Di Balik Kebahagiaan Menyambut Bayi, Seorang Ibu Baru Melahirkan Pasti Mengalami 5 Kegagalan Ini
in

Di Balik Kebahagiaan Menyambut Bayi, Seorang Ibu Baru Melahirkan Pasti Mengalami 5 Kegagalan Ini

Semua ibu baru merasakannya, jangan merasa sendirian.

Sudah tak sabar menunggu kelahiran si buat hati ya? Ah, bahagianya! Lengkap sudah status kita menjadi seorang ibu baru, dan juga pasangan kita sebagai ayah. Kehadiran si kecil akan mengisi penuh ruang-ruang di hati, hingga penuh sesak dengan kebahagiaan. Luar biasa!

Seiring bertambahnya anggota keluarga ini, maka tugas kita sebagai seorang ibu pun bertambah. Tak hanya harus mengurus diri sendiri dan suami, sekarang ada bayi yang sepanjang hari dan malam minta disusui.

Yang tadinya rutinitas kita hanya sebatas beberes rumah, atau pergi ke kantor, dan sempat main ke mal atau nonton bioskop, sekarang boro-boro. Rasanya 24 jam semakin tak cukup, ya kan?

Semua terjadi begitu mendadak. Kita tak pernah tahu ada perubahan itu. Begitu bayi pulang ke rumah, tiba-tiba semua berubah, dan semua harus segera dilakukan. Tak boleh nanti-nanti, tak bisa ditunda-tunda.

Dunia tiba-tiba jungkir balik. Yang tadinya bisa, sekarang tak bisa, hingga membuahkan banyak kegagalan dalam hidup seorang ibu baru. Apa saja?

 

Ini dia 5 kegagalan seorang ibu baru yang biasanya terjadi

 

Resep menu makanan sehat untuk ibu menyusui

1. Gagal gaul

Duh, siapa yang sempat kongko dengan para BFF seperti saat lajang dulu? Siapa juga yang sempat mendengarkan curhat sahabat mengenai kisah cintanya yang dramatis, kalau kita sendiri punya drama bareng si bayi setiap hari?

Seorang ibu baru harus siap untuk melepaskan rasa empati yang tadinya berbuncah-buncah yang bisa dibagikan pada sahabat dan orang-orang terdekat. Semua rasa empati, cinta, dan kasih sayang sekarang sudah dihabiskan betul-betul oleh si kecil menggemaskan yang setiap jam menuntut perhatian ini.

Tak apa. Gagal gaul memang menjadi kegagalan pertama untuk setiap ibu baru di dunia ini. Saat nanti si kecil sudah besar dan mandiri, kita bisa kok jadi ibu gaul lagi. Tak pernah ada kata terlalu tua untuk gaul.

BACA JUGA:  Begini perubahan payudara wanita berdasarkan usia, simak yuk  

 

2. Gagal dandan

Seorang ibu baru terbiasa tampil apa adanya: mandi keringat, bau susu, pakai daster, rambut kusut, dan mata panda.

Lalu kenapa? Masalah?

Tidak, hal itu seharusnya tak pernah jadi masalah. Tapi akan lebih baik jika kita tak sampai lupa merawat diri sendiri juga. Setidaknya, tetap harus mandi teratur, agar tubuh lebih segar dan rasa letih hilang.

Sesekali waktu–jika memungkinkan–pergilah ke salon atau spa untuk memanjakan diri.

Jika dengan cara ini seorang ibu baru merasa bahagia dan kemudian bisa mendorong munculnya rasa percaya diri, ya mengapa enggak dilakukan kan?

Gagal dandan boleh saja, karena mana sempat pakai lipstik apalagi bulu mata palsu? Tapi kita tetap harus merawat kebersihan diri sendiri, demi si buah hati juga.

 

3. Gagal makan sehat

Ada saat–saat seorang ibu baru merasa selalu lapar, hingga tak bisa menolak berbagai hidangan, mulai dari siomay, bakso, mi ayam, hingga burger dan kentang goreng.

Semua disikat lantaran ia baru saja menyusui bayi sampai ASI-nya habis tandas!

Well, bagus sih memang jika seorang ibu baru mempunyai nafsu makan yang baik. Namun, kita juga harus ingat, bahwa apa yang kita makan akan “dinikmati” juga oleh bayi kita melalui ASI. Jadi, jangan sampai kita makan tanpa memperhitungkan nutrisi yang ada dalam makanan kita.

Jika seandainya jadwal makan juga kacau lantaran perubahan hormon dan juga jadwal hidup yang harus ditata lagi akibat hadirnya si kecil di tengah keluarga, namun sebaiknya tetap perhatikan gizi yang masuk ke dalam tubuh. Harus seimbang ya.

 

4. Gagal tidur dan istirahat dengan teratur

Ini juga wajar banget terjadi pada ibu baru mana pun. Semua ibu baru di muka bumi ini pasti akan mengalami kerepotan mengatur jadwal tidur dan istirahat. Ya, semua, tanpa terkecuali.

BACA JUGA:  Panduan ibu menyusui: trik menuju tidur nyenyak

Tapi, kegagalan satu ini harus segera diperbaiki. Bukan, bukan demi mata panda ataupun kantung mata, tapi demi kesehatan tubuh ibu baru secara keseluruhan.

Segera temukan ritme baru agar jadwal tidur kita bisa kembali secepatnya. Kalau perlu, segera latih si bayi untuk tidur nyenyak di malam hari.

 

5. Gagal punya waktu berkualitas dengan pasangan lagi

Kegagalan yang kelima ini juga biasa terjadi. Dan, lebih parahnya, bisa saja pasangan merasa “ditinggalkan”, dan akhirnya cemburu pada si bayi.

Ya, itu bisa saja terjadi, apalagi jika pasangan merasa tak dilibatkan dalam perawatan bayi baru lahir yang kita lakukan.

Untuk itu, setiap pasangan terlihat senggang dan santai, ajak ia ikut bermain bersama sang buah hati. Dengan begini, akan terbentuk ikatan antara ayah dan anak yang kuat. Hal ini akan berpengaruh baik juga untuk si kecil saat ia besar nanti.

Lagi pula, dengan begini, kita jadi punya waktu sejenak untuk menyelinap pergi ke salon atau spa, bukan?

Jadi, jangan biarkan pasangan menganggur, dan kita mendominasi si bayi untuk diri kita sendiri. Berbagilah, sehingga kita juga punya waktu untuk diri sendiri.

 

Jadi, ibu baru biasa saja mengalami beberapa kegagalan di atas. Tetap semangat dan carilah solusi yang paling pas untuk semua permasalahan yang muncul.

Ditulis oleh Carolina Ratri

Content & Copywriter. Sketcher. Editor. Visual Communicator. Graphic designer. Mood swinger. INFJ-T Sagittarian. Sarcasm speaker. Author of Bicara Perempuan

Ibu Hamil yang Sering Menangis Bisa Jadi Bibit Depresi - Waspadalah!

Ibu Hamil yang Sering Menangis Bisa Jadi Bibit Depresi – Waspadalah!

Tip Makeup Sederhana Tapi Flawless untuk ke Kantor Sehari-Hari

Tip Makeup Sederhana Tapi Flawless untuk ke Kantor Sehari-Hari