Ibu Hamil yang Sering Menangis Bisa Jadi Bibit Depresi - Waspadalah!
in

Ibu Hamil yang Sering Menangis Bisa Jadi Bibit Depresi – Waspadalah!

Demi janin yang dikandung, segera cari bantuan!

Sudah tahu kan, kalau seorang ibu hamil seharusnya bisa menjaga diri jauh dari stres? Hal ini dikarenakan bisa memengaruhi janin lo!

Hal ini tak sekadar mitos, tapi benar-benar sudah dibuktikan secara medis.

Association for Psychological Science telah mengadakan penelitian dan berhasil menemukan fakta, bahwa janin yang berusia 6 bulan dapat merasakan dan akhirnya terpengaruh oleh perasaan sang ibu. Efek yang terjadi tidaklah sementara. Kondisi tersebut dapat memengaruhi dan membentuk perilaku janin bahkan hingga ia sudah lahir dan besar nanti.

Jadi, kalau seorang ibu hamil sering menangis, hal ini juga akan memengaruhi kesehatan janin?Betul!

Sebenarnya, apa saja sih yang menjadi penyebab seorang ibu hamil yang jadi sering menangis ini? Dan apa pula efeknya terhadap janin yang dikandung? Mari kita lihat.

 

Penyebab ibu hamil sering menangis dan apa pengaruhnya bagi janin yang sedang dikandung

Hamil di Usia 35 Tahun - Fakta dan Risiko Apa Saja yang Harus Dihadapi?

1. Stres

Stres memang menjadi musuh utama seorang ibu hamil. Ibu hamil yang mengalami kecemasan atau ketakutan saat menjalani proses kehamilan hingga persalinan akan meningkatkan risiko melahirkan bayi yang rentan kolik dan lebih sering rewel.

Mengapa bisa begitu?

Karena saat ibu hamil mengalami stres, maka tubuh akan secara otomatis memroduksi hormon stres, yang dapat memasuki plasenta. Jika janin sering terpapar oleh hormon stres ini, maka ia pun menjadi rentan mengalami stres kronis.

Inilah mengapa ibu hamil disarankan untuk bisa menjaga diri sendiri agar jauh dari stres. Jadi, yuk, cari tahu apa yang menjadi penyebab stres, dan jangan sungkan untuk meminta bantuan pada orang terdekat maupun yang lebih profesional.

 

2. Depresi

Statistik menunjukkan, bahwa 10% ibu hamil mengalami depresi saat menjalani masa kehamilan.

BACA JUGA:  Supaya Ibu Hamil Tak Gampang Capek, Lakukanlah Beberapa Hal Berikut!

Maka, dari sini bisa disimpulkan, bahwa kalau kita mengalami depresi selama masa kehamilan, kita tidak sedang sendirian. Ada banyak ibu hamil lain yang juga mengalami hal yang sama.

Namun, bukan berarti ini bisa dibiarkan saja. Jika seorang ibu hamil mengalami depresi selama kehamilannya, maka bersegeralah hubungi dokter atau profesional terdekat, lantaran bayi yang lahir dari ibu yang mengalami depresi akan berpeluang 1,5 kali lebih banyak juga mengalami depresi di usia 18 tahun. Selain itu, ia juga akan memiliki masalah mental dan emosi, seperti agresif.

Depresi yang dialami oleh ibu hamil bisa berpengaruh pada proses tumbuh kembang bayi, meski hal ini juga tak bisa dipastikan sekali, karena ada faktor-faktor lain yang bisa menjadi pengaruh juga.

 

3. Kehamilan yang tak diinginkan, atau dibenci

Kadang ada kondisi yang membuat si ibu tak menginginkan kehamilannya sendiri, bahkan sampai membenci kondisi yang terjadi.

Rasa amarah, benci, dan frustrasi yang dirasakan oleh si ibu hamil sepanjang proses kehamilan ini akan sangat besar memengaruhi kondisi janin dalam kandungan.

Ada penelitian yang sudah membuktikan, bahwa ibu hamil yang tak bisa atau kesulitan membangun ikatan dengan janin sejak masih dalam masa kehamilan, akan melahirkan bayi yang berpotensi tumbuh dengan gangguan emosi.

Jadi, jika ada ibu hamil yang mengalami situasi seperti ini, sebaiknya segera mencari bantuan dari mereka yang lebih profesional, demi diri si ibu hamil sendiri dan juga janin yang dikandungnya.

 

4. Rasa kurang percaya diri

Hal ini biasa dialami oleh ibu hamil, bahkan tak hanya mereka yang baru pertama kali hamil. Bahkan yang sudah dua tiga kali hamil, rasa kurang percaya diri ini juga sesekali akan muncul.

BACA JUGA:  Setelah Melahirkan, Seorang Perempuan Akan Mengalami 7 Perubahan Ini dalam Tubuhnya

Penyebabnya ada banyak. Misalnya seperti keraguan apakah bisa merawat bayi yang akan lahir nanti? Bagaimana harus mengatasi kondisi-kondisi yang mungkin menyulitkan setelah punya anak? Dan juga banyak alasan lain penyebab ibu hamil menjadi cemas dan tak bahagia.

Hal ini sebenarnya wajar saja. Selain mungkin memang ada masalah, ibu hamil biasanya juga sedang mengalami perubahan hormon dalam dirinya hingga bisa menimbulkan mood swing.

Stres ringan memang tak langsung memengaruhi janin. Namun juga jangan dibiarkan berlarut-larut. Segera temukan solusi untuk mengatasi stres ini. Cari bantuan sesegera mungkin, agar kemudian bisa membuat perencanaan untuk mencari akar dari gejala depresi yang terjadi, untuk kemudian mencari solusinya.

 

Kesimpulannya, berbahagialah selama menjalani kehamilan. Jangan sungkan dan jangan tunda untuk mencari bantuan jika ada hal yang mengganggu pikiran.

Ditulis oleh Carolina Ratri

Content & Copywriter. Sketcher. Editor. Visual Communicator. Graphic designer. Mood swinger. INFJ-T Sagittarian. Sarcasm speaker. Author of Bicara Perempuan

Daftar Lengkap Wisata Kuliner Khas Kota di Negara Destinasi Wisata Dunia yang Wajib Dicoba

Di Balik Kebahagiaan Menyambut Bayi, Seorang Ibu Baru Melahirkan Pasti Mengalami 5 Kegagalan Ini

Di Balik Kebahagiaan Menyambut Bayi, Seorang Ibu Baru Melahirkan Pasti Mengalami 5 Kegagalan Ini