagi ibu hamil untuk menunda dulu aktivitas seksual ini hingga kondisinya memungkinkan.

 

Berhubungan Saat Hamil, Benarkah Berbahaya untuk Janin yang Sedang Tumbuh?

 

4. Bisakah kita berhubungan dengan gaya-gaya favorit?

Sebenarnya tak ada yang melarang kalau ibu hamil menginginkan bercinta dengan gaya-gaya favorit, hanya saja yang harus diperhatikan adalah kenyamanan dan keamanan diri sendiri saat melakukannya. Ada janin yang tumbuh di dalam perut lo.

Nah, yang bisa merasakan apakah posisi dan gaya bercinta tertentu itu aman atau tidak, nyaman atau tidak, ya pastinya si ibu hamil itu sendiri. Kira-kira bagaimana dengan perut yang membesar dan janin yang memberatkan?

Bicarakanlah dengan pasangan secara hati-hati, agar tak timbul masalah

 

5. Apakah berhubungan saat hamil berisiko kelahiran prematur?

Banyak ilmuwan yang mengemukakan, bahwa adanya hormon prostaglandin dalam air mani pria mungkin bisa menginduksi persalinan.

Namun, sebuah penelitian lain yang diterbitkan pada tahun 2012 menyebutkan, bahwa tak bisa ditemukan hubungan langsung antara aktivitas seksual dengan kelahiran prematur.

Para peneliti juga tak bisa menemukan indikasi bahwa melakukan hubungan saat mendekati Hari Perkiraan Lahir (HPL), akan bisa menimbulkan efek samping yang negatif.

Namun, ada penelitian yang membuktikan, bahwa ibu hamil yang mempunyai risiko persalinan prematur disarankan untuk tidak beraktivitas seksual, terutama jika sudah memasuki trimester ketiga.

Supaya lebih jelas, konsultasikanlah hal-hal seperti ini pada dokter kandungan.

 

Jadi, dari uraian di atas bisa kita simpulkan, bahwa melakukan hubungan saat hamil itu sebenarnya aman-aman saja, sepanjang kita sendiri juga merasa nyaman dan bisa menjaga janin yang ada dalam kandungan. Selama kondisi ibu hamil memungkinkan, maka kita bisa bebas menikmatinya.

Written by Carolina Ratri

Content & Copywriter. Sketcher. Editor. Visual Communicator. Graphic designer. Mood swinger. INFJ-T Sagittarian. Sarcasm speaker.

5 Mitos Kesehatan yang Sesungguhnya Tak Pernah Bisa Terbukti Secara Ilmiah

5 Mitos Kesehatan yang Sesungguhnya Tak Pernah Bisa Terbukti Secara Ilmiah

Resep pasta: baked tuna macaroni

3 Resep Pasta dengan Makaroni untuk Teman Akhir Pekan yang Seru!