5 Tipe Kepribadian Penyebab Gagal Diet
in

5 Tipe Kepribadian Penyebab Gagal Diet

Jangan buru-buru salahkan abang tukang bakso yang selalu lewat di depan rumah!

Baru segini hari, resolusi diet sudah gagal? Jangan salahkan orang lain, bisa jadi karena diri kita sendiri yang menyebabkan gagal diet ini, gara-gara kita punya tipe kepribadian tertentu.

Mungkin kita memang tak bisa mengendalikan diri sendiri. Namun, selain itu, mungkin kita juga punya salah satu dari beberapa tipe kepribadian penyebab gagal diet berikut.

 

5 Tipe kepribadian yang bisa menjadi penyebab gagal diet

 

Suka Makan Cokelat? Ini Dia 11 Mitos dan Fakta Supaya Kita Tak Ragu Mengonsumsinya

1. Si Impulsif

Kepribadian impulsif adalah kepribadian yang punya kecenderungan melakukan sesuatu tanpa dipikirkan terlebih dahulu.

Nah, orang dengan tipe kepribadian impulsif begini biasanya juga merupakan orang yang juga impulsiif kalau soal makanan.

Penelitian dalam the Journal of Personality and Social Psychology menemukan, bahwa mereka yang memiliki skor tinggi dalam tingkat impulsivitas biasanya memiliki kelebihan berat badan daripada mereka yang punya skor rendah.

Lalu bagaimana mengatasinya? Cobalah untuk mencari tahu hal-hal yang tak bisa ditolak, seperti cheese cake di sela-sela rutinitas, keripik kentang sembari menunggu macet, ataupun cokelat yang tersimpan di kulkas sebagai persediaan kalau mood sedang turun.

Singkirkan godaan-godaan seperti ini sejauh mungkin, lalu siasati dengan rutinitas baru. Misalnya, makan siang dengan porsi yang cukup kenyang untuk mencegah kita mencari camilan di sore hari. Ganti keripik dan cokelat dengan sekotak buah.

 

2. Si pelupa

Siapa bilang, lupa makan siang membuat kita menjadi kurus?

Lupa makan karena kelewat asyik beraktivitas di siang hari justru bisa berpotensi membuat kita semakin bertambah berat badan, lantaran kita akan menjadi merasa sangat lapar saat malam hari, dan melahap apa pun tanpa perhitungan.

Apalagi kalau makannya atas dasar ‘balas dendam’, karena siang harinya kita merasa tidak makan, jadi makan malam harus makan enak dan berlemak.

BACA JUGA:  Miris !!! Ibu muda berubah tua setelah koma akibat operasi pembesaran payudara

Sebaiknya, jangan pernah melewatkan waktu makan–baik itu sarapan, makan siang, ataupun makan malam–sesibuk apa pun itu.

Karena, ketika kita terlalu lapar, maka kita akan menjatuhkan pilihan yang buruk terhadap makanan dan porsi makan. Kalaupun pekerjaan sulit untuk ditinggal, siapkan roti gandum atau sereal bar di rumah ataupun di kantor.

 

3. Si baik hati

Pada dasarnya menyenangkan orang lain itu akan membuat si tipe kepribadian ini merasa hepi.

Tapi menurut penelitian, hal ini ternyata juga bisa menjadi penyebab lingkar pinggang melebar juga lo. Kok bisa?

Penelitian dari Case Western Reserve University menyatakan, bahwa seseorang yang ingin menyenangkan orang lain di lingkungan sosialnya, biasanya menggunakan makanan agar membuat orang lain senang dan merasa nyaman.

Jadi, kalau kita memang hobi menyenangkan orang lain (terlebih dengan makanan), akan lebih baik kalau kita mencari makanan yang sehat. Misalnya ganti daging dengan jamur ketika membuat makaroni keju panggang.

Tetap enak kan? Kandungan proteinnya malah lebih bagus.

 

4. Si Tukang Begadang

Kalau kita sering melek di malam hari, maka kita juga harus hati-hati, lantaran hal ini sebenarnya kurang baik untuk metabolisme tubuh.

Akan lebih berbahaya lagi kalau kita menjadi lapar ketika tengah malam.

Normalnya, waktu makan malam itu berkisar antara pukul 19.00 – 20.00. Selebihnya, tubuh akan bersiap untuk beristirahat. Jika masih merasa lapar setelah makan malam, cobalah untuk minum segelas susu hangat rendah lemak, karena susu mengandung tryptophan yang bersifat menyenangkan.

Dan, kurangi begadang, ini yang paling bisa menyelamatkan kita.

 

5. Si pemacu adrenalin

Saat ada seseorang yang sering melakukan aktivitas ekstrem dan memacu adrenalin, maka kemudian yang kita bayangkan adalah ia punya tubuh atletis dengan otot-otot yang terbentuk sempurna.

BACA JUGA:  Tip Agar Rambut Tetap Indah Setelah Perjalanan Panjang di Pesawat

Faktanya, ada penelitian yang dilakukan pada 2000 orang selama hampir 50 tahun oleh National Institute on Aging (NIA) di Amerika, dan ditemukan data bahwa kebanyakan para pencari “kesenangan” ini justru lebih banyak yang overweight.

Bila dibandingkan dengan tipe kepribadian lain, berat badan si pemacu adrenalin ini bahkan berpotensi untuk selalu bertambah lo. Karena jika mereka tidak melakukan aktivitasnya tersebut, ia akan lebih senang mencari kesenangan juga dalam bentuk lain. Misalnya dengan wisata kuliner.

Nah, walaupun mungkin kita sangat menyukai wisata kuliner, tetaplah untuk ingat memilih yang rendah lemak namun kaya protein. Atau, bisa juga dengan mengurangi porsinya.

Kita tak perlu meninggalkan kegiatan yang memacu adrenalin kok, karena sebenarnya kegiatan ini bisa kita manfaatkan untuk membakar lemak, asalkan diimbangi dengan asupan makanan yang porsinya pas.

 

Jadi, masih saja gagal diet? Tipe kepribadian mana yang kita punya?

Ditulis oleh Carolina Ratri

Content & Copywriter. Sketcher. Editor. Visual Communicator. Graphic designer. Mood swinger. INFJ-T Sagittarian. Sarcasm speaker. Author of Bicara Perempuan

Cara Mengamankan Perangkat Elektronik di Rumah Agar Aman Digunakan oleh Anak-Anak

Cara Mengamankan Perangkat Elektronik di Rumah Agar Aman Digunakan oleh Anak-Anak

Daftar Lengkap Wisata Kuliner Khas Kota di Negara Destinasi Wisata Dunia yang Wajib Dicoba