Bayi Baru Lahir Dapat Mengingat 5 Hal yang Akrab dengannya Saat Masih Berada dalam Rahim
in

Bayi Baru Lahir Dapat Mengingat 5 Hal yang Akrab dengannya Saat Masih Berada dalam Rahim

Makanya ada bayi yang suka tidur di ketek ibu.

Ada cerita, seorang ibu melahirkan bayi namun ia tidak bisa diselamatkan. Jantungnya lantas didonorkan pada orang lain yang memang mengalami gagal jantung. Kemudian saat si bayi baru lahir itu berada di dekapan sang penerima donor jantung ibu, bayi yang sebelumnya rewel luar biasa tiba-tiba langsung tenang dan berangsur tidur dalam pelukan.

Ini kisah nyata dan viral videonya beberapa waktu yang lalu. Banyak yang berkesimpulan, bahwa saat si bayi baru lahir didekap oleh si penerima donor jantung, saat itulah ia mendengar dan merasa akrab dengan detak jantung yang berada di dekatnya selama 9 bulan.

Ah, cerita yang mengharukan dan membuat merinding, bukan?

Memang, konon katanya, seorang bayi baru lahir (dan bahkan hingga ia tumbuh besar) secara tak sadar, ia dapat mengingat beberapa hal yang biasa diterimanya atau “dilakukan”-nya saat masih berada di dalam rahim.

Dan, saat ia menerima atau mengalaminya setelah dilahirkan, ia pun akan merasa familier dengan beberapa hal tersebut, tanpa mereka sadari bagaimananya.

Hal ini juga sudah dibuktikan dalam penelitian-penelitian lo. Mau tahu hal apa saja yang bisa diingat oleh bayi baru lahir yang sudah dirasakannya sejak dalam kandungan?

 

Beberapa hal yang diterimanya saat masih berada dalam rahim dan masih bisa diingat oleh bayi baru lahir

 

9 Cara Tumbuhkan Kedekatan antara Bayi Baru Lahir dan Ibu untuk Cegah Baby Blues Syndrome

1. Suara dan kata-kata

Ada penelitian yang mengungkapkan, bahwa bayi baru lahir akan memberikan respons positif terhadap kata-kata rekayasa yang terdengar berulang kali seperti saat ia masih berada dalam rahim.

Jadi, meski sebenarnya iaa tak mengerti kata-kata, namun ternyata bayi mampu mengenali suara yang sering didengarnya.

Tak hanya kata-kata, bahkan janin pun bisa mengenali bahasa yang dipergunakan oleh orang tuanya. Jadi, misalnya, orang tua berkata-kata dalam bahasa Inggris saat janin masih di dalam perut, maka saat ia lahir, ia pun menunjukkan gelagat mengenali bahasa yang digunakan itu. Saat ia diperdengarkan kata-kata dalam bahasa Swedia, misalnya, meski artinya sama ia tidak akan mengenalinya.

Luar biasa ya?

 

2. Musik

Salah satu hal yang sering dilakukan oleh para ibu hamil dalam masa kehamilannya adalah memperdengarkan musik pada janin. Katanya hal ini bisa membantu perkembangan otak janin, apalagi jika musik yang dimainkan adalah musik milik Mozart.

Sebenarnya, hal ini belum pernah terbukti secara klinis. Namun sisi lain ditemukan, bahwa bayi baru lahir bisa mengenali musik yang sering didengarnya saat ia masih ada dalam kandungan.

Situs berita The Guardian pernah mengulas, bahwa ada penelitian yang dilakukan pada 2 kelompok ibu hamil. Salah satu kelompok memperdengarkan lagu “Twinkle Twinkle Little Star” pada ibu hamil, sementara kelompok lain tidak. Para peneliti memutar lagu tersebut pada para ibu sebanyak lima kali seminggu di trimester kedua.

Setelah bayi masing-masing ibu lahir, para peneliti lantas memperdengarkan lagu yang sama kepada para bayi.

Dari penelitian ini muncul bukti bahwa para bayi yang mengenali lagu “Twinkle Twinkle Little Star” menanggapinya dengan aktivitas elektrik yang lebih tinggi daripada yang tidak.

Menarik ya?

 

3. Stres

Di setiap tip kehamilan yang ada, setiap ibu hamil selalu disarankan untuk menjauhi stres. Mengapa? Karena stres bisa dirasakan oleh janin, sehingga bisa mengganggu perkembangannya.

Hal ini benar adanya. Jika seorang ibu merasakan stres berlebihan saat hamil, maka rahimnya pun akan berubah menjadi lingkungan dengan tingkat stres yang tinggi bagi janin. Dan, hal ini bisa berbahaya, lantaran hormon stres bisa menembus plasenta sehingga berisiko membuat janin nantinya akan rentan akan gangguan kecemasan dan gangguan emosi. Jadi lebih cepat tersinggung.

Karena itu, adalah penting bagi setiap ibu untuk bisa mengelola stres saat menjalani masa kehamilan.

Salah satu caranya adalah menjalani kehamilan dengan santai. Istirahatlah saat merasa capek, hindari aktivitas yang memicu stres. Lengkapi dengan asupan nutrisi yang baik dan olahraga. Stres pun akan jauh-jauh.

 

4. Makanan

Janin memang tak benar-benar makan saat ia masih berada dalam kandungan, namun indra pengecap mereka sudah berkembang saat mereka memasuki usia 13 minggu.

Janin dikelilingi oleh air ketuban, yang akan ditelannya sedikit demi sedikit. Berbagai rasa makanan yang dikonsumsi oleh ibu akan terbawa oleh air ketuban ini. Di akhir trimester ketiga, bayi akan menelan kurang lebih 1 liter air ketuban untuk mempersiapkan dirinya sendiri untuk menyusui kelak saat sudah lahir.

Karena itu, bayi baru lahir juga akan menunjukkan minat yang sama pada citarasa makanan yang sering dikecapnya saat masih ada dalam rahim. Tak hanya rasa, ia juga bisa mengenali aroma.

Jadi, kalau ingin membentuk anak-anak yang tidak picky eater, atau pemilih dalam hal makanan, maka kita bisa membiasakannya sejak mereka masih janin di dalam rahim. Makanlah berbagai jenis makanan tanpa pilih-pilih, selama memenuhi nilai gizi yang diperlukan oleh ibu hamil.

 

5. Aroma tubuh ibu

Air ketuban yang ajaib itu tak hanya menjadi pelindung dan pengantar rasa makanan, tetapi juga pengantar aroma ibu pada janin.

Saat bayi baru saja dilahirkan, matanya belum bisa menangkap gambar-gambar sekitarnya dengan baik, sehingga bayi baru lahir akan lebih mengandalkan indra penciuman. Dengan indranya ini, bayi akan mendeteksi ibunya.

Sebuah penelitian juga pernah membuktikan betapa kuatnya relasi antara bayi dan aroma ibu. Penelitiannya dilakukan dengan meminta ibu untuk mencuci salah satu payudara sebelum menyusui, dan membiarkan bayi memilih hendak menyusu di payudara yang mana. Ternyata si bayi langsung memilih payudara yang tak dicuci.

Itulah mengapa bayi bisa banget mengenali mana ibu dan mana yang bukan, meski mereka sedang tidur.

 

Dengan beberapa bukti di atas, maka tak heran deh kalau bayi baru lahir bisa mempunyai (atau meminta) bonding yang kuat dengan ibunya ya? Dan di saat beberapa bulan pertama bayi inilah, seorang ibu punya kesempatan besar untuk menjalin kedekatan dengan si buah hati, yang akan berbuah kedekatan seumur hidupnya kelak.

Ditulis oleh Carolina Ratri

Content & Copywriter. Sketcher. Editor. Visual Communicator. Graphic designer. Mood swinger. INFJ-T Sagittarian. Sarcasm speaker. Author of Bicara Perempuan

Jangan Pernah Katakan 7 Hal Ini pada Mereka yang Susah Hamil

Jangan Pernah Katakan 7 Hal Ini pada Mereka yang Susah Hamil

Agar Dapat Melahirkan Normal, Lakukan 7 Hal Berikut Supaya Selalu Sehat

Agar Dapat Melahirkan Normal, Lakukan 7 Hal Berikut Supaya Selalu Sehat